Senin, 20-11-2017 | 13:47:30

Hari Pahlawan Lahir dari Hari Santri

oleh: Taupik Hidayat (Inmas Kemenag Kab. Majalengka)

Beberapa hari yang lalu, segenap elemen bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November 2017. Tanggal 10 November begitu spesial bagi Bangsa Indonesia, pasalnya pada tanggal tersebut terjadi peristiwa heroik yang menentukan eksistensi dan nasib Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang tercinta ini.

Peristiwa heroik tersebut merujuk pada pertempuran antara Arek-Arek Suroboyo melawan pasukan Netherlands-Indies Civil Administration/NICA. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa semangat juang dan patriotisme arek arek Suroboyo tersebut  lahir dari semangat jihad yang digelorakan oleh kaum santri melalui resolusi jihad. Sejarah mencatat, pertempuran 10 November 1945 yang sangat heroik itu tidak akan pernah ada tanpa ada Resolusi Jihad yang diprakarsai oleh kaum santri di Kampung Bubutan, Surabaya pada tanggal 22 Oktober 1945.

Resolusi Jihad yang dibacakan pada tanggal 22 Oktober, selang 20 hari dari Hari Pahlawan 10 November menunjukkan bahwa kaum santri memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Bangsa ini. Pada tanggal 22 Oktober 1945 Pahlawan Nasional KH Hasyim Asy’ari membacakan seruan yang berisikan perintah kepada umat Islam untuk berperang (jihad) melawan tentara Sekutu yang ingin menjajah kembali wilayah Republik Indonesia pasca-Proklamasi Kemerdekaan. Dari situlah muncul semangat jihad yang luar biasa, muncul semangat nasionalisme yang tinggi dan mereka tampil sebagai garda terdepan dalam mempertahankan NKRI. Bagi Santri NKRI harga mati. Melihat begitu besarnya peran kaum santri dalam perjuangan kemerdekaan bangsa ini, tak berlebihan jika Presiden Joko Widodo secara resmi menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional melalui Keppres No.22 Tahun 2015.

Point penting catatan singkat ini adalah penetapan hari Pahlawan pada tanggal 10 November tak lepas dari tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Santri memiliki  peran besar dalam berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan serta menjaga keutuhan NKRI. Hari santri dan Hari pahlawan bagaikan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan, keduanya memiliki hubungan yang kuat dan menjadi satu kesatuan paket dalam sejarah. Satu paket Hari Pahlawan dan Hari Santri itu memiliki makna, semangat kebangsaan dan nonsektarianisme harus didorong lebih kuat untuk melampaui gejala primordialisme yang bisa kapan saja mengancam bangunan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan Indonesia. “Santri adalah pahlawan sebenarnya”.

"SELAMAT HARI PAHLAWAN TAHUN 2017"