Kota Bandung (KEMENAG)
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Program Pendidikan Madrasah bagi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) se-Jawa Barat, Senin (6/4), di Aula PSBB MAN 1 Kota Bandung. Kegiatan ini diikuti oleh 77 kepala madrasah aliyah negeri sebagai upaya memperkuat sinergi dan kualitas pendidikan madrasah di Jawa Barat.
Dalam kegiatan tersebut, sambutan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat disampaikan oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, H. Usep Saepudin Muhtar. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam mendorong kemajuan madrasah.
“Saya mengajak seluruh kepala madrasah untuk bersama-sama menjadikan madrasah sebagai lembaga pendidikan unggulan yang menjadi pilihan utama masyarakat,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa penguatan pendidikan madrasah harus selaras dengan program prioritas Kementerian Agama, di antaranya peningkatan kerukunan umat beragama, penguatan ekoteologi, pengembangan pendidikan unggul yang ramah dan terintegrasi, serta digitalisasi tata kelola pendidikan. Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat ditentukan oleh inovasi dan kesiapan madrasah dalam mengembangkan program unggulan masing-masing.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan berbagai capaian dan program strategis pendidikan madrasah di Jawa Barat. Ia mengungkapkan bahwa saat ini sebanyak 29 madrasah aliyah negeri telah mengajukan diri sebagai madrasah unggulan, sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan.
Selain itu, ia menyebutkan bahwa prestasi siswa madrasah aliyah negeri terus menunjukkan tren positif. “Sebanyak 1.345 siswa madrasah aliyah negeri di Jawa Barat berhasil lolos seleksi perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi dan diterima di 64 perguruan tinggi negeri di Indonesia,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa berbagai program prioritas terus dioptimalkan, mulai dari tunjangan profesi guru, bantuan operasional pendidikan, akreditasi madrasah, hingga implementasi kurikulum berbasis cinta. Ia menekankan bahwa seluruh program tersebut memerlukan dukungan data yang akurat dan terintegrasi.
Menurutnya, sinkronisasi data lembaga, siswa, guru, dan tenaga kependidikan menjadi kunci utama dalam memastikan efektivitas kebijakan serta ketepatan penyaluran anggaran pendidikan.
“Kami terus mendorong madrasah untuk berinovasi, memperkuat tata kelola berbasis digital, serta meningkatkan kualitas lulusan agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” tambahnya.
Melalui rakor ini, diharapkan terbangun keselarasan program antara Kanwil Kemenag dan satuan pendidikan, sekaligus memperkuat koordinasi dalam mewujudkan madrasah yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di era transformasi digital.