Cilamaya Wetan (HUMAS Kab. Karawang)
Sebanyak 25 siswa MAN 1 Karawang mengikuti kegiatan Penyuluhan Bimbingan Pra Nikah untuk Remaja Usia Sekolah yang digelar oleh KUA Kecamatan Cilamaya Wetan di Aula Kantor Urusan Agama Kecamatan Cilamaya Wetan, Senin (27/10/2025).
Para siswa MAN 1 Karawang dipimpin oleh Rismawati Dewi, Ketua OSIS, bersama 24 peserta lainnya diutus langsung oleh Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MAN 1 Karawang, Imam Syarjito, S.HI.
Acara dimulai dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan oleh pemandu acara dan pengarahan dari Kepala KUA Cilamaya Wetan, Efip Saepulloh, S.Ag., M.Si. Dua pemateri utama hadir dalam penyuluhan ini, yakni Abdan Syakur Mustofa dari BKKBN Kecamatan Cilamaya Wetan dan A.S Hasan Bisri, S.HI selaku fasilitator dari Kementerian Agama.
Dalam kesempatan tersebut, Abdan Sayakur Mustofa menjelaskan pentingnya 5 (lima) transisi kehidupan bagi remaja, yaitu merencanakan kesehatan, melanjutkan pendidikan, mencari pekerjaan, berperan dalam kehidupan bermasyarakat, dan mempersiapkan masa depan melalui Program Ketahanan dan Bina Remaja (PKBN).
“Ada tiga ancaman kesehatan reproduksi, yaitu seks pra nikah, pernikahan dini, dan NAPZA (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif). BKKBN punya tiga pembinaan atau TRIBINA, yakni bina balita, bina remaja, dan bina lansia,” jelas Afdan.
“Usia remaja menurut BKKBN adalah 10 hingga 24 tahun dan belum menikah. Di bawah usia 19 tahun adalah fase segmentasi — berani, beraksi, dan berkolaborasi — namun juga rentan terhadap ancaman tersebut, sehingga penting untuk tidak FOMO dan mampu menahan diri,” lanjutnya.
Sementara itu, Hasan Bisri menekankan pentingnya bimbingan dan edukasi bagi remaja usia sekolah untuk menunda pernikahan dini dan memahami kesiapan mental serta spiritual sebelum menikah. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Imam Syarjito, S.HI, selaku Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MAN 1 Karawang, menilai bimbingan semacam ini sangat bermanfaat bagi siswa.
“Bimbingan ini sangat penting untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman yang utuh tentang kesehatan fisik dan mental remaja yang sedang berada dalam masa transisi menuju usia dewasa. Saya sangat mengapresiasi program dari KUA Cilamaya Wetan ini,” ujarnya.
Senada dengan itu, Rismawati Dewi, Ketua OSIS MAN 1 Karawang, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru. “Pengetahuan saya tentang kesehatan fisik dan mental di masa remaja ini bertambah. Saya akan sosialisasikan juga kepada teman-teman di madrasah,” katanya.
Melalui kegiatan Bimbingan Pra Nikah untuk Remaja Usia Sekolah ini, para peserta diharapkan dapat memahami perkembangan diri, membangun konsep remaja yang sehat dan berkarakter, memiliki life skill seperti pengelolaan emosi dan pengambilan keputusan, serta memahami tuntunan agama terkait masa remaja. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam mencegah pernikahan anak dan membentuk generasi remaja yang tangguh serta bertanggung jawab.
Kontributor : Sodikin