81 Penyuluh Agama Islam Non Pns Kemenag Pangandaran Terima SK P3K

81 Penyuluh Agama Islam Non Pns Kemenag Pangandaran Terima SK P3K

Pangandaran (INMAS Kemenag Pangandaran)

Sebanyak 81 orang Penyuluh Agama Islam Non PNS dilingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangandaran menerima surat keputusan (SK) pengangkatan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) masa tugas 2020 s.d 2024 dengan diberikan honorarium sebesar 1 juta rupiah setiap bulannya.

Pemberian SK bertepatan dengan kegitan pembinaan dan peningkatan kompetenai penyuluh agama melalui metode dakwah media sosial, yang digelar Jum’at, (5/3/2020) di Ballroom Hotel Sinar Rahayu 3 Pantai Barat Pangandaran.

SK pengangkatan kepada puluhan Penyuluh Non PNS yang mengikuti tes sejak 2019 diserahkan langsung Kepala Kemenag Kabupaten Pangandaran Dr. H. Cece Hidayat, M.Si disaksikan Kepala Seksi Bimas Islam H. Komar Ismail, MM, Kasubag Bina Mental Setda Kabupaten Pangandaran, Yanyan, S.Ag, serta seluruh Kepala KUA Se-Kabupaten Pangandaran.

Mengawali sambutannya, H. Cece langsung mengucapkan selamat menjalankan tugas kepada 81 PAI Non Pns, “Selaku kepala kantor mengucapkan selamat kepada para Penyuluh Agama yang telah diberikan amanah, itu artinya puya tanggung jawab besar bagaimana agar tugas dan fungsi penyuluh agama benar-benar dilaksanakan sebagaimana mestinya dan dengan penuh tanggung jawab” ungkap Cece

Dirinya berharp para penyuluh yang baru menerima SK dapat menunjukkan kinerja dan dedikasi bagi institusi Kementerian Agama.

“Kita akan terus pantau kinerjanya, segera laporkan kepada kami apabila ada penyuluh agama yang tidak koperatif, karena masih banyak orang yang ingin menjadi PAI Non Pns walaupun tidak menjamin untuk diangkat menjadi CPNS,” ungkap Cece.

Cece menambahkan Penyuluh agama sebagai ujung tombak, dan garda terdepan Kementerian Agama, punya tugas menyampaikan program-program Kementerian agama melalui bahasa agama, oleh karena itu tugas penyuluh agama tidak sebatas pada ranah agama dan keagamaan semata.

“Tidak hanya fokus oada masalah keagamaan saja, tapi bidang pendidikan pun bapak dan ibu harus tahu jangan sampai ranah pendidikan madrasah, urusan haji dan umrah bukan urusan penyuluh, makannya penyuluh agama wajib hadir di KUA menerina informasi kekinian terkait program Kementerian Agama dari kepala KUA jangan samapai datang ke KUA 1 bulan sekali” tegasnya.

Cece menambahkan, saat ini Isu radikalisme menjadi pokok bahasan bimas islam, isu ini sudah merambat kesetiap lembaga baik formal maupun non formal, oleh sebab itu dirinya minta Penyuluh Agama melakukan pengawasan, dan pembinaan kepada setiap majelis talim.

“Majelis talim lembaga yang paling mudah dimasuki kelompok-klompok radikalisme, jangan sampai ada majelis talim yang melakukan pengajian tengah malam namun hanya untuk klompok dan orang tertentu,”tegasnya.

Sementara Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, H. Komar Ismail, MM mengungapkan, 81 penyuluh itu kata dia meraka yang sudah lolos mengikuti tahapan evaluasi dan sekelsi.

H. Komar menambahkan, saat ini jumlah PAI Non Pns di Kabupaten Pangandaran sebanyak 81 orang, meskipun tidak sesuai dengan jumlah desa yang ada, dirinya berharap kedepan PAI bisa berbasis desa.

“Kalo melihat desa yang ada di Pangandaran sebayak 93 desa, jadi terdapat kekurangan kalo dibandingkan dengan jumlah desa yang ada” ujarnya.

Ditempat terpisah, penyuluh agama islam Non Pns kecamatan Sidamulih, Dani Ruhiyat saat ditanya Inmas mengungkapkan, dirinya sudah hampir 9 tahun menjadi Penyuluh Agama Islam.

“Terhitung SK pertama tahun 2014 dan sekarang dari 2020 s.d 2024, meskipun satatus Non Asn, kita tetap harus punya loyalitas, tanggungjawab, kredibilitas, integritas terhadap program kementerian agama, terutama terkait dengan spesifikasi kinerja penyuluh di wilayah kecamatan berkaitan dengan bidang agama dan keagamaan,” uangkap Dani usai menerima SK.

Diketahui setiap penyuluh agama pada masing-masing kecamatan memiliki 8 garapan khusus, yaitu pmberantasan buta huruf al-qur’an, perkawinan dan kelaurga sakinah, zakat, wakaf, kerukunan umat beragama, pemberantasan narkoba dan HIV/AIDS, radikalisme dan aliran sempalan, dan produk halal.

Kontribusi : Andri Nazarudin


Dibaca: 4.760 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter