Kakanwil: Salat di Rumah Demi Keselamatan Bangsa Tidak Mengurangi Pahala

Kakanwil: Salat di Rumah Demi Keselamatan Bangsa Tidak Mengurangi Pahala

Bandung (INMAS Bidang Penaiszawa)

Penerapan Surat Edaran Menteri Agama No. 16 dan 17 tahun 2021 terus disosialisasikan kepada masyarakat. Hal inilah yang dilakukan oleh Kankemenag Kab. Bekasi yang menyelenggarakan Rapat Koordinasi Evaluasi  Pelaksanaan Surat Edaran Menteri Agama No. 17 tahun 2021 secara virtual dengan keynte speaker adalah Kepala Kantr Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat, Adib, Sabtu (10/7).

Kepala Kankemenag Kab. Bekasi, Sopian, melaporkan bahwa Kankemenag Kab. Bekasi terus melakukan ssialisasi kepada masyarakat mengenai surat edaran tersebut terutama surat edaran Menteri Agama No. 17 mengenai penutupan sementara rumah ibadah selama PPKM Darurat.

"Kami mengakui banyak kendala yang kami hadapi dilapangan untuk menerapkan surat edaran tersebut yang dikarenakan kurangnya pemahaman dan edukasi kepada masyarakat. Sesuai pemantauan yang didapat, masih ada beberapa mesjid yang terbuka melakukan Salat berjamaah," jelas Sopian.

Maka dari itu, lanjutnya, kami akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terutama Satpol PP untuk mentertibkan rumah ibadah yang masih beraktifitas mengundang kerumunan.

Menanggapi laporan yang disampaikan Kepala Kankemenag Kab. Bekasi, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat, Adib, menilai bahwa saat ini yang menjadi fokus dalam sosialisasi surat edaran Menteri Agama n. 17 tahun 2021 adalah memberikan pemahaman  mengenai ibadah di masa wabah.

"Bahwa melakukan ibadah atau Salat dari rumah dengan niat menyelamatkan bangsa tidak mengurangi pahala malah hal tersebut diwajibkan dimasa pandemi seperti ini," ujar Adib.

Kembali Adib menyampaikan bahwa Allah SWT memerintahkan kepada umatnya untuk menghindari bahaya dan memohon perlindungan dari Allah SWT dengan terus berikhtiar.

"Pemahaman seperti ini yang harus kita berikan kepada masyarakat dan inilah menjadi tugas utama bagi penyuluh agama dan tokoh agama. Selain itu juga, jangan pernah abai untuk terus mengajak masyarakat mematuhi prokes 5M," terang Adib.

"Perang melawan Covid-19 bukan dengan sengaja, tetapi cukup dengan mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan. Mari kita bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan meniadakan kerumunan terutama di rumah ibadah," ajak Adib.

Adib menerangkan bahwa sosialisasi tidak hanya dilakukan dengan memberikan pemahaman tetapi juga harus memberikan contoh yang baik dan benar. "Sebagai ASN Kementerian Agama dan tokoh agama harus terlebih dahulu menjadi contoh dengan mematuhi prokes," ucapnya.

 Menutup arahannya, Adib, kembali mengingatkan bahwa di masa pandemi ini untuk memperbanyak ibadah dari rumah dan menghindari kerumunan. "Mari kita melakukan gerakan Pray From Home, ingatkan masyarakat tidak perlu melakukan takbir keliling karena dengan teknologi yang ada saat ini takbir bisa dilakukan secara online," ujarnya.

Kegiatan Rapat Koordinasu ini dihadiri oleh Kasi Bimas Islam Kankemenag Kab. Bekasi, Kepala KUA di Kab. Bekasi, Penyuluh PAIF dan PAI non pns Kab. Bekasi, Pengawas madrasah/PAIS, Kepala masrasah, Ketua DMI Kecamatan, Ketua JBIH, dan Muslimat NU yang berjumlah 100 partisipan.

Kontributor: Novam Scorpiantrien



Dibaca: 59 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter