Bantarujeg (KEMENAG)
Memanfaatkan momentum penuh berkah di bulan Ramadan 1447 H, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bantarujeg melaksanakan program unggulan Kementerian Agama Republik Indonesia bertajuk The Most KUA: Move For Sakinah Maslahah. Program ini diwujudkan melalui kegiatan Mini Camp yang diikuti oleh siswa-siswi MA Al Ittihad Cipeundeuy, Selasa (3/3/2026).
The
Most KUA merupakan
gerakan nasional transformasi peran KUA yang mendorong lembaga ini tidak hanya
berfokus pada layanan administratif pencatatan nikah. KUA kini dituntut aktif
melakukan pembinaan keluarga secara preventif, edukatif, dan partisipatif
langsung di tengah masyarakat.
Sebagai implementasi gerakan tersebut, KUA Bantarujeg memilih remaja sebagai titik awal penguatan ketahanan keluarga. Sebanyak 69 siswa mengikuti kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga menjelang Dzuhur dengan penuh antusiasme.
Mengusung
tema “Penguatan Karakter Remaja sebagai Fondasi Keluarga Sakinah”, mini camp
ini menghadirkan tiga materi krusial:
1. Menjadi Remaja
yang Sehat: Membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan fisik, mental, dan
spiritual.
2. Terampil
Mengelola Diri: Melatih kemampuan mengatur emosi, waktu, dan arah hidup.
3. Remaja Qeren
Qur’ani (RQQ): Menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai fondasi berpikir dan
bersikap.
Kepala MA Al Ittihad Cipeundeuy, Sahudin, S.Ag., menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi ini. Menurutnya, pembekalan karakter jauh lebih penting di samping prestasi akademik.
“Program
seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan remaja hari ini. Mereka tidak cukup
hanya dibekali akademik, tetapi juga harus diperkuat karakternya. Kami berharap
kegiatan ini menjadi bekal nyata bagi siswa dalam menata masa depan mereka,”
ujar Sahudin.
Senada
dengan hal tersebut, Kepala KUA Bantarujeg, Ade Enan Sudrajat, S.Ag., M.Pd.I.,
menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bukti nyata transformasi peran KUA.
“Melalui
The Most KUA, kami ingin memastikan KUA hadir lebih awal, bukan hanya
saat akad nikah. Ketahanan keluarga dimulai dari pribadi yang matang. Jika
remaja sejak dini dibekali kesehatan, kemampuan mengelola diri, dan nilai-nilai
Qur’ani, insyaallah mereka akan tumbuh menjadi generasi yang siap membangun
keluarga sakinah yang maslahat,” tegas Ade Enan.
Ramadan dipilih sebagai waktu pelaksanaan karena atmosfernya yang mendukung ruang refleksi dan penguatan diri. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi berkelanjutan antara madrasah dan KUA dalam menyiapkan generasi yang cerdas secara intelektual, namun tetap kokoh secara moral dan spiritual.
Langkah
preventif ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang dalam menjaga
kualitas dan integritas keluarga Indonesia di masa depan.
Kontributor : Endang Mu'min/Mohammad Muchlisin