Apa Yang Harus Diperhatikan Siswa Selama Masa Belajar Dari Rumah?

Apa Yang Harus Diperhatikan Siswa Selama Masa Belajar Dari Rumah?

Oleh :

Utik Kaspani,S.P.

(Guru MTs. Nurul Huda Palabuhanratu)

 

Pandemi Corona Virus yang juga dirasakan oleh pihak sekolah benar-benar melahirkan cerita yang luar biasa. Saat pintu-pintu kelas tak lagi boleh dibuka, terpaksa pembelajaran dialihkan di rumah (belajar dari rumah). Dan teknologi komunikasi menjadi salah satu sarana penghubung yang banyak digunakan untuk mempermudah proses pembelajaran secara vitual ini.

Disatu sisi tentu punya nilai lebih dalam mempermudah komunkasi yang ada. Namun di satu sisi yang lain ada sedikit cerita yang mungkin kurang enak dalam penerimaannya. Khususnya pada diri seorang guru.

Tata cara dan etika siswa dalam berkomunikasi pada guru terkadang ada sedikit hal yang kurang etis. Baik dari segi teknis perbincangan, pemilihan waktu maupun tata bahasa. Hal ini tentu juga dipengaruhi banyak faktor. Baik itu faktor internal siswa seperti bagaimana latar belakang keluarga, usia maupun dari sisi pribadi siswa itu sendiri. Demikian halnya dengan faktor luar, seperti bagaimana lingkungan tempat siswa tersebut tinggal atau pola pergaulannya setiap hari tentu sangat berpengaruh.

Menjalin komunikasi yang aktif dengan pihak guru tentu hal yang penting dalam proses pembelajaran dari rumah. Namun tentunya ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan siswa maupun pihak wali siswa dalam etika berkomunikasi. Hal-hal yang perlu diperhatikan tersebut antara lain:

1.      Pemilihan waktu yang tepat.

Acapkali penulis pun sering mendapatkan pertanyaan baik dari pihak anak maupun wali siswa tanpa memperhatikan waktu yang tepat. Tentu pemiilihan waktu yang tepat sangat perlu diperhatikan.

 

Bisa jadi waktu disaat kita menghubungi Bapak/Ibu Guru adalah waktu merekan tengah beristirahat, atau mungkin waktu tengah melaksanakan ibadah. Mungkin terkesan sepele, dan bahkan mungkin Bapak/Ibu Guru tidak pernah mempermasalahkan hal ini.

 

Namun sebaiknya kita sebagai pihak yang pertama kali menghubungi harus benar-benar paham akan hal tersebut. Di satu sisi tentu Bapak/ Ibu Guru dengan tanggung jawabnya pasti akan tetap menjawab kapan pun dihubungi oleh siswanya. Namun mungkin terkadang bisa jadi akan sangat menganggu, apalagi jika diluar jam belajar pada umumnya. Walaupun bisa jadi hal semacam ini tidak banyak dipermasalahkan oleh masing-masing guru.

 

2.      Penggunaan bahasa.

Pemilihan kata dalam memulai percakapan perlu diperhatikan. Terkadang siswa sering menyamaratakan seakan tengah berbincang dengan kawan sepermainannya. Disinilah peran penting orang tua dalam mengawasi anak-anaknya.

 

Kepada siapa kita berbicara, perlu diperhatikan pemilihan diksi dan etika norma yang berlaku secara umum tentunya. Dan untuk mengawali pembicaraan, ada baiknya juga menanyakan terlebih dahulu apakah Bapak/Ibu yang sedang dihubungi sedang sibuk atau tidak. Hal ini terutama jika kita selaku siswa atau wali siswa menghubungi pihak guru diluar jam belajar seperti hari biasanya.

 

3.      Mengenalkan identitas diri

 

Perlunya memperkenalkan diri tentu agar guru tidak menebak-nebak dengan siapa ia tengah berbincang. Jika siswa atau wali siswa menyebutkan identitas dirinya, tentu guru dapat lebih fakus terhadap persoalan yang tengah diperbincangkan. Dan mengingat jumlah siswa yang ditangani oleh seoarang guru tentu dalam jumlah yang tidak sedikit.

 

Tidak ada salahnya juga apabila kita menyertakan foto yang jelas sebagai identitas diri dalam aplikasi komunikasi yang kita gunakan. Tapi terkadang masih banyak juga siswa yang menggunakan nama dengan ejaan yang sulit untuk dibaca, alias menggunakan bahasa gaul yang mungkin agak sulit untuk dipahami oleh guru.

 

4.      Berikan salam.

 

Pengucapan salam diawal membuka percakapan terkadang sering terlupakan. Ntah karena terlalu fokus pada hal yang ingin dibicarakan atau mungkin  memang belum menjadi pembiasaan semata. Jika yang kedua adalah alasannya, maka proses komunikasi karena belajar dari rumah ini dapat menjadi ajang pembiasaan yang baik untuk berlatih. Tidak ada yang sulit bukan?

 

5.      Singkat padat dan jelas.

 

Penyampaian pertanyaan pada guru sebaiknya singkat padat dan jelas. Selain terkait waktu, bisa jadi yang bertanya bukan saja satu dua orang tapi ada beberapa lagi yang lain dalam waktu yang bersamaan.

 

6.      Perhatikan penggunaan kata ganti penyebutan untuk kata ganti orang pertama dan kedua.

 

Sepintas lagi-lagi terlihat sepele. Namun sekali lagi, tentang rasa pemilihan sebuah diksi dalam percakapan tentu sangat penting artinya. Walaupun sekali  lagi, barangkali banyak diantara Bapak/Ibu Guru tak banyak yang  mempermasalahkannya. Jangan sekali-kali menggunakan bahasa gaul atau prokem. Tentu hal ini kurang etis. Gunakan kata saya atau dengan menyebutkan nama panggilan yang biasa dikenal oleh guru.

 

7.      Ucapan terima kasih.

 

Usai dengan semua yang kita maksud selesai, jangan lupa ucapkan terima kasih. Dalam hal ini bukan berarti Bapak/ Ibu Guru pribadi yang gila hormat. Namun lebih pada pembiasaan yang akan menjadi pendidikan karakter yang akan terus dibawa oleh siswa.

 

Pun demikian jika pihak wali siswa yang melakukannya. Tentu akan menjadi role model terbaik bagi anak-anaknya. Jadi apapun yang dilakukan oleh orang tuanya akan menjadi contoh terbaik yang akan ditirukan oleh anak-anaknya. Untuk itulah kehati-hatian sangat diperhatikan dalam melakukan tindakan apapun. Terlebih pada anak-anak yang masih berada di usia yang cukup dini.

Pergeseran nilai dalam etika dan tata krama sopan santun yang  mulai terkikis secara sadar atau tidak benar-benar menjadi bahan keprihatinan tersendiri bagi penulis. Dari beberapa hal yang telah penulis sebutkan diatas tentu sangat sejalan dengan tujuan dari kurikulum darurat yang diberlakukan selama masa pandemi ini. Utamanya terkait tentang pengembangan karakter siswa. Menekankan pada pengembangan karakter, akhlaq mulia, ubudiyah, dan kemandirian siswa.

Penulis sangat menyadari tentu masih banyak kekurangan baik dari segi konten maupun dari teknis penulisan. Untuk itu penulis sangat mengharapkan adanya kritik dan masukan yang membangun terhadap tulisan ini. Tak lupa penulis pun sangat terbuka atas diskusi lanjutan yang dapat kita bangun.

Semoga dengan sedikit ulasan diatas dapat menjadi bahan renungan, dan bahan bacaan yang bermanfaat baik bagi siswa, wali siswa, maupun para guru sendiri yang nota bene juga sebagai wali siswa bagi anak-anaknya di rumah. Bukankah sejatinya, bahasa dan ucapan seseorang mencerminkan sisi kepribadian dari orang tersebut?

 

 

 

 

 

 


Dibaca: 60 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter