Pencarian

>

Kemenag Siapkan Masjid Ramah Pemudik, Kakanwil Jabar Tegaskan Kesiapan

Bandung (KEMENAG)

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Dudu Rohman, mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) persiapan Masjid Ramah Pemudik dan Ekspedisi Masjid Indonesia bersama Menteri Agama Republik Indonesia secara daring, Selasa (03/03/2026).

Rakor tersebut digelar sebagai langkah strategis menyambut arus mudik dan balik Idulfitri 1447 H/2026 M, dengan estimasi pergerakan masyarakat secara nasional mencapai 143,9 juta orang.

Dalam arahannya, Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa masjid harus dioptimalkan sebagai pusat layanan pemudik. Menurutnya, dibandingkan mendirikan posko baru yang memerlukan persiapan dan biaya besar, masjid yang tersebar luas dengan fasilitas memadai dapat difungsikan sebagai posko mudik.

“Posko biasanya memerlukan persiapan dan biaya yang cukup besar. Mengapa tidak kita siapkan masjid sebagai posko mudik? Masjid bertebaran di mana-mana dengan fasilitas yang baik. Ini bentuk kehadiran negara,” tegas Menag.

Menag juga menekankan bahwa seluruh jajaran Kemenag harus berpartisipasi aktif membantu para pemudik.

“Data menunjukkan penurunan angka kecelakaan hingga 52 persen di wilayah yang banyak membuka posko mudik. Hal ini menjadi indikator bahwa kehadiran layanan benar-benar memberikan dampak keselamatan,” ujarnya.

Penguatan turut disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, yang menegaskan bahwa program Masjid Ramah Pemudik tahun ini harus dimaksimalkan agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kita memiliki momentum besar. Dengan estimasi pergerakan 143,9 juta orang, kita harus menyiapkan diri membantu para musafir. Tahun ini kontribusi Kemenag harus benar-benar terasa,” ujarnya.

Melalui Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2025, Kemenag menetapkan standar layanan Masjid Ramah Pemudik, antara lain membuka akses masjid selama 24 jam dengan petugas terjadwal, memastikan keamanan dan parkir gratis, menjaga kebersihan toilet serta ketersediaan air wudu mulai H-7, menyediakan fasilitas pengisian daya baterai, area ibadah dan istirahat yang layak, pusat informasi bagi pemudik, serta air minum dan makanan ringan.

Secara nasional, terdapat 6.859 masjid yang disiapkan dalam program ini, dengan 967 masjid berada di Jawa Barat.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kakanwil Kemenag Jabar menegaskan kesiapan seluruh jajaran di wilayahnya untuk mendukung penuh pelaksanaan Masjid Ramah Pemudik dan Ekspedisi Masjid Indonesia.

“Masjid harus benar-benar menjadi tempat yang menyenangkan, nyaman, aman, dan lancar bagi pemudik. Jangan sampai menimbulkan persoalan baru. Keamanan kendaraan dan barang bawaan harus menjadi perhatian,” tegas Dudu Rohman.

Ia juga mendorong koordinasi dengan Polda, TNI, Dinas Perhubungan, Baznas, perguruan tinggi, pramuka, dan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan layanan berjalan optimal, baik pada arus mudik maupun arus balik.

Program Masjid Ramah Pemudik 2026 mengusung semangat “Mudik MENYALA” yang berarti Menyenangkan, Nyaman, Aman, dan Lancar, dengan kick off nasional dijadwalkan pada 13 Maret 2026.

Melalui kolaborasi dan kesiapan yang matang, Kementerian Agama diharapkan mampu menghadirkan layanan yang menenangkan sekaligus menyenangkan bagi masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik Idulfitri.

Kontributor : Ani Dwi Utami