Bandung (KEMENAG)
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat H. Dudu Rohman, M. Si., berharap akan adanya inovasi baru terkait psikologi regulasi, Standar Operasional Prosedur (SOP) dan lain sebagainya dalam pengelolaan pondok pesantren. Hal ini disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Program Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Tahun 2026, Senin (6/4/2026), di Aula Kanwil Kemenag Jawa Barat Jl. Jenderal Sudirman No 644 Bandung.
Kakanwil menyampaikan bahwa pondok pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tradisional dan modern di Indonesia yang menjadi pusat studi agama (tafaqquh fiddin), pelestarian nilai nilai ajaran Islam, serta pemberdayaan masyarakat.
“Pesantren mengintegrasikan lima unsur pokok yakni kiai, santri, asrama/pondok, masjid, dan kajian kitab kuning. Hidup dalam lingkungan berasrama yang mandiri, berkarakter, dan moderat,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil juga berharap di setiap
kab./kota ada madrasah diniyah unggulan. Ada madrasah Diniyah yang menyiapkan
anak didik minimal 25 orang, yang berbasis di pondok pesantren dan paham kitab
kuning.
“Jadi, jika siswa-siswa Diniyah sudah paham kitab kuning dan bisa melanjutkan ke perguruan tinggi umum, maka tidak akan khawatir masa depan mereka menghadapi perkembangan sosial budaya apalagi berkaitan dengan tantangan tantangan teknologi saat ini. Dia berharap lima tahun ke depan harapannya bisa terwujud,” jelasnya.

Rapat Koordinasi ini dilaksanakan untuk membahas evaluasi program Bidang PD Pontren tahun anggaran 2025, dan pelaksanaan program Bidang PD Pontren tahun anggaran 2026. Acara dipandu oleh dihadiri oleh Kabid PD Pontren Kanwil Kemenag Jawa Barat H. Ahmad Syukri, S.S.
Kegiatan diikuti 60 orang
peserta yang terdiri dari kepala Seksi PD Pontren se-Jawa Barat sebanyak 27
orang, organisasi mitra Bidang PD Pontren sebanyak 8 orang, serta Ketua Tim dan
Staf Bidang PD Pontren sebanyak 25 orang.
"Saya juga ucapkan selamat bertugas kepada Kepala
Bidang PD Pontren yang baru dan silakan berta'aruf serta bertafahum untuk
menjalin inovasi baru," ujar pungkas Kakanwil.
Kontributor : Eva Nurwidiawati