Akhmad Sodikin : “Ada Empat Jenis Ibadah yang Satu Mata Rantai Dengan Shaum”

Kamis, 24-05-2018 | 13:34:58

Soekarno-Hatta (Inmas Kota Bandung)

Seperti ditahun-tahun sebelumnya serta sejalan dengan amanat Kepala Kantor yang berpesan agar para ASN dibulan Ramadhan ini mampu menfaatkannya untuk peningkatan amal saleh, maka   selama bulan Suci Ramadhan 1439 Hijriyah Kantor Kementerian Agama Kota Bandung mengadakan acara Kultum yakni tausiyah atau ceramah singkat ba’da Sholat Dzuhur.

Kegiatan kultum dilaksanakan di Masjid Al Ikhlas. Seluruh ASN Kankemenag Kota Bandung sangat antusias mendengarkan kultum. Seperti Kultum yang dilaksanakan pada hari Rabu, 23/05/2018 yang di sampaikan oleh Akhmad Sodikin salah seorang staf PD Pontren yang membahas makna dan hikmah shaum bulan Ramadhan.  

Akhmad Sodikin dalam tausyiahnya menyampaikan bahwa salah satu manfaat atau hikmah shaum bulan Ramadhan adalah membentuk muslim yang memiliki kepekaan jiwa sosial yang tinggi. Dengan ibadah shaum tentunya setiap umat harus muslim akan merasakan kepedihan dan rasa lapar para fakir miskin. Selain membangun jiwa sosial tinggi maka shaum akan membentuk muslim yang rendah hati, qona’ah dan wara’ atau sikap kehati-hatian terperosok kedalam kubangan dosa.
 
Kemudian, Akhmad Sodikin juga menyanpaikan bahwa ada empat jenis ibadah yang merupakan satu mata rantai dengan pelaksanaan ibadah shaum. Empat jenis Ibadah itu ialah membaca Al Qur’an, menjaga lisan, saling berbagi dengan zakat, infaq dan sedekah dan melaksanakan ibadah puasa dengan penuh keimanan dan kesabaran.     

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Bandung, H. Yusuf  mengatakan, pada dasarnya kultum ini atau tausiyah Ba'da Dzuhur ini tujuannnya untuk meberikan semangat serta menggugah rohani-rohani para ASN di Kantor Kementerian Agama Kota Bandung agar semakin dekat dan cinta kepada Allah SWT.

Selain mengikuti kultum, H. Yusuf juga berpesan kepada seluruh ASN agar senantiasa menyempatkan untuk tadarus Al Qur’an. “Hiasi bibir kita dengan bacaan Al Qur’an dan jauhi perkataan buruk dan fitnah” Tutur Yusuf.  

Kontributor: Agus Safar