Gunakan Metode yang Menarik Minat Belajar Agama Pada Siswa

Gunakan Metode yang Menarik Minat Belajar Agama Pada Siswa

Jl. Kemakmuran, Kota Bekasi

Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, H. Abu Bakar Sidik menghimbau agar guru guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Wilayah Jawa Barat umumnya dan Khususnya di Kota Bekasi untuk senantiasa berfikir kreatif dalam mengajar. Salah satu pemikiran kreatif tersebut dapat dilihat dari metode belajar yang diberikan saat sang guru mengajar di dalam kelas.

“Harus memilih dan menggunakan metode pembelajaran yang dapat menarik mnat belajar siswa, sehingga siswa tidak merasa jenuh dalam belajar,” Ucapnya ketika member Materi dalam Rapat Koordinasi PAKIS di aula Kankemenag Kota Bekasi Senin kemarin.

Kenapa harus menarik? Tentu saja harus, sebab belajar agama itu tidak gampang, bahkan bisa dikatakan sangat susah. Hal ini dikarenakan Al-Quran dan Hadis merupakan wahyu yang diturunkan Allah SWT pada zaman dahulu, yakni di zaman nabi Muhammad. Nah bagaimana membawa masa lalu itu ke masa sekarang.

“Isinya  al Quran dan hadis mah universal, rahmatan lil alamin , fleksibel namun harus pinter-pinter guru PAI agar dapat membawa itu kepada masa sekarang sehingga anak-anak didik tidak merasa jenuh, monoton dan kaku ketika mengajarkan isi dari kitab suci Al Quran dan Hadis itu,” Tambahnya.

Bicara tentang metode pembelajaran, Kepala Kankemenag Kota Bekasi, H. Maman Sulaiman sependapat dengan Kabid PAIS. Metode pembelajaran ini merupakan alat vital dalam proses belajar dan mengajar, menjadi jantung dari pembelajaran. Karena itu perlu diperhatikan cara dan metode mengajarnya.

“Jangan sampai pengajaran agama yang disampaikan menjadi tidak sampai hanya karena metode mengajar yang dipakai salah,” Tandasnya.

Seperti contoh, ada sebuah sekolah yang tengah mengajarkan iqro kepada anak didik. Cara yang digunakan adalah membaca iqro satu persatu. Ketika anak yang mendapat giliran maju membaca, yang lainnya bebas berkeliaran. Nah metode seperti ini bagi saya kurang efektif. Karena itu perlu ada perubahan pola pikir dan akan berlanjut pada pola pengajaran yang lebih efektif, misalnya dengan menggunakan papan tulis kertas yang telah di tulis kan bacaan Iqro dan dibacakan bersama sama di dalam kelas. Dengan begitu tidak ada anak yang bebas berkeliaran.

Kontributor: Evi Agustin


Dibaca: 177 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter