Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Harus Lebih “Greget” Mengejar Kualitas

Minggu, 14-07-2019 | 13:24:00

MAN 1 Sukabumi – Cibadak (INMAS Kab. Sukabumi)

Kabupaten Sukabumi memiliki 4 Madrasah Aliyah Negeri (MAN), yang jaraknya saling berjauhan. Tantangan ini tidak menjadi kendala saat digelar kegiatan Workshop Penyusunan Dokumen Kurikulum (Buku I KTSP) Tahun pelajaran 2019/2020.

Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh kepala MAN, Waka dan Operator di MAN Kabupaten Sukabumi ini dilaksanakan pada Selasa, (09/07/2019) bertempat di MAN 1 Sukabumi di wilayah Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 dan berakhir pada pukul 16.00 WIB sangat antusias diikuti oleh seluruh peserta. Hausnya ilmu dan informasi terkait kurikulum menjadi alasan pentingnya kegiatan ini dilaksanakan secara berkesinambungan.

Hadir pada kegiatan tersebut dan memberikan sambutan, JFU Kurikulum Erwan Hermawan, serta narasumber dari unsur Pengawas Madrasah Aliyah yaitu Dr. H. Mulyawan Safwandy Nugraha, M.Ag.,M.Pd., dan Dra. E. Hasanah, M.M.Pd.

Dalam sambutannya, Erwan Hermawan menyatakan perlunya MAN mengambil posisi terdepan untuk memberikan layanan Pendidikan yang maksimal kepada masyarakat. Anggaran yang todak sedikit dan dibarengi dengan penyediaan SDM dan sarpras yang memadai sudah seharusnya menjadi modal awal yang cukup untuk terus berprestasi.

Kegiatan ini disambut baik oleh para kepala MAN. Seperti disampaikan oleh Pahirudin, selaku Kepala MAN 1 Sukabumi bahwa pentingnya sinergitas yang berkualitas antara Pengawas, MAN, dan Birokrasi Seksi Pendidikan Madrasah.

Dalam paparan materinya, Dr. H. Mulyawan Safwandy Nugraha, M.Ag.,M.Pd menyatakan bahwa hendaknya para kepala MAN dan unsur Waka menjadi role model Tendik di Satkernya masing-masing untuk menyebarkan aura positif kebaikan kepada rekan guru yang lainnya.

Mulyawan menjelaskan bahwa tidak sedikit GTK di Madrasah yang justru seperti tidak siap dengan TUPOKSI yang seharusnya dilaksanakannya. Misalnya, menyusun perangkat pembelajaran yang benar. Tidak Duplikasi, tidak replikasi atau bahkan tidak plagiasi. Termasuk dalam menyusun dokumen Kurikulum.

“Seharusnya kita mengikuti SOP yang sudah dicanangkan dalan Surat Keputusan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat Nomor 631 tahun 2017 tentang panduan penyusunan dan pengembangan buku 1,2, dan 3 kurikulum tingkat satuan pendidikan pada madrasah di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat”, ungkap H. Mulyawan

Menurut H. Mulyawan, permasalahan tahapan atau prosedur dapat dilakukan sebagai berikut :

  1. Kepala Madrasah Menyusun TPKM (Tim Pengembang Kurikulum Madrasah) dengan menerbitkan SK
  2. Kepala Madrasah dan TPKM menyelenggarakan kegiatan workshop/raker
  3. TPKM menyusun Draf Buku KTSP
  4. TPKM mengadakan reviu draf KTSP
  5. TPKM mengadakan revisi draf Buku
  6. TPKM menyiapkan draf akhir untuk kegiatan finalisasi
  7. TPKM mengusulkan pengesahan Buku KTSP kepada pihak Kamenag kab/kota atau provinsi
  8. Madrasah mendokumentasikan dan melaksanakan KTSP

Mulyawanpun menjelaskan bahwa jika tahun-tahun sebelumnya dokumen dibuat “mungkin” sebatas pememuhan aspek administrasi, maka diharapkan mulai tahun ini, MAN serius untuk menyusun Buku I KTSP ini dengan ilmiah, terukur dan benar sesuai prosedur. MAN wajib melakukan Evaluasi Diri Madrasah, Menysusun Profil Madrasah yang realistic riil, melakukan analisis Konteks, menggunakan Regulasi yang relevan, Menyusun Renstra yang terukur dan benar sesuai kebutuhan dan melakukan Workshop sesuai dengan tahapan yang terdapat dalam regulasi Kanwil Provinsi.

Semoga dengan perubahan mindset dan sikap para Kepala MAN, Waka dan operator ini, akan membawa MAN di KAbupaten Sukabumi makin “greget” mengejar kualitas dengan disusun Dokumen kurikulum yang benar-benar berawal dari kebutuhan dan terukur dengan kenyataan yang ada.

Kontributor : Moh. Iqbal Taufiqi