Apa Perlu Humas Kepo?

Apa Perlu Humas Kepo?

Oleh :

Utik Kaspani,S.P.

(Guru MTs. Nurul Huda Palabuhanratu)

Apa perlu seorang humas kepo? Apa perlunya seorang humas kepo? Perlu sekali, dan harus. Memang harus kepo? Harus, sekali lagi harus…Kenapa harus? Sebelum kita membahas lebih lanjut mengapa seorang humas yang juga mempunyai tugas  utama sebagai seorang guru harus kepo. Kepo meminjam istilah masa kini yang menggambarakan tentang rasa ingin tahu. Walau dari apa yang saya tangkap, kepo terkadang cenderung mengarah pada hal yang kurang baik.

Tentu saja  dalam bahasan saya saat ini tidak akan membahas kepo dalam makna yang negatif. Bahasan kepo yang saya maksud tentu berkaitan erat dengan tugas kedinasan seorang humas. Bagaimana kepo yang harus dimaknai oleh seornga humas. Apa arti penting kepo bagi seorang humas pemula seperti saya.

Terlepas dari baru seumur jagung manah baru ini saya emban, tentu kekepoan seorang humas mutlak dibutuhkan. Sekali lagi, bahasan makna kepo disini tidak menggiring pada mkan yang kurang baik. Meskipun saya sering menangkapnya bahwa istilah kepo yang tengah kekinian di kalangan milenial lebih bermakna pada hal yang kurang baik. Cenderung menelisik pada ranah pribadi yang tentu saja sangat tidak disarankan.

Tapi….menurut saya, seorang guru yang juga merangkap sebagai seorang humas, harus kepo. Kepo apa saja yang harus dimiliki dan diketahui oleh seorang humas?

1.  KEPO (Knowing Every Particular Object)

Sebagai bagian dari arus informasi yang berpuat pada humas, tentu humas harus memahami seluk beluk lembaga yang menaunginya. Jangan sampai ditanya ini itu tidak memahaminya. Setidaknya, humas adalah garda terdepan performa dari sebuha lembaga atau institusi.  Patut dipertanyakan jika seornag humas serba tidak tahukan? Jangan-jangan kinerjanya…jadi, KEPO disini tentu terkait hal-hal positif demi memberikan citra yang baik bagi lembaga.

 

2.  Keep Positive

Seyogyanga seorang guru wajib memiliki kepribadian yang positif dan baik. Selalu berfikir dan berperasaan yang positif pula. Terutama guru sebagai role model utama bagi anak-anak selama berada di sekolah tentu, kepo yang satu ini akan menjadi contoh langsung bagi anak-anak.

 

3.  Keep Protecting

Sebagai pengganti orang tua selama berada di sekolah, tentu guru harus bisa memberikan jaminan perlindungan bagi anak-anak. Sekolah yang merupakan rumah kedua bagi anak-anak sudah selayaknya memberikan jaminan keamanan dan perlindungan yang dapat dipertangungjawabkan.

Demikian halnya dengan seorang humas. Keep protecting yang dimaksudkan harus bisa memilah dan memilih mana-mana yang harus disampaikan dan tidak, serta mampu menjaga kerahasiaan sesuai dengan kode etik yang telah disepakati.

 

Dari tiga ulasan diatas, tentu makna kepo tidak mengarah pada hal-hal yang sifatnya mengatif. Apalagi sampai menjurus pada ranah pribadi. Pengetahuan tentang ketiga hal tersebut diatas sudah tentu menjadi hal penunjang keberhasilan kita dalam menjalankan fungsi kehumasan di madrasah.

 

Masukan dan saran membangun tentu saja sangat saya harapkan dari para pembaca semua. Karena saya menyadari, tulisan ini masih jauh dari mendekati sempurna. Saya pun sangat terbuka dengan diskusi lanjut yang dapat kita bangun demi perbaikan tulisan ini kedepan. Mohon maaf atas banyak kekurangan baik secara konten maupun teknik penulisan.

 

Semoga sehat, damai dan berkah penuh dengan limpahan kasih dan sayang-Nya terus membersamai kita dalam semangat menebar kebaikan. Gusti mberkahi…

 


Dibaca: 29 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter