7 Doa yang Perlu Dihapal pada Bulan Ramadhan

7 Doa yang Perlu Dihapal pada Bulan Ramadhan

Oleh

Mahbub Penyuluh Fungsional Kecamatan Arjasari Kab. Bandung

 

Bulan ramadhan begitu istimewa dengan banyak keutamaannya, di mana Allah SWT sangat dekat kepada para hambanya. Ketika ibadah kita sangat diperhatikan oleh Allah, begitu juga balasannya dilipatgandakan oleh-Nya. Doa kita dinanti dan dikabulkan oleh Allah SWT, insyaallah.

Doa adalah intisarinya ibadah. Doa adalah senjatanya orang beriman. Doa adalah cahaya dari kegelapan hati, dikubur, di shirat, di masyar, di hisab, di akhirat, hingga masuk surga. Orang yg enggan berdoa termasuk golongan fasiq, munafiq dan Kufur.

Umar Bin Khattab menuturkan, Engga peduli buat saya doa mau di ijabah atau tdk, saya akan terus berdoa kpd-Nya, karna doa itu adalah bukti kehambaan, kehinaan, kerendahan dan ketawaduan manusia di sisi-Nya.

Alhamdulillah doa kita untuk dapat dipertemukan kembali dengan Ramadhan telah dikabulkan Allah SWT. Walaupun masih pandemi covid 19. Kita tetap harus optimis, senang dan bahagia.

Bulan ini merupakan bulan yang sangat baik untuk shalat taraweh, tadarus Quran, sedekah, berbagi, muhasabah dan perbanyak doa. Sebab, di bulan Ramadhan  Allah akan mengabulkan doa-doa hamba-Nya.

Doa-doa apa saja yang akan dikabulkan oleh-Nya? Sejatinya, doa apapun termasuk yang tidak menggunakan bahasa Arab, dibolehkan. Namun bila ingin mantap dan ikut sunnah di anjurkan menggunakan bahasa arab, berikut ini saya rangkum * 7 doa yang dapat kita hapal dan baik untuk dipanjatkan seluruh anggota keluarga Stay At Home selama bulan Ramadhan.

1. Doa Niat Berpuasa

Niat membuat kita kuat. Segala sesuatu yang kita mulai dengan niat tentu akan dapat dikerjakan dengan lebih mudah. Sebaliknya, tanpa niat mungkin kita jadi sulit menjalaninya. Itulah kenapa, membaca niat sebelum berpuasa sangat penting. Tempatnya niat dlm hati. Menurut mazhab imam syafii boleh melafdzkan niat, yaitu doanya:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

(Nawaitu Shauma Ghodin ‘an adaa’I fardhi syahri romadhoona haadzihis sanati lillahita’ala)

Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala”

2. Doa Berbuka Puasa

Awali puasa kita dengan doa, dan panjatkan doa juga untuk mengakhirinya. Doa berbuka penting karena merupakan cara untuk bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan. Tidak hanya itu, waktu sebelum berbuka juga merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa. Ada dua doa yg boleh di amalkan saat berbuka, yaitu :

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

(Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimin)

Artinya: “Ya Allah karena-Mu aku berpuasa. Dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka dengan rahmatmu, wahai Allah Tuhan Maha Pengasih”

Selain doa tersebut di atas, kita juga boleh  membaca doa berbuka berikut ini:

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

(Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah-ed)

Artinya: “Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki”

3.Doa Niat Salat Tarawih

Ramadhan tanpa salat tarawih, rasanya kurang. Apalagi salat tarawih merupakan salah satu praktik untuk menghidupkan malam Ramadhan (qiyamu Ramadhan). Karena itu, lakukanlah salat tarawih meski kali ini kita tidak bisa melakukannya di masjid. Melakukan salat tarawih sendiri atau berjamaah dengan anggota keluarga di rumah. Sebelumnya, jangan lupa membaca doa niat salat tarawih juga dalam hati atau mau di lafdzkan, yaitu :

- Doa niat salat Tarawih berjamaah:

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

(Ushalli sunnatat taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’muman lillahi ta’aalaa)

Artinya: “Aku niat Salat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala”

- Doa niat salat Tarawih sendiri: 

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

(Usholli sunnatattarowihi rok’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala)

Artinya: “Aku niat Salat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala”

Doa niat salat Tarawih sebagai Imam: 

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

(Ushollii sunnatat-taraawiihi rok’ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta’alaa)

Artinya: “Aku niat sholat sunnah tarawih dua raka’at menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

4. Doa Niat Salat Witir

Tidak hanya sebelum salat tarawih, sebelum salat witir pun kita diharuskan melaksanakan rukun sholat yang pertama yaitu niat. Berikut doa yang dapat dibaca.

- Doa niat salat Witir – 1 rakaat: 

اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِرَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًاِللهِ تَعَالَى

(Ushallii sunnatal witri rok ‘atan mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman / imaman) lillaahi ta’alaa)

Artinya: “Saya niat sholat witir satu rakaat menghadap qiblat menjadi makmum karena Allah ta’alaa"

- Doa Niat salat Witir – 3 rakaat:

اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

(Ushallii sunnatal witri tsalaasa roka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman/imaman) lillaahi ta’alaa)

Artinya: “Aku berniat shalat witir tiga rakaat menghadap kiblat menjadi (ma’muman/imaman) karena Allah ta’alaa”

5. Doa Selesai Salat Tarawih dan Witir

Setelah menunaikan salat tarawih dan witir, awali doa dengan membaca dzikir dengan jahar atau sir,  berikut ini:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسُ

(Subhaanal malikil qudduus)

Artinya: "Maha Suci Engkau yang Maha Merajai lagi Maha Suci dari berbagai kekurangan”

Menurut hadits An Nasai dan Ahmad, sebaiknya kita membaca dzikir ini sebanyak 3x.

Setelahnya, kita dapat membaca doa yang lazim dibaca para ulama NU dan dikenal dengan sebutan “doa kamilin” : 

اَللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبَالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلى سَرِيْرِالْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْن. مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا. ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّهْرِالشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَلاَتَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِه وَصَحْبِه أَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

(Allâhummaj‘alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ‘ilîn. Wa lima ‘indaka thâlibîn. Wa li ‘afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa ‘anil laghwi mu‘ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil ‘âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ’I râdlîn. Wa lin na‘mâ’I syâkirîn. Wa ‘alal balâ’i shâbirîn. Wa tahta liwâ’i muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ’irîna wa alal haudli wâridîn. Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa minan nâri nâjîn. Wa 'alâ sariirl karâmati qâ'idîn. Wa bi hûrun 'in mutazawwijîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha‘âmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa ka‘sin min ma‘în. Ma‘al ladzîna an‘amta ‘alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shâlihîna wa hasuna ulâ’ika rafîqan. Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîman. Allâhummaj‘alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas su‘adâ’il maqbûlîn. Wa lâ taj‘alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma‘în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn)

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."

Bisa juga membaca doa ini yg sering di baca oleh generasi salafus sholeh : 

اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْـأَلُكَ اِيْمَانًا دَائِمًا، وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا، وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا، وَنَسْأَلُكَ عَمَلاً صَالِحًا، وَنَسْأَلُكَ دِيْنًاقَيِّمًا، وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيْرًا، وَنَسْأَلُكَ Dibaca: 35 Kali


Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter