Bimas Islam Kankemenag Kabupaten Bekasi gelar pemutakhiran data Penerangan Agama Islam

Bimas Islam Kankemenag Kabupaten Bekasi gelar pemutakhiran data Penerangan Agama Islam

Kegiatan Pemutakhiran Data Penerangan Agama Islam Seksi Bimas Islam tahun 2016

Delta Mas Cikarang Pusat (Inmas Kabupaten Bekasi)

Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi mengadakan kegiatan pemutakhiran data penerangan agama islam tahun 2016 bertempat di Aula Kankemenag Kabupaten Bekasi pada hari sabtu (30/04/2016).

H.M.Hilman Hakim selaku Kepala Seksi Bimas Islam dalam arahannya mengatakan kegiatan pemutakhiran data ini sekaligus merupakan rapat dinas tetap penyuluh agama islam, sehubungan ada penambahan penyuluh agama islam sebanyak 7 orang dari K2 maka sekarang jumlah penyuluh di Kankemag Kabupaten Bekasi berjumlah 24 orang yang mewilayahi 23 kecamatan. Dengan demikian dalam satu kecamatan terdapat 2 orang Penyuluh.

Hilman menambahkan,  sesuai arahan dan petunjuk Kepala Kantor dan Kasubbag yaitu Kecamatan Tambun Selatan memiliki 2 penyuluh. Hal ini dikarenakan  luas wilayah binaan dan jumlah penduduknya menempati urutan pertama  di Kabupaten Bekasi. Ia juga menghimbau seluruh Penyuluh  agama islam  yang baru diharapkan segera beradaptasi baik dari sisi  tupoksi maupun kedinasan. Dengan kondisi yang sudah ideal, lanjutnya para penyuluh di tuntut saling melengkapi dan mendorong satu sama lain terkait pemutakhiran data penerangan agama islam pada data simpenais.

“ Radintap penyuluh agama islam  sebagai ajang silaturahim dan penyampaian informasi ,dengan kondisi penyuluh agama islam 1 orang 1 wilayah sudah ideal diharapakan kinerja dan pelayanannya semakin meningkat” ujarnya.

Lebih jauh lagi dia mengatakan  dari hasil penyusunan rencana kerja pemerintah  (RKP) tahun 2017 ada 3 program penerangan agama islam yaitu Best program berisi  penyuluh berkualitas, penyuluh agama islam kurang diperhatikan  di  banding  instansi/dinas lain bisa sejajar, pemberantasan buta aksara Al-qur’an berbasis desa atau pelosok, serta 7.000 da’i bersertifikat. Kedua, Mandatory program  atau program wajib yaitu MTQ/STQ nasional dan internasional,Musabaqoh Al-hadits, Aplikasi simpenais, Pemilihan PAI teladan, HBI kenegaraan,Siaran Keagamaan di media elektronik, Festival  seni keagamaan nusantara, Washoddiah islam. Ketiga adalah novatif Program dengan sasaran binaan pada warga terdiri dari Penyuluh anti narkoba, Peran tokoh agama dan ormas islam terhadap pencegahan HIV dan Aids, Pembinaan agama islam pada warga lapas,  Pembinaan  agama islam pada korban bencana alam.

Pemutakhiran data keagamaan  didasarkan pada Instruksi Dirjen Bimas Islam Nomor 11/HM.03/403/2016 yang isinya yaitu pendataan unsur dan lembaga mitra penerangan agama islam terdiri dari penyuluh agama islam fungsional, penyuluh Non PNS dan majlis taklim, Data potensi lembaga kemitraan umat,Data potensi dan publikasi da’wah dan HBI yang mana penekanannya  tentang simpenais. Maka data yang di input tidak hanya dapat di lihat oleh kanwil   tetapi  oleh pusat juga karena bersifat on line maka bisa dijadikan ukuran produktif atau tidaknya bagi penyuluh.

Sementara Korlak Kepenyuluhan Hj. Tantai Da’wati  mengatakan  data keagamaan harus terdapat di masing-masing KUA dan secara umum tertuang di simpenais dan bagi para penyuluh yang baru segera menyesuaikan diri dan menjalankan tugas dan fungsi sebagaimana mestinya dan  pemutakhiran data  di simpenais menjadi bagian utama dari SKP penyuluh serta berharap program kepenyuluhan  dapat tergarap dengan tuntas.

Kontributor : Denden Zenal Mutaqin

 


Dibaca: 85 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter