Kakanwil: Kemenag akan Lakukan Langkah Terukur untuk Tangkal Gerakan NII

Kakanwil: Kemenag akan Lakukan Langkah Terukur untuk Tangkal Gerakan NII

“Kementerian Agama akan melakukan langkah-langkah yang terukur untuk menangkal pergerakannya  (NII). Melalui Para Penyuluh teruatama di Kab. Garut sebagai lokasi kasus baiat anggota NII” Hal ini disampaikan Kakanwil Kemenag Prov. Jawa Barat, Dr. H. Adib, M. Ag., saat Rapat Koordinasi Kominda Jabar, di Sekretariat Kominda Jabar Jl. Bali 9 Bandung  Selasa (12/10/2021), Menyikapi kasus perekrutan NII di Garut.

Kemenag, lanjut Adib, melalui Kemenag Kab./Kota bahkan sampai ke tingkat KUA Kecamatan, menekankan untuk senantiasa melakukan kewaspadaan terhadap  gerakan-gerakan yang akan mengancam idiologi pancasila, persatuan dan kesatuan bangsa, dengan terus melakukan koordinasi bersama Porkompimcam.

Adib mengungkapkan bahwa Kementerian Agama mempunyai pilot projec early warning system tentang penanganan konflik agama. Melalui proyek ini perangkat Kementerian Agama  melalui Kemenag Kabupaten / Kota  dan KUA Kecamatan melakukan pembinaan dan pemantauan tentang hal-hal yang terkait isu-isu keagamaan di daerah.

“Rakor dilaksanakan sehubungan dengan munculnya pemberitaan NII di Media” kata Pimpinan Rapat Ketua Kominda Jabar,  Dedy Agus Purwanto SH. M.I.P.

Muncul kembali NII di Kab. Garut, menurut Dedy, cenderung masih dipolitisasi oleh kelompok tertentu sebagai upaya gerakan konspirasi isu nasional yang mendeskriditkan pemerintah. Kemudian di situ NII berupaya melakukan rekrutman, pembaiatan yang dikenal dengan istilah Islam Baiat.

“Melalui rakor ini patut kita waspadai agar kita melakukan upaya-upaya, memutus pergerakan mereka,  melakukan Koordinasi dengan stakeholder terkait perekrutan NII guna mengungkap aktor yang selama ini masih terselubung.” Ungkap Dedy

Kominda mendorong MUI Kab. Garut  maupun Dinas terkait untuk menggiatkan Para Penyuluh Agama Islam maupun Para Ketua MUI Desa agar memberikan pandangan kepada Masyarakat terutama Para Jamaah di Majlis Ta’lim, bahwa gerakan NII adalah bertentangan dengan ajaran  Islam yang rahmatan lil alamin.

Selain itu, tambah Dedy, mendorong Bakesbangpol Garut supaya melakukan sosialisasi di kalangan pemuda, ormas terhadap bahaya laten NII dan mendorong Pemkab Garut untuk bersinergi melakukan clrearence di internal birokrat Pemda yang terindikasi, terafiliansi dengan NII.

“Perlu diwaspadai juga di Daerah lain karena NII tidak hanya Garut.” Tegas Dedy.

Rakor Kominda Jabar diikuti oleh Kanwil Kementerian Agama, Bakesbangpol, Posda Garut,  Kejaksaan, Polda, Kodam, Para Intelejen,  FKUB, dan dinas lembaga terkait.Hasil rapat ini  akan ditindaklanjuti dengan peningkatan kewaspadaan dan melakukan upaya-upaya pencegahan guna mempersempit  ruang gerak mereka sesuai dengan tusi serta kapasitas  lembaga dan organisasi masing-masing.

Kontributor Berita : Asep Nj. S

Editor : Tri Budiono


Dibaca: 30 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter