5 Bahasa Cinta dalam Berumah tangga

5 Bahasa Cinta dalam Berumah tangga

5 Bahasa Cinta dalam Berumah tangga

Menjalani biduk rumah tangga bukanlah perkara yang mudah. Dalam perjalannanya tentu akan banyak gelombang yang datang menerjang baik gelombang kecil maupun gelombang besar. Namun demikian, jika antara pemimpin dan penumpang biduk itu saling kerjasama, bahu membahu dalam menyelesaikan masalah, maka niscaya biduk akan dapat berjalan kembali dengan baik.
Berumah tangga mungkin menyatukan dua orang yang sangat berbeda dalam segala hal, dari sisi karakter, kebiasaaan, maupun kesukaan. Ada yang suaminya pendiam istrinya periang, ada juga sebaliknya suaminya periang namun istrinya pendiam. Kadang kala ada juga yang memiliki karakter yang hampir mirip. Apakah ada jaminan apabila karakter nya mirip maka keluarga akan aman, lancar, dan tidak ada perselisihan?.
Dr Gary Chapman, mengenalkan konsep “5 Bahasa Cinta”.  Konsep ini tertuang dalam bukunya bertajuk The 5 Love Languages, yang sudah terjual 12 juta di seluruh dunia dalam 50 bahasa. Apa saja 5 Bahasa Cinta tersebut
⦁    Kata-kata positif (Words of Affirmation)
Bagi setiap pasangan harus membiasakan mengucapkan kata-kata positif kepada pasangannya. Bagi yang tidak romantis, berlatihlah untuk bisa romantis. Terlebih apabila anda seorang suami. Istri itu sangat senang dengan pujian, dengan sanjungan. Coba latihlah untuk bisa mengucapkan kata-kata seperti, “Hai cantik”, “Mau pergi kemana istri sholihah”, “Masakanmu memang the best”. Bagi anda yang perempuan, jangan sungkan untuk menyampaikan kata-kata positif pada suami anda. “Bagiku, kamu selalu yang paling ganteng”,  “Sayangku, cintaku.. sudah makan siang belum?”. Yakinlah, jika kita sering mengucapkan kata-kata positif kepada pasangan, maka akan dapat menjaga benih-benih cinta selalu tumbuh subur dalam rumah tangga.
⦁    Waktu yang berkualitas (Quality Time)
Mengalokasikan waktu yang berkualitas kepada pasangan bukan berarti harus meluangkan waktu untuk jalan-jalan atau piknik ke luar bersama. Sesungguhnya hal itu bisa dilakukan baik di dalam maupun di luar rumah. Sebagai istri,  sempatkanlah untuk menemani suami saat sarapan atau makan malam,  dengarkanlah ceritanya, jangan bebankan suami dengan hal-hal berat pada dua waktu tersebut agar dia bisa semangat saat bekerja, dan agar malam hari bisa kembali fresh setelah berkutat dengan  kepenatan selama di tempat kerja. Bagi suami, luangkan waktu anda untuk mendengar keluh kesah istri anda. Karena istri anda perlu mengeluarkan 20ribu kata nya setiap hari. Atau ajaklah sekali-kali istri anda untuk memiliki we time dengan anda. Ajak belanja, makan atau nonton. Terlebih bagi istri yang tidak bekerja, bisa jadi istri anda butuh refreshing dari segala kesibukannya sebagai ibu, guru les, guru ngaji,  chef, laundry, dll.
⦁    Sentuhan Fisik (Physical Touch)
Sentuhan fisik bagi pasangan sebenarnya tidak hanya sentuhan di atas ranjang saat hubungan seksual. Ia bisa jadi berupa genggaman tangan, pelukan atau pelukan saat pasangan anda butuh kekuatan atau butuh perhatian. Suami bisa jadi bukanlah superman, adakalanya dia rapuh dan terjatuh sehingga istrinyalah yang harus memberikan support. Mungkin tidak perlu dengan kata-kata, cukup dengan pelukan hangat atau senyuman manis yang bisa menenangkan suami anda. Bagaimana dengan perempuan? Perempuan jika sudah diam tandanya sedang ada masalah. Seorang suami seharusnya sudah mengetahui sinyal ini. Dekatilah, tataplah matanya, genggam tangannya, peluklah, dan tanyalah dengan tulus apa yang terjadi. Mungkin dia tidak akan segera menjawab, malah mungkin merespon dengan  tangisan.  Biarkanlah sampai tangisnya mereda. Bisa jadi setelah itu dia hanya akan tersenyum tanpa menjelaskan apa yang terjadi, atau bisa pula akan menyampaikan penyebab diamnya. Berilah respon terbaik anda sebagai suami agar rumah tangga kembali bersinar dan ramai dengan suara istri anda.
⦁    Bantuan yang tulus (Acts of Service)
Membantu istri anda saat sedang kesibukan adalah bentuk bahasa cinta seorang suami. Mungkin bukan bunga ataupun tas baru yang diinginkan istri anda, tapi bantuan anda untuk mencuci pakaian kotor atau menyeterika pakaian. Alhamdulillah jika anda dikaruniakan rizki berlebih sehingga bisa menyediakan art bagi istri anda. Namun, jika anda masih belum sanggup, maka sekali-kali bantulah istri anda. Mungkin anda memang sibuk bekerja di kantor, tapi percayalah pekerjaan istri itu tidak ada jam kerjanya, bisa dibilang 24 jam sehari. Maka bahagiakanlah istri anda dengan mengulurkan bantuan ringan walo dengan menyeduhkan secangkir teh hangat bagi istri anda di pagi hari yang sedang kerepotan memasak dan mengurus keperluan domestik lainnya.
⦁    Menerima Hadiah (Receiving Gifts)
Saling memberi hadiah kepada pasangan akan menumbuhkan cinta. Hadiah tidak perlu yang mahal. Siapkanlah hadiah terutama pada moment-moment berharga seperti hari kelahiran pasangan, hari perayaan pernikahan, atau pun hari lainnya. Meskipun sederhana, niscaya penerima hadiah akan merasa senang jika diberi hadiah.
Dalam Islam, sesungguhnya Rasulullah SAW telah mengajarkan ini, beliau telah mempraktikan dalam kehidupan kesehariannya. Rasulullah selalu memanggil istrinya Aisyah dengan sebutan Ya Humaira, Wahai yang pipinya kemerah-merahan (kata-kata positif). Rasulullah pun pernah mengajak Aisyah untuk berlomba lari, hal ini menunjukkan Rasulullah selalu meluangkan waktu berkualitas dengan pasangannya . Rasulullah jika menegur istrinya tidak dengan kata-kata yang kasar, tapi dengan kata yang sangat bijak sehingga tidak menyakiti hati istrinya. Rasulullah pun tidak segan untuk membantu pekerjaan istrinya, bahkan Rasulullah menjahit sendiri pakainnya yang robek. Begitu mulianya ahlak Rasulullah. Semoga kita para pengikutnya mampu meneladani kemuliaan akhlak beliau dalam kehidupan berumah tangga.

Lia Dahliantini (Staf PD Pontren Kmenenag Kota Bogor)


Dibaca: 14 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter