Bahas Tingginya Angka Penyebaran Covid-19, Kakanwil Hadiri Rapat Terbatas DMI dan Kabinda Jabar

Bahas Tingginya Angka Penyebaran Covid-19, Kakanwil Hadiri Rapat Terbatas DMI dan Kabinda Jabar

Jl. Soekarno Hatta (INMAS Bidang Urais dan Binsyar)

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat, Adib, pada Hari Jumat (25/6), menghadiri pertemuan terbatas bersama Ketua DMI Jawa Barat, KH. Achmad Sidik, dan Kabinda Jabar, Brigjen TNI Dedy Agus. Pertemuan ini merupakan inisiasi bersama atas hasil diskusi mengenai makin melonjaknya penyebaran Covid-19 dan isu-isu agama yang meresahkan masyarakat. Pertemuan ini dilaksanakan di Kantor Sekretariat DMI Jawa Barat.

Adib yang didampingi oleh Kepala Bidang Urais dan Binsyar, Ahmad Patoni, mengungkapkan bahwa untuk mengatasi lonjakan penyebaran Covid-19, Menteri Agama langsung menerbitkan Surat Edaran Nomor 15 tentang Penyelenggaraan Salat Idul Adha dan Pelaksanaan Qurban tahun 1442H/2021M.

"Pada surat edaran tersebut telah menjelaskan bahwa Salat Idul Adha pada masjid atau lapangan yang berada di wilayah zona merah dan orange ditiadakan, sedangkan untuk zona hijau diperbolehkan dengan surat rekomendasi dari satuan gugus tugas Covid-19 setempat dan tetap menggunakan prokes ketat," ujar Adib.

Sedangkan untuk pemotongan hewan kurban, lanjutnya, dilaksanakan di Rumah Potong Hewan Ruminasia (RPH-R), apabila jumlah dan kapasitas terbatas dapat dilaksanakan di luar rumah potong hewan dengan ketentuan protokol kesehatan. "Alat potong yang digunakan tidak boleh bergantian dan pemotongan dilakukan terbatas hanya petugas dan disaksikan oleh yang berkurban," ujarnya. 

"Pendistribusian daging kurban juga dilakukan dengan mengantarkan langsung ke rumah warga oleh panitia sehingga tidak ada kerumunan masyarakat," ucapnya.

Maka dari itu, Adib, meminta kepada Ketua DMI Jawa Barat untuk membantu mensosialisasikan surat edaran tersebut kepada pengurus masjid atau DKM yang ada di Jawa Barat sehingga dapat memberikan informasi kepada masyarakat.

"Kita jadikan masjid sebagai sarana pusat informasi bagi masyarakat untuk mengetahui kebijakan pemerintah mengenai penyelenggaraan Salat Idul Adha dan pelaksanaan kurban di tengah Pandemi Covid-19 yang masih ada sampai saat ini," ujar Adib.

Adib juga menjelaskan bahwa dari awal Pandemi Covid-19, Kementerian Agama sudah menggerakkan para penyuluh agama untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya Covid-19 dan mentaati protokol kesehatan.

"Gerakkan penyuluh agama ini dilakukan tidak hanya memberikan edukasi langsung kepada masyarakat, tetapi juga menggunakan media sosial dan media lainnya yang dapat menjangkau masyarakat lebih luas. Tentunya para penyuluh ini juga membuat konten yang dapat menarik perhatian masyarakat," kata Adib.

Adib juga menyambut positif inisiasi dari Kabinda Jabar dan DMI Jabar mengenai materi dakwah yang berisikan mengenai bahayanya penyebaran Covid-19 dan pentingnya melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat.

"Tindaklanjut dari hasil pertemuan hari ini akan diadakan pertemuan dengan para penyuluh agama dan tokoh agama yang tidak hanya dari Umat Islam tetapi juga agama lainnya yaitu Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Kong Huchu," pungkas Adib.

Kontributor: Novam Scorpiantrien


Dibaca: 56 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter