Kakanwil: 3 Nilai Inti Kerukunan

Kakanwil: 3 Nilai Inti Kerukunan

Purwakarta (INMAS Bagian Tata Usaha)

Jawa Barat sebagai salah satu provinsi yang unik dengan keanekaragamannya yang lengkap dan jumlah penduduk terbanyak hingga bisa dikatakan sebagai mini Indonesia. Konflik kerukunan umat beragama yang ada di Jawa Barat pun beragam sehingga Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat harus bertindak cepat dalam mengatasi hal tersebut.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat, Adib, mengatakan bahwa semua agama pasti mengajarkan kedamaian dan kasih sayang dan inilah awal dari kerukunan yang harus dapat dijaga bersama-sama.

"Maka dari itu, pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama merumuskan program prioritas yang paling utama adalah Moderasi Beragama. Kerukunan dalam beragama merupakan faktor utama penentu keutuhan bangsa ini," katanya pada diskusi panel Kegiatan Rapat Koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama Jawa Barat Tahun 2021, Selasa (15/6), di Hotel Harper Purwakarta 

Pada arahannya tersebut, Adib menjelaskan 3 nilai inti dari kerukunan yaitu penerimaan, toleransi, dan kerja sama. "Kerukunan akan dapat tercipta apabila kita semua sebagai warga negara Indonesia sudah dapat menerima semua perbedaan yang ada karena Indonesia terdiri dari keragaman budaya, bahasa, suku, dan agama," ujarnya.

"Perbedaan yang ada bukan dijadikan perpecahan, justru harus dijadikan kekuatan untuk saling melengkapi sebagai pemersatu bangsa ," ucapnya.

Kemudian nilai toleransi, Adib, menuturkan bahwa menyikapi perbedaan yang ada harus dibarengi dengan sikap menghormati dan menghargai umat agama lain beribadah sesuai dengan ajarannya. 

"Lakum dinukum waliyadin artinya adalah bagi kalian agama kalian dan bagiku agamaku. Hal ini menunjukkan bahwa setiap umat beragama berhak dan bebas untuk mengamalkan ajarannya," ucapnya. 

"Nilai yang terakhir yaitu kerja sama, menjaga persatuan dan kesatuan negara ini memerlukan kerja sama yang erat dari warga negaranya. Menghormati perbedaan yang ada dan saling mendukung dalam kebaikan itu kunci utamanya," pungkasnya.

Adib menilai bahwa inilah dasar pentingnya moderasi beragama yang merupakan pemikiran, pandangan, dan sikap yang mengambil jalan tengah, selalu berimbang, dan cenderung adil. "Berpikir moderat memiliki perspektif yang tidak ekstrem dan tidak liberal sehingga menempatkan segala sesuatunya sesuai dengan tempatnya dan situasinya," katanya.

Dihadapan peserta yang merupakan pengurus FKUB Jawa Barat dan Kab/kota, Adib berharap FKUB sebagai mitra kerja Kementerian Agama dapat memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai moderasi beragama sehingga konflik kerukunan umat beragama dapat dicegah dan dapat menguatkan indeks kerukunan umat beragama di Jawa Barat.

Kontributor: Novam Scorpiantrien 


Dibaca: 54 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter