FKPQ Kota Tasikmalaya Siap Sukseskan PAUDQU

FKPQ Kota Tasikmalaya Siap Sukseskan PAUDQU

Indihiang (INMAS Kota Tasikmalaya)

Forum Komukasi Pendidikan Al-Qur’an (FKPQ) adalah organisasi mitra Kementerian Agama, sebagai wadah komunikasi, koordinasi, konsultasi lembaga pendidikan Al-Qur’an. FKPQ di Kota Tasikmalaya sudah terbentuk sejak tujuh (7) tahun yang lalu. Hal ini diungkapkan Ketua FKPQ, Asep Marpudin, dalam sambutannya di Acara Silaturahmi dan Pembinaan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Al-Qur’an, Kamis (6/5) di Indihiang Tasikmalaya.

Asep yang juga adalah pengawas madrasah menjelaskan dalam menjalankan tugas dan fungsinya FKPQ senantiasa bekerjasama dengan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI) dan Kementerian Agama Kota Tasikmalaya tentunya.

Salah satu bukti sinergitas adalah menghasilkan lembaga pendidikan Al-Qur’an yang berkualitas. Hal ini dibuktikan dengan salah satunya sejak tahun 2007 sampai 2020 Kota Tasikmalaya menjadi juara festival anak sholeh, juara umum ini diraih selama 5 tahun berturut–turut. Termasuk beberapa event, pembinaan dan worksop yang sukses digelar dengan difasilitasi anggaran DIPA Kemenag Kota Tasikmalaya.

Lembaga Pendidikan Al-Qur’an di Kota Tasikmalaya berdasarkan data yang dimiliki oleh FKPQ cukup banyak, Taman Kanak–kanak Al-Qur’an di Kota Tasikmalaya sejumlah 395 lembaga dengan jumlah murid 12.113, sementara Taman Pendidikan Al-Qur’an ada 549 lembaga dan jumlah santri 14 ribuan. Lembaga Taklimul Qur’an Lil Aulad yang setingkat SMP berjumlah 67 lembaga dengan 1.326 santri.

“Adapun jumlah guru lembaga pendidikan Al-Qur’an secara keseluruhan ada 4154 orang guru.” jelasnya.

Asep secara pribadi merasa bersyukur kondisi di Kota Tasikmalaya seluruh santriwan santrwati TKA TPA yang keluar telah mengikuti kegiatan munaqosah. Munaqosah adalah salah satu cara untuk mengecek kemampuan santri dalam hal baca tulis Al-Qur’an.

Pelaksanaan munaqosah sendiri tidak sembarangan, tidak setiap ustad berkesempatan untuk menguji. Ada standar tertentu bagi ustad yang ditugaskan untuk menjadi munaqis (yang melaksanakan munaqosah) salah satunya adalah ustad/ustadzah tersebut telah dinyatakan layak dan lolos ujian tim nasional pemberantasan buta baca tulis Al-Qur'an.

“Rata-rata setiap tahun kita bisa meluluskan sekitar 4.800 murid pada bulan Mei – Juni masanya munaosah.” imbuhnya.

Terkait regulasi baru yang tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 91 tahun 2020 dimana mengakomodir legal formal bagi PAUDQU, FKPQ mengaku siap mengikuti kebijakan tersebut. Sepenuh hati akan mensukseskan program, hal ini dibuktikan dengan jumlah lembaga yang mengajukan usulan legal formal yang cukup banyak. Sekitar 125 lembaga telah mengusulkan dan yang lolos hanya 88 lembaga.

“Kami berharap semoga dengan adanya kebijakan baru terkait pendidikan Al-Qur’an bisa memberikan keberkahan baik bagi lembaga maupun bagi santriwan santriwati.” harapnya.


Kontributor : Yeni Rohayati

Editor : Nunik

Dibaca: 91 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter