Pencarian

>

Dalam Melaksanakan Tugas, ASN Harus Berhati Bersih dan Tulus.

Kota Bandung (KEMENAG)

ASN dituntut memiliki kompetensi yang tingggi dan integritas. Dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, harus selalu menggunakan hati yang bersih dan tulus.

"Selalu berorientasi pada pelayanan akuntabilitas, integritas, adaptif dan kolaboratif," Kata Pembimas Katolik Grasia Setya Widiasrini, pada apel pagi di Kanwil Kemenag Jabar Jln. Jenderal Sudirman Kota Bandung, Senin(6/4/2026). 

Menurutnya, tanpa hati yang bersih dan tulus, kompetensi yang tinggi, profesionalitas, apapun yang dilakukan tidak akan berdampak pada lingkungan. 

Grasia kemudian mengutip ungkapan yang dikatakan dai kondang Aa Gym, "Jagalah hati jangan kau nodai, jagalah hati  lentera hidup ini."

Hati adalah pusat hidup manusia. karena itu hati  harus bersih, agar apa yang  dikerjakan selalu berdasarkan ketulusan. 

Momen langka

Dikatakan, tahun 2026 merupakan momen yang tidak terjadi di tahun tahun sebelumnya. Pada tahun ini umat Muslim merayakan Idulfitri, umat Kristen dan Katolik juga merayakan Paskah. Sedangkan umat Hindu merayakan Nyepi. Itu terjadi pada bulan yang sama.

Paskah itu sendiri sama seperti pada umat Islam, yakni menjalankan ibadah puasa untuk membersihkan hati. Dalam paskah, melalui kebangkitan Kristus, umat Kristiani juga dituntut untuk memulai hidup yang baru.

"Meninggalkan manusia yang lama, dan menjadikan manusia yang baru. Identik dari paskah itu ada telur paskah. Telur itu mengandung makna kelahiran baru, hidup yang baru," ujarnya. 

Dalam kaitan itulah, ASN harus memulai hari ini menjadi manusia yang baru, meninggalkan kebiasaan yang tidak baik di masa lalu. Bertekad dalam hati untuk menjadi pribadi yang baik, pribadi yang sesuai Tuhan ajarkan,  sesuai ajaran agama masing-masing. 

"Diharapkan, setiap diri, setiap ASN, dapat memberikan dampak yang positif. Minimal di lingkungan kita dengan menyebarkan kasih, menebarkan kedamaian dan menebarkan cinta," Kata Gresia. 

Jangan menebarkan perkataan atau ha-hal yang tidak baik yang kadang menyakiti sesam. Karena di dalam sesama Tuhan hadir. Jika itu terjadi, secara tidak langsung merendahkan dan menjatuhkan Tuhan yang hidup dengan adil di dalam diri sesama. 

"Untuk itu mari kita menjadi ASN yang baik, bisa membersihkan hati kita dari segala hal-hal yang tidak baik, menjalin relasi yang kembali dekat dengan Tuhan," ungkapnya.

Kontributor : Eva Nurwidiawati