Inilah Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan dalam Keprotokolan dan Pelayanan Pimpinan

Inilah Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan dalam Keprotokolan dan Pelayanan Pimpinan

Hotel Panorama – Lembang Bandung (Inmas Kab. Majalengka).

“Keprotokolan adalah serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan aturan dalam acara kenegaraan atau acara resmi yang meliputi Tata Tempat, Tata Upacara, dan Tata Penghormatan sebagai bentuk penghormatan kepada seseorang sesuai dengan jabatan dan/atau kedudukannya dalam negara, pemerintahan, atau masyarakat. Hal tersebut tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2010 Tentang Keprotokolan Bab 1 Pasal 1 Ayat 1.

Sebagai protokol maka tugas yang diembannya meliputi:1. Melaksanakan penyusunan bahan kebijakan umum keprotokolan; 2. Melaksanakan koordinasi dan fasilitasi keprotokolan; 3. Melaksanakan upacara, acara pelantikan, rapat dan acara lainnya; 4. Melaksanakan penerimaan kunjungan tamu negara, pejabat negara, tamu asing serta tamu lainnya; 5. 6. Melaksanakan acara jamuan resmi bagi pimpinan 7. Melaksanakan penyusunan bahan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan; 8. Melaksanakan pelaporan dan evaluasi kegiatan Subbagian Protokol; 9. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait; 10. Melaksanakan tugas lain sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

Dalam melaksanakan tugas-tugas seperti disebutkan tadi, Petugas Protokol harus mengacu kepada aturan yang sudah ditetapkan, sebagaimana tercantum dalam UU tentang Keprotokolan diatas.”

Demikian pemaparan yang disampaikan oleh ibu Effi Affianti, SS, dari keprotokolan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, mengawali pembicaraannya sebagai pemateri pertama di hari kedua Pembinaan, Rabu (22/03). Materi yang disampaikan oleh Effi Affianti mengenai Ruang Lingkup Tugas dan Fungsi Protokol (Tata Tempat, Tata Upacara dan Tata Penghormatan).

Lebih lanjut Effi Affianti menjelaskan, “Kaitan dengan Keprotokolan maka unsur-unsur pelengkap didalamnya harus diperhatikan dengan seksama, seperti Tata Tempat, Tata Upacara, dan Tata Penghormatan. Tata Tempat adalah Pengaturan tempat bagi Pejabat Negara, Pejabat Pemerintahan, Perwakilan Negara Asing dan atau organisasi Internasional, serta Tokoh Masyarakat Tertentu dalam Acara Kenegaraan atau Acara Resmi. Tata Upacara adalah aturan untuk melaksanakan upacara dalam Acara Kenegaraan atau Acara Resmi. Sedangkan yang dimaksud dengan Tata Penghormatan adalah aturan untuk melaksanakan pemberian hormat bagi Pejabat Negara, Pejabat Pemerintahan, perwakilan negara asing dan/atau organisasi internasional, dan Tokoh Masyarakat Tertentu dalam Acara Kenegaraan atau Acara Resmi. Ketiga hal tersebut telah tercantum dalam Undang-undang No. 9 Tahun 2010.”

“Kedudukan Protokoler adalah Kedudukan yang diberikan kepada seseorang untuk mendapatkan: penghormatan, perlakuan dan tata tempat dalam acara resmi dan pertemuan resmi. Yang dimaksud dengan hak protokoler adalah hak seseorang untuk memperoleh penghormatan berkenaan dengan jabatannya dalam acara kenegaraan atau acara resmi maupun dalam melaksanakan tugasnya.

Protokoler merupakan : 1. Suatu julukan yang bersifat filosofi terhadap seseorang yang menerima hak protokoler serta melaksanakan ketentuan keprotokolan sebagaimana mestinya 2. Julukan terhadap sesuatu kegaitan yang mengaplikasijkan ketentuan-ketentuan keprotokolan yang meliputi aturan mengenai tata tempat, tata upacara dan tata penghormatan.” Ungkap Effi Affianti.

Sebagai seorang yang telah lama berkecimpung dibagian Keprotokolan, Effi Affianti telah merasakan bagaimana kondisi, karakter, menghadapi berbagai macam kedudukan seseorang dan bagaimana kebiasaan beberapa pimpinan Kepala Daerah serta bagaimana memberikan pelayanan sebagai seorang Protokol kepada pimpinan. Oleh karena itu, banyak sekali pengalaman yang dishare kepada para peserta sebagai tambahan ilmu, wawasan dan pengetahuan mengenai keprotokolan. (Endang Mu’min)

Kontributor: Taupik Hidayat

 

 


Dibaca: 2.982 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter