PAIF Sambangi Tradisi Ciptagelar Kampung Adat

Minggu, 14-10-2018 | 11:43:14

Cisolok (INMAS Kab. Sukabumi)

Sebagai wilayah yang masih memegang teguh adat istiadat leluhur,  Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar, berada di Kampung Sukamulya, Desa Sinar Resmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi memiliki  berbagai  keistimewaan. Kampung Gede adalah sebuah kampung adat karena eksistensinya masih dilingkupi oleh tradisi atau aturan adat warisan leluhur.

Kampung adat yang mempunyai ciri khas. Tidak hanya bentuk rumah, tapi  tradisi yang masih  memegang teguh adat istiadat. Kedua ciri khas tersebut  menjadi daya tarik tersendiri. Bahkan  Pemerintah Belanda  sempat memberikan penghargaan  dalam hal ekologi.

Kampung Ciptagelar dapat ditempuh melalui jalur  darat dengan lintasan  dari pesisir Pantai Selatan Palabuhanratu menuju  Desa Sirnaresmi di Kecamatan Cisolok. Selain  tidak beraspal,  lintasan hanya bisa dilalui kendaraan offroad dan kendaraan roda dua gunung. Jarak  diperkirakan lebih dari 14 kilometer berada di areal kawasan  hutan.

“Tradisi Kampung Adat yang ada di Cisolok tentunya menjadi kearifan lokal tersendiri dan perlu dilakukan pembinaan dari tokoh-tokoh agama juga oleh para Penyuluh baik PAIF maupun PAH”, demikian ungkap Erna, PAIF Kemenag Kab. Sukabumi yang selalu ceria dan murah senyum pada Kontributor INMAS Kab. Sukabumi (Senin, 08 Oktober 2018) beberapa saat selesai melaksanakan pembinaan dan penyuluhan agama kepada masyarakat Kampung Ciptagelar Cisolok.

Sebagian besar masyarakatnya berada di daerahan agraris sehingga pilihan profesinya adalah bertani. Kendati ada sebagian kecil berprofesi selain petani, seperti berdagang, buruh dan pegawai. 

“Sebagian besar warga berprofesi  petani. Terutama warga yang berada di disekitar kampung adat,” tutur Erna.

“Ada beberapa pantangan dalam  mengolah dan bercocoktanam, seperti larangan menjual beras atau padi. Adat istiadat tidak boleh hilang, tetapi tetap adat istidat seyogyanya sesuai dengan ajaran agama,” tambahnya.

“Oleh karena itu maka PAIF sebagai juru penerang agama sudah sepatutnya melaksanakan pembinaan agama dan keagamaan kepada masyarakat Cisolok untuk mengingatkan masayarakat agar kebiasaan dan kearifan lokal masyarakat tidak berbenturan dengan akidah”, tegas Si Ibu Ceria dan Murah Senyum.

Hadir dalam kegiatan pembinaan tersebut tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, PAH, para Muspika dan kurang lebih 80 orang masyarakat Kampung Ciptagelar.

Kontributor : Moh. Iqbal Taufiqi