A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: dibaca

Filename: controllers/News.php

Line Number: 542

Backtrace:

File: /home/jabar/public_html/application/controllers/News.php
Line: 542
Function: _error_handler

File: /home/jabar/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Peringatan Wafat Yesus Kristus dalam Perspektif Islam: Meneguhkan Moderasi Beragama dan Toleransi

Pencarian

>

Peringatan Wafat Yesus Kristus dalam Perspektif Islam: Meneguhkan Moderasi Beragama dan Toleransi

Oleh: Maman (Penyuluh Agama Islam KUA Plumbon)

Peringatan wafat Yesus Kristus (Jumat Agung) merupakan momentum sakral bagi umat Kristiani untuk mengenang pengorbanan dan kasih. Dalam perspektif Islam, sosok Nabi Isa dipandang sebagai nabi dan rasul yang dimuliakan. Moderasi beragama sendiri adalah sikap beragama yang mengedepankan keseimbangan, toleransi, serta penghormatan terhadap perbedaan keyakinan, sehingga tercipta kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.

Secara historis, Islam hadir di tengah masyarakat yang plural dan mengajarkan nilai-nilai toleransi sejak masa Nabi Muhammad saw. Piagam Madinah menjadi contoh nyata bagaimana umat Islam hidup berdampingan dengan pemeluk agama lain secara damai. Dalam konteks ini, peringatan wafat Yesus Kristus dapat dipahami sebagai bagian dari realitas keberagaman yang harus dihormati, tanpa harus mengurangi keyakinan teologis masing-masing.

Al-Qur’an memberikan penjelasan tentang Nabi Isa dalam Surah An-Nisa ayat 157 yang menegaskan bahwa beliau tidak disalib sebagaimana keyakinan umat Kristiani, melainkan diangkat oleh Allah Swt. Namun, Islam tetap mengajarkan penghormatan kepada nabi-nabi terdahulu. Prinsip toleransi ditegaskan dalam Surah Al-Kafirun ayat 6, "Untukmu agamamu dan untukku agamaku." Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan harus disikapi dengan saling menghargai, bukan dengan konflik.

Dalam hadis disebutkan bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda, "Barang siapa menyakiti non-Muslim yang hidup berdampingan (dzimmi), maka aku menjadi lawannya pada hari kiamat." Perspektif ini diperkuat oleh pemikiran tokoh Islam seperti Quraish Shihab yang menekankan pentingnya moderasi beragama sebagai jalan tengah dalam menjaga persatuan bangsa. Menghormati peringatan keagamaan umat lain merupakan bagian dari etika sosial dalam Islam.

Dengan demikian, peringatan wafat Yesus Kristus dalam perspektif Islam bukanlah persoalan teologis semata, melainkan juga momentum sosial untuk memperkuat nilai moderasi beragama. Sikap saling menghormati, menjaga kerukunan, dan menjunjung tinggi kemanusiaan menjadi kunci utama dalam kehidupan berbangsa dan beragama. Kesimpulannya, Islam mengajarkan umatnya untuk tetap teguh dalam akidah, tetapi terbuka dan toleran terhadap perbedaan, sehingga tercipta kedamaian yang berkelanjutan.

 

Referensi:

Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 157 dan Surah Al-Kafirun ayat 6: Landasan teologis mengenai pandangan Islam terhadap Nabi Isa serta prinsip dasar toleransi antarumat beragama.

Hadis Riwayat Abu Dawud: Dalil larangan menyakiti non-Muslim (dzimmi) dan kewajiban hidup berdampingan secara damai.

Quraish Shihab: Pemikiran tokoh ulama mengenai pentingnya moderasi beragama sebagai jalan tengah merawat persatuan.

Sejarah Islam (Piagam Madinah): Rujukan historis mengenai kerukunan dan jaminan kebebasan beragama di masa Rasulullah saw.