Beriman di tengah Wabah

Beriman di tengah Wabah

Oleh: Rudi Sharudin Ahmad, M.Ag

(Penyuluh Agama Islam Fungsional Kab. Cirebon, Alumnus Ponpok Pesantren Kuliyyatul Mu’allimin Al-Mutawally)

Wabah pandemi yang masih melanda negeri hingga saat ini tentu menjadi atensi oleh semua lapisan masyarakat. Begitupun negara memberikan wawasan keIslaman agar masyarakat tetap tenang dalam menghadapai situasi pandemi saat ini. 

Islam merupakan agama yang tidak pernah lepas dari sumberyang tidak ada hentinya mencarikan solusi melalui kebijakannya agar warganya mendapatkan keamanan dan terhindar dari wabah. Tidak terkecuali para tokoh agama yang itensif  pengetahuan yang komprehensif (Al-Qur’an dan Hadits). Begitupun ketika menghadapi wabah yang hampir merenggut harapan hidup manusia. Dalam menghadapi situasi seperti ini, pandemi mengajarkan kepada manusia bahwa hidup menjadi lebih berarti setelah sekian banyak nyawa manusia yang terjangkit covid-19. (Mari kita sama-sama mendo’akan agar mereka yang telah wafat diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT).

Ketenangan dalam menghadapi situasi seperti ini menjadi langkah utama agar imunitas tubuh tetap seimbang dan meningkat. Sebagaimana yang diisyarakatkan Allah SWT dalam Q.S Ar-Ra’d: 28. Ketenangan yang dimaksud adalah tetap menjaga dan meningkatkan keimanan kepada Allah dan senantiasa mengingatnya (dzikir). Hal tersebut merupakan garansi yang Allah berikan bagi umat muslim yang meyakininya (iman). Iman merupakan konsepsi dasar yang harus ditancapkan dalam hati setiap muslim-mukmin. Tanpa iman, tindak laku dan ucapan hanya sia-sia semata (An-nur:39). Iman yang benar tentu akan mengantarkan kepada jalan kebenaran. Sebaliknya, iman yang keliru akan mengantarkan kepada jalan yang keliru (sesat). Oleh karena itu, keimanan merupakan konsep dasar yang perlu ditingkatkan dan dipertajam, agar umat yang meyakininya dapat merasakan manfaatnya. Covid 19 yang berlangsung hingga saat ini tidak sedikit telah menguras tenaga baik para dokter atau nakes yang berjuang di garda terdepan, para ilmuan yang sibuk dengan penelitian, tokoh masyarakat dan tentunya tokoh agama yang meyakinkan masyarakat bahwa wabah ini adalah wabah yang merenggut banyak nyawa. Karena itu, saat ini kampanye menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi interkasi merupakan salah satu upaya yang sesuai dengan sabda nabi Muhammad SAW. Rasul memerintahkan agar tidak masuk atau berdekatan dengan wilayah ataupun penderita yang terjangkit wabah agar tidak menyebar. Konsep tersebut lebih familiar pada saat ini dengan istilah lock down, karantina, PSBB, PPKM dan derivasi lainnya sebagai upaya menyelamatkan nyawa manusia dari ancaman kematian karena wabah.

Sebagai muslim-mukmin yang taat tentunya hal tersebut seyogyanya patut diyakini seutuhnya. Menghindari wabah yang mejangkit merupakan perintah agama;hifz al-nafs seraya tetap menjalankan perintah agama;hifd al-diin. Mencegah penularan dan penyebaran dengan maksud menyelamatkan jiwa manusia juga merupakan perintah agama;hifz al-naas. Karena itu, kesabaran dalam menghadapi situasi semacam ini tidak hanya ditunjukan dengan sikap pasrah melainkan juga dengan tindakan pencegahan (vaksin) dan memutuskan rantai penyebaran dengan tidak banyak bersentuhan langsung dengan orang lain. Wallahu ‘alam bi al-shawaab



Dibaca: 169 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter