29 Juni, Seluruh ASN Kemenag Kota Tasik Mulai Bekerja di Kantor

29 Juni, Seluruh ASN Kemenag Kota Tasik Mulai Bekerja di Kantor

Tawang (INMAS Kota Tasikmalaya)

Setelah hampir dua bulan melaksanakan sistem bekerja dari rumah, karyawan di lingkungan kerja Kementerian Agama Kota Tasikmalaya sudah mulai bekerja di kantor atau work from office (WFO) secara keseluruhan sejak 29 Juni 2020. Hal ini menyusul selesainya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Provinsi Jawa Barat. Adapun berdasarkan hasil evaluasi dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya siap menerapkan tatanan kebiasaan baru.

Kota Tasikmalaya saat ini sudah menjadi zona biru, setelah menerapkan PSBB selama 4 tahap atau selama 2 bulan. Evaluasi dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 diikuti oleh seluruh pemangku kepentingan di Kota Tasikmalaya setempat.

Sistem kerja dan pelayanan Kemenag Kota Tasikmalaya sudah mulai berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini diputuskan setelah Plt. Kemenag Kota Tasikmalaya, Drs. H. Usep Saepudin Muhtar, M.Pd. berdiskusi dengan Kasubag TU Kemenag Kota Tasikmalaya, H. Yayan Herdiana, M.Ag. pada Jumat (26/06).

Ditemui selesai pertemuan terbatas dengan Plt. Kantor, Kasubag TU memastikan pelayanan di kantor akan tetap optimal dengan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Dalam menjalani sistem kerja baru, setiap ASN wajib menggunakan masker saat WFO, menjaga jarak atau social/physical distancing saat bekerja, memiliki hand sanitizer di setiap meja kerja, dan menerapkan perilaku sehat di kantor.

Selain itu, masing-masing seksi wajib menyediakan fasilitas kesehatan sesuai protokol, yakni hand sanitizer dan wastafel atau tempat cuci tangan. Sebelumnya Kantor Kemenag Kota Tasikmalaya melaksanakan kerja piket secara berkala dan bergantian. Jumlah pegawai yang diperbolehkan datang ke kantor adalah 50 persen dari total seluruh pegawai.

Sementara yang bekerja dari rumah berlaku bagi pegawai yang memiliki kondisi kesehatan atau faktor komordibitas pegawai, seperti pegawai dengan kondisi hamil, memiliki penyakit penyerta seperti jantung, diabetes dan penyakit berat lainnya.


Kontributor : Shinta Wulan Anggraeni

Editor : Nunik


Dibaca: 4 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter