Beratnya Amanah Seorang Humas Madrasah

Beratnya Amanah Seorang Humas Madrasah

Oleh :

Utik Kaspani,S.P.S.Pd.

(Guru MTs. Nurul Huda Palabuhanratu)

Menjadi seorang humas madrasah tentu adalah tugas yang mulia untuk saya. Mendapatkan tugas tambahan selain kewajiban utama dalam mengajar tentu adalah suatu kehormatan tersendiri.. Saya memahami betul hingga amanah mulia ini diberikan, tentu dengan pertimbangan yang matang.

Menjalankan tugas kehumasan dalam keseharian yang nota bene sebagai seorang guru, tentu penuh akan warna yang memesona. Ada banyak pemebejaran baik yang saya dapatkan selama mengemban tugas mulia ini. Suka duka dan sejuta cerita terukir dengan indah mewarnai hari-hari saya sebagai seorang humas madrasah pemula.

Dahulu saat menerima amanah baru ini, sempat ada rasa sedikit kecewa. Pada mulanya saya diproyeksikan menjadi seorang wakil kepala madrasah yang membawahi bidang kesiswaan. Namun ntah mengapa, justru dihari pertama amanah itu tiba-tiba berubah haluan.

Padahal sebelumnya tentu saya sudah menyiapkan program-program yang telah saya rancang sebelumnya. Sudah ada gambaran mimpi-mimpi yang ingin saya wujudkan, namun nyatanya harus saya hapus saat itu juga.

Sebagai seorang manusia biasa, tentu bergejolak emosi saya saat itu. Bayangkan, bagaimana mungkin suatu hal yang minimal sudah saya persiapkan sejak beberapa waktu sebelumnya, tiba-tiba saja diubah dalam waktu yang sama sekali tak pernah terbesit dlaam benak saya saat itu.

Emosi sesaat yang lumayan mewarnai saat itu bahkan sempat membuat saya berfikir yang bukan-bukan. Asumsi dan emosi sesaat saya cukup mendominasi dari pada rasionalitas yang seharusnya saya kedepankan. Untuk beberapa waktu saya rehat sejenak walau belum juga melakukan apapun.

Sempat terfikir oleh saya, bahwa pergantian amanah tersebut tak lebih dari sekedar untuk tidak mengecewakan saya saja. Karena selama ini, jabatan waka humas yang sering saya dengar tak lebih hanya sebagai objek pelengkap semata.

Butuh beberapa waktu sejenak bagi saya untuk kembali menjernihkan pikiran. Dan tentunya butuh waktu untuk mempelajari seluk beluk terkait dunia kehumasan yang saat itu juga harus saya akrabi.

Bertanya pada siapa saja yang memahami akan dunia kehumasan, serta banyak membaca dan bertukar pikiran adalah langkah awal yang saya lakukan untuk mulai bermesraan dengan amanah baru tersebut.

Dengan kebulatan tekad, saya pun saat itu juga segera mencari banyak referensi apa dan bagaimana seharusnya seorang humas madrasah. Dan waktu pun terus berjalan. Satu hal yang selalu saya jaga sebagai performa perwajahan dari sebuah lembaga, betapa tak mudahnya memegang amanah ini. Ternyata… namun saya yakin, Insyaallah saya akan dapat terus melaksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya.

Saya memahami, tugas sebagai seorang humas madrasah bukanlah semata tugas pelengkap semata. Justru sebagai perwajahan dari sebuha institusi kemana pun dan dimanapun saya berada pasti akan selalu mengikuti.

Tidak mudah untuk menjalani tugas kehumasan yang saya rasakan. Selain itu beban moral dari amanah mulia ini tentu saja terus menghantui kemana dan dimana pun saya berada. Sungguh satu hal yang tak bisa saya anggap enteng. Namun saya yakin, Insyaallah saya akan dapat menjalankannya dengan sebaik mungkin. Salam sehat damai dan berkah, semoga senantiasa terus membersamai kita selalu dalam semangat menebar kebaikan. Gusti mberkahi. 


Dibaca: 88 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter