40 PAI Kota Banjar Ikuti Penyuluhan Bahasa Indonesia

Kamis, 22-03-2018 | 19:16:57

Cikabuyutan (INMAS Kota Banjar)—Sejumlah empat puluh Penyuluh Agama Islam (PAI) Kota Banjar terdiri dari tujuh orang PAI Fungsional dan tiga puluh tiga PAI Non PNS, mengikuti kegiatan penyuluhan bahasa indonesia yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat di Aula RM Citra, Rabu (21/03).

Kegiatan penyuluhan bahasa indonesia ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan, setelah sebelumnya dilaksanakan penyuluhan bagi guru-guru Madarasah se Kota banjar. Kali ini, penyuluhunan bahasa indonesia di khususkan bagi badan publik di lingkungan Kementerian Agama yakni para Penyuluh Agama Islam.

Mewakili Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Ummi Kulsum, M.Hum. selaku panitia penyelenggara mengatakan, penyuluhan bahasa indonesia bagi badan publik ini merupakan kerjasama Balai Bahasa provinsi Jawa Barat dengan Kementerian Agama Kota Banjar yang akan berlangsung selama dua hari mulai tanggal 21 maret sampai dengan tanggal 22 maret 2018.

“Bahasa indonesia merupakan amanat dari sumpah pemuda, dimana bahasa indonesia sebagai bahasa persatuan harus kita junjung.”Kata Ummi.

Sebagai bahasa yang berkembang, bahasa Indonesia telah dan akan terus mengalami perubahan sejalan dengan masyarakat pemakainya. Di samping itu, luasnya wilayah pemakaian bahasa Indonesia, kemajuan teknologi informasi membuat penyebaran bahasa asing tidak terelakan lagi dan tercampur dengan bahasa Indonesia. Oleh karena itulah kewajiban kami dari Balai bahasa memiliki kewajiban untuk menyampaikan informasi kebahasaan dan kesastraan yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan kaidah kepada unsur-unsur terkait untuk dijadikan bahan atau pedoman.

“Kami harap kerjasama baik ini, antara Balai Bahasa dengan Kementerian Agama akan memberikan makna dan manfaat.”Ujar Ummi.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjar, Drs. H. Yudhi Yusupyandi, MM. dalam sambutannya Yudhi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat yang memberikan perhatiannya kepada Kementerian agama memberikan penyuluhan bahasa indonesia bagi badan publik dalam hal ini adalah Penyuluh Agama Islam.

Penyuluh agama islam merupakan ujung tombak kementerian Agama. Dimana pekerjaan keseharian para penyuluh agama ini adalah menyampaikan pembinaan keagamaan kepada masyarakat secara langsung. Tentunya dalam komunikasi tersebut, seorang penyuluh harus mampu menggunakaan bahasa yang dapat difahami dan dimengerti oleh penerimanya, lebih-lebih penyuluh harus mengetahui bahwa bahasa-bahasa yang digunakan adalah benar sesuai dengan kaidah kebahasaan.

“Penyuluhan bahasa ini sangat penting bagi para penyuluh, ikutilah seluruh materi yang akan disampaikan.”Kata Yudhi.

Saya berharap kegiatan ini akan memberikan manfaat, sehingga Penyuluh Agama Islam dapat meningkatkan wawasan kebahasaan, meningkatkan sikap positif penggunaan bahasa Indonesia, dan mendukung serta membantu pemerintah dalam meningkatkan peran dan fungsi bahasa Indonesia.

 

Kontributor : Aep Saepulloh

Editor : Yudi Hermawan