Rabu, 23-10-2019 | 11:42:56

Pengelolaan Pembelajaran Bagi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus di Madrasah

Oleh :

Eri Farihah, S.Pdi,M.Pd

(Guru MTs.N 3 Sukabumi)

 

Implementasi Pendidikan inklusif di Madrasah merupakan sebuah program yang sebenarnya telah menjadi filosofi pendidikan dalam dunia pendidikan madrasah, karena penerimaan atas perbedaan yang ada telah menjadi filosofi dari keberlangsungan dunia pendidikan madrasah. Perwujudan madrasah inklusif menurut penulis merupakan sesuatu yang memang sudah berjalan sejak madrasah itu ditetapkan sebagai satuan pendidikan formal yang ikut mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia sejak beberapa tahun yang lalu.

Tantangan terbesar madrasah yang mendeklarasikan diri sebagai madrasah penyelenggara pendidikan inklusif adalah keragaman peserta didiknya. Peserta didik berkebutuhan khusus merupakan bagian terpenting dan menjadi tolak ukur keberlangsungan madrasah penyelenggara pendidikan inklusif karena mereka merupakan faktor terpenting kajian tentang suatu individu yang harus diperhatikan dalam pemberian layanan dan bimbingan pada proses belajar mengajar sebuah madrasah inklusif.

Peserta didik berkebutuhan khusus bukan hanya mereka yang secara kasat mata terlihat mengalami hambatan secara fisik ataupun penyandang disabilitas, akan tetapi setiap anak yang mengalami hambatan dan kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran dan membutuhkan bimbingan serta layanan yang berbeda dengan peserta didik pada umumnya. Peranan guru dalam membimbing dan melayani peserta didik ibarat seorang koki yang harus siap meramu semua bahan yang ada menjadi sebuah resep makanan yang siap dinikmati peminatnya sesuai dengan selera dan kebutuhannya. Oleh karenanya pendidik pada madrasah inklusif harus memiliki kompetensi dalam menentukan layanan yang tepat pada peserta didik berkebutuhan khusus.

Proses menemukenali kebutuhan setiap peserta didik dilakukan melalui alur IAP atau identifikasi, asesmen dan penempatan. Proses identifikasi merupakan tahap praduga terhadap kebutuhan peserta didik, sedangkan proses asesmen merupakan proses yang terdiri atas penyaringan, penentuan, perencanaan pembelajaran, memonitor kemajuan siswa dan evaluasi program. Dan terakhir proses penempatan merupakan proses penentuan layanan yang diberikan dengan melakukan desain program pembelajaran.

Kaitannya dengan pengelolaan pembelajaran  bagi peserta didik berkebutuhan khusus dalam kajian penelitian yang penulis lakukan ditemukan fakta bahwa tidak terdapat perbedaan secara signifikan bagaimana proses pengelolaan pembelajaran peserta didik berkebutuhan khusus dengan peserta didik pada umumnya. Artinya antara pengelolaan madrasah reguler dengan madrasah inklusif tidaklah terdapat perbedaan yang begitu mendasar, yang menjadikannya nampak berbeda adalah adanya perhatian khusus pada setiap hambatan yang dialami peserta didik pada saat pembelajaran dan bagaimana guru meramu dan mendesain layanan dalam mengatasi hambatan yang dialami peserta didik.

Begitupun halnya dengan standarisasi pendidikan baik pendidikan secara umum ataupun pendidikan inklusif .yang menjadikannya berbeda adalah adanya kurikulum yang diadaptasi, kelulusan dan penilaian yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik, dan sarana prasarana yang lebih aksesibel untuk semua peserta didik tanpa terkecuali, serta pendidik dan tenaga kependidikan yang harus lebih memahmi nilai dari keberagaman dan perbedaan kemampuan pesertadidiknya.

Pengelolaan pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus membutuhkan perencanaan dan strategi yang matang, perencanaan yang disepakati bersama  yang disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan peserta didik. Pengorganisasian yang terstruktur dan terorganisir dengan pembagian tugas yang jelas dalam pemberian bimbingan dan layanan bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Proses belajar mengajar yang berorintasi pada penetapan  target kemampuan yang diinginkan sesuai dengan bobot materi dan kemampuan serta karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus. Dalam segi pengawasan dan evaluasi diperlukan suatu upaya kontinuitas atau keberlangsungan layanan yang diberikan, keberhasilan diukur dari adanya perubahan perilaku dan peningkatan kemampuan peserta didik berkebutuhan khusus serta keseluruhan aspek perkembangan kemampuan dan pengetahuan yang diperoleh.

Dengan memahami bahwa pengelolaan pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus merupakan suatu hal yang biasa dilakukan pada proses pembelajaran yang biasa para pendidik lakukan, dengan terus meningkatkan kompetensi sebagai pendidik yang mampu mengenali setiap kebutuhan dan hambatan yang dialami pesertadidiknya tidaklah menjadi sebuah kemustahilan semakin berkurangnya anak bangsa yang tidak memperoleh pendidikan. selain itu setiap bakat dan minat serta kemampuan tersembunyi peserta didik akan dapat digali secara maksimal, sehingga perwujudan madrasah hebat dan bermatabat dapat dirasakan dan dilakukan oleh siapapun tanpa terkecuali.