Indramayu (KEMENAG)
Pesantren Ramadan di MTsN 1 Indramayu tahun ini diisi dengan materi
penguatan mental dan konsentrasi belajar melalui sesi bertajuk Penguatan
Frekuensi Gelombang Otak dan Mental yang disampaikan oleh motivator
pendidikan, Mr. Choy Miracle, Senin (2/3/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan karakter yang
diarahkan untuk membantu siswa memahami pentingnya pengelolaan fokus, pola
pikir positif, serta kesiapan mental selama menjalani proses pendidikan,
khususnya di bulan Ramadan.
Dalam pemaparannya, Mr. Choy Miracle menjelaskan bahwa kondisi pikiran yang
tenang dan terarah berpengaruh terhadap kemampuan belajar dan pengambilan
keputusan. Ia menekankan bahwa Ramadan dapat dimanfaatkan sebagai momentum
melatih konsistensi diri, pengendalian emosi, dan pembiasaan berpikir positif.
“Ramadan adalah momentum untuk mengatur ulang diri. Saat pikiran tenang dan
niat terarah, proses belajar menjadi lebih optimal,” ujarnya di hadapan para
siswa.
Materi tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi juga melalui latihan
sederhana untuk meningkatkan konsentrasi dan kesadaran diri. Siswa diajak
memahami bagaimana menjaga fokus saat belajar serta membangun kepercayaan diri
dalam menghadapi tantangan akademik.
Kepala MTsN 1 Indramayu, Drs. H. Akhmad Fauji, M.A., menyampaikan bahwa
penguatan mental menjadi bagian penting dalam pendidikan madrasah.
“Pembinaan karakter tidak terpisah dari proses belajar. Kami berharap siswa
mampu memaksimalkan potensi diri, menjaga kesehatan mental, dan menjadikan
Ramadan sebagai awal pembiasaan yang lebih baik,” tuturnya.
Pesantren Ramadan tidak hanya berisi kegiatan keagamaan, tetapi juga
memberikan keterampilan praktis yang mendukung kesiapan akademik dan ketahanan
diri siswa. Salah satu siswa, Muhammad menyampaikan bahwa materi tersebut
membantu mereka memahami cara mengelola pikiran dan emosi saat menghadapi
tekanan belajar.
“Saya jadi tahu cara lebih fokus saat belajar dan tidak mudah panik ketika
menghadapi tugas atau ujian. Ternyata mengatur pikiran itu bisa dilatih,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam mendukung
pembinaan karakter di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Indramayu, dengan
pendekatan yang mengintegrasikan kecerdasan intelektual, emosional, dan
spiritual secara seimbang.
Kontributor : Aniken/Humas Tsankarayu