Formula Mendidik Tidak Sama dengan Menghardik

Formula Mendidik Tidak Sama dengan Menghardik

Oleh: Sri Silvia Nurma Latifah, MTsS Annihayah - Karawang

Seteguk madu bernama ilmu ditengah dahaga ketidaktahuan yang membelenggu, secerca cahaya harapan dalam bingkai Pendidikan tentu akan menerangi ruang kegelapan kemudian mengusir kebodohan. Setidaknya, bahkan seharusnya begitulah peran Pendidik yang mendidik peserta didik. Pengaruh seorang Guru dalam berbagi ilmu dan menjadi teladan bagi Siswa dan Siswi yang semoga tak pernah jemu seiring bergulirnya waktu serta perubahan zaman.

Namun, tentu saja tidaklah mudah menjadi pelita ditengah kegelapan. Tidak jua gampang menjadi mata air yang mengalir dikala tanah kering nan tandus. Pun bukan sesuatu hal yang mendadak menjadi seorang Pendidik yang dapat mewariskan secuil ilmu, sekaligus nilai-nilai kebaikan yang terkandung didalamnya, tanpa memahami peran yang harus dimainkan pada peserta didik. Kemudian setelah itu, Guru juga harus mampu menyajikan dan menerapkan  hasil pemahamannya tersebut sebagai formula untuk mengolah peserta didik menjadi “Produk Unggul”.

Proses pembelajaran harus mampu melahirkan nilai-nilai kebaikan dan adanya perubahan kearah yang lebih baik. Sesuai dengan makna Pembelajaran itu sendiri merupakan perubahan dalam kemampuan, sikap atau perilaku siswa yang relatif permanen sebagai akibat pengalaman atau pelatihan. Perubahan kemampuan yang hanya berlangsung sekejap dan kemudian kembali pada perilaku semula menunjukkan belum terjadi peristiwa pembelajaran, walau mungkin terjadi pengajaran.

Oleh karena itu, seorang Pendidik harus mempunyai formula dalam melakukan proses pembelajaran dengan peserta didik, agar tak hanya sekedar memberi pengajaran saja. Bahkan ketika kurang tepat dalam mengaplikasikannya, salah-salah bukan mendidik tapi justru menghardik. Mari kita sama-sama simak juga pelajari beberapa formulanya:

Pertama : Pendidik Harus Menguasai Kompetensi Guru, meliputi :

Kompetensi Pedagogik, kemampuan Guru yang berkaitan dengan pemahaman peserta didik, diantaranya: kemampuan mengelola pembelajaran, pemahaman terhadap peserta didik, perancangan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi hasil belajar.

Kompetensi Profesional, kemampuan yang berkaitan dengan penguasaan materi dan pembelajaran bidang studi yang mendalam, meliputi penguasaan isi materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materi kurikulum tersebut.

Kompetensi Kepribadian, kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan wibawa, menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia.

Kompetensi Sosial, kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua / wali peserta didik dan masyarakat sekitar.

Setelah menyimak ke empat kompetensi Guru diatas semoga kita dapat berguru pada waktu dan membimbing hati juga diri kita agar menjadi pendidik yang memiliki kompetensi yang seharusnya, sehingga tak hanya sekedar mendidik tapi mendidik dengan hati juga kemampuan yang Insya Allah mumpuni.

Kedua : Pendidik Harus Berusaha Memahami Karakter Peserta Didik :

Karakter peserta didik tentu akan mempengaruhi proses belajar mengajar. Penting bagi seorang Guru untuk dapat mengenali sekaligus memahami karakteristik peserta didik. Beberapa manfa’at diantaranya, Guru akan lebih mudah menentukan tujuan, metode dan media pembelajaran, intinya proses pembelajaran akan lebih baik. Lalu bagaimana strategi yang dapat dilakukan untuk mengenali dan memahami karakter peserta didik yaitu : menjadi teladan untuk perilaku peserta didik, senantiasa mengevaluasi diri, memahami lingkungan sekitar peserta didik, mengenali peserta didik lebih dalam dan lakukan pendekatan psikologis.

Maka, ketika kita sebagai Guru berharap peserta didik memiliki kemampuan yang senantiasa baik bahkan terus berkembang secara akademik juga perilaku, sudah seharusnya sebagai feedback kita pun harus mengenali dan memahami karakteristik dari mereka. Bukan dengan cara menuntut mereka sempurna tanpa cela, tapi jarang diberi teladan yang baik. Jangan juga bersikap arogan tanpa memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengembangkan diri, karena tanpa kita sadari terkadang mereka butuh motivasi diri bukan penghakiman dari seorang Guru yang rumusnya selalu benar dan siswa penuh dengan kesalahan. Pada akhirnya hal-hal semacam ini akan meruntuhkan motivasi mereka untuk meraih prestasi.

Ketiga : Menjadi Motivator Bagi peserta Didik Agar Mereka Siap Menyongsong Matahari Esok Pagi

Guru, Pendidik atau pengelola proses pembelajaran di kelas, merupakan orang tua bagi peserta didik selama berada di lingkungan Pendidikan atau sekolah. Seorang Guru tentu dapat dijadikan salah satu sumber kekuatan sekaligus inspirasi bagi siswanya. Walaupun dalam hal ini tetap orang tua dan rumahlah yang menjadi faktor utama dan pertama yang menjadi agen perubahan peradaban bagi anaknya. Untuk itu pendidik harus dapat menjadi partner orang tua dalam membersamai peserta didik, tidak melulu penyampaian dan penguasaan materi pada proses pembelajaran di kelas, tetapi juga harus mampu menjadi barisan yang senantiasa menyampaikan arahan, pijakan atau bisa juga penguatan pada diri peserta didik lewat semangat dan motivasi yang berarti. Karena hal itu merupakan salah satu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk menapaki masa depannya kelak, disamping tentunya pemahaman materi pembelajaran, rumus-rumus, materi hafalan, kisi – kisi ujian juga kedisiplinan yang harus selalu diterapkan.

Selain ke tiga formula diatas, masih banyak lagi formula-formula yang harus kita kuasai sebagai Pendidik untuk memperkaya diri dan nurani agar hasil akhirnya tidak menghardik peserta didik. Masih jauh dari sempurna tentunya, tapi semoga apa yang sudah dipaparkan tadi menjadi bahan evaluasi diri dan pembelajaran bagi kita sebagai pendidik. Semoga bermanfa’at.



Referensi :

Ngubaidillah. (2021) . Rangkuman Ilmu Pendidikan. Yogyakarta: Graha Publika Cipta.

https : // aku pintar.id >blog> Memahami Karakter Siswa Sebagai Peserta Didik Saat Belajar Mengajar.



Dibaca: 54 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter