Ikhlaslah, Maka Amalmu Hidup

Ikhlaslah, Maka Amalmu Hidup

Oleh : Tina Haryati,M.Pd.,Guru MTsN 5 Karawang

Kenali Tuhanmu, maka tenanglah hatimu.

Mengenal Allah SWT akan membuat banyak rahasia ruhani yang masuk dan menenangkan hati. Hati yang baik akan menghantarkan pemiliknya kepada perbuatan-perbuatan yang baik pula. Misalnya; kelembutan, kedermawanan, ketulusan, dan lainnya.

Hidup adalah perjalanan penghambaan, tiadalah seorang hamba diciptakan kecuali untuk beribadah kepada Tuhannya, maka perjalanan manusia tiada lain harus bernilai ibadah. Banyak ragam ibadah yang dapat dilakukann seorang hamba, ada yang rajin sholat, ada yang terus menerus puasa, ada gemar bersedekah, adapula yang senang berzdikir. 

Apapun amalnya, ikhlaslah kuncinya. Ikhlas merupakan buah dari niat, namun tidak semua niat yang baik selalu diikuti oleh ikhlas. Karena niat yang baik belum tentu semata-mata untuk mengharap ridho Allah SWT, mungkin saja disisipi tujuan yang lain. Amal tanpa ikhlas bagaikan jasad tanpa nyawa, karena ruh dari sebuah amal adalah keikhlasan.

Kata ikhlas sangat familiar ditelinga, mudah diucapkan namun sulit untuk diwujudkan. Pahit getir kehidupan, ujian-ujian demi ujian, musibah yang datang silih berganti, seringkali membuat kecewa dan sulit untuk ikhlas menerima semuanya sebagai ketetapan Allah SWT. Kecewa boleh saja, manusiawi. Tapi jangan sampai kehilangan harapan dan keyakinan kepada Allah SWT. Dialah Allah, Dzat yang maha mengabulkan do’a-do’a, maka teruslah berdo’a, karena Allah Swt akan menepati janjiNya utk mengabulkan do’amu pada saat yang tepat dan terbaik menurut pandangan Allah.

Keikhlasan seseorang berbeda-beda tingkatannya. Ada keikhlasan tingkat ‘abid’ (ahli Ibadah), keikhlasan tingkat  a’bid ini  berbentuk bersihnya amal dari sifat riya, dan dari niat yang dilandasi hawa nafsu. Amalan mereka semata-mata karena Allah, mengaharap pahala dari Allah, takut akan neraka dan mengharapkan surga, semua harapan digantungkan pada amal yang dilakukan.

Tingkat Keikhlasan yang kedua yaitu para ‘Muhibbin’, (pecinta Allah Swt). Pada tingkatan ini amal yang mereka kerjakan semata-mata karena mengagungkan Allah,  memberikan penghormatan pada Dzat yang maha segalanya,  bentuk cinta dari makhluk kepada sang Kholik, tidak mengharap pahala atau tidakpula karena takut akan siksa.

Tingkat keikhlasan tertinggi yaitu para ‘Arif”. Pada tingkatan ini berbentuk pandangan bahwa Allah Swt semata-mata yang menggerakan dan mendiamkan meereka. Tiada daya  upaya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah Swt. Mereka tidak memilki kekuatan apapun, semua atas ijin Allah Swt.

Salah satu cara untuk dapat mewujudkan ikhlas dalam setiap perbuatan yaitu dengan senantiasa berbaik sangka kepada Allah Swt. Atas semua kejadian yang dialami  Sikap berbaik sangka kepada Allah, akan menumbuhkan cinta dan tawakkal yang sesungguhnya.  Sikap ini juga akan melahirkan rasa syukur atas segala nikmat yang telah dianugrahkanNya. Bagaimana mungkin mau mengeluh, sementara lisan yang dipakai untuk mengeluh adalah nikmat dari Allah?.

Mari belajar ikhlas agar semua amal hidup. Ingat, ruh dari semua amal adalah keikhlasan.



  


Dibaca: 202 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter