Rabu, 22-11-2017 | 12:31:58

Upgrade Pelayanan KUA, Kemenag Jabar Resmikan 9 Balai Nikah dan Manasik Haji

Jl. Husni Hamid, Karawang (INMAS Bidang Urais dan Binsyar)

Kementerian Agama RI sebagai instansi pemerintah vertikal memikili tupoksi yang kompleks, tidak hanya urusan dunia tetapi kehidupan akhirat umat pun menjadi bagian penting dari tugas Kementerian Agama. Peristiwa nikah dan rujuk merupakan bagian proses kehidupan yang menjadi tugas berat bagi Kementerian Agama RI, karena keberlangsungan hidup dan kemajuan Negara tercinta ini terletak dari kondisi keluarga yang menjadi hirarki yang paling bawah tetapi paling menentukan kualitas kehidupan.

“KUA bukan hanya tempat untuk menikahkan dan rujuk suatu keluarga atau insan, tetapi pelayanan KUA juga harus dapat memberikan pendidikan dasar mengenai kekeluargaan. Negara yang kuat terbentuk dari generasi muda yang kokoh secara spiritual dan intelektual dan generasi muda tersebut pastinya terlahir dari dasar keluarga yang teguh,” papar Menag dengan tegas pada Peresmian 9 Geduung Balai Nikah dan Manasik Haji, Senin (20/11), di Kankemenag Kab. Karawang.

Ia juga menjelaskan bahwa adanya bantuan SBSN sangat membantu dalam meningkatkan pelayanan umat terkait dengan urusan agama dan keagamaan salah satunya yaitu pendirian Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji yang tersebar di seluruh Indonesia yang sudah sesuai dengan syarat dan ketentuannya.

LHS yang juga seorang anak Mantan Menag RI orde lama menuturkan,”Pelayanan KUA sudah selayaknya menjadi pelayanan yang sangat lengkap dan prima karena KUA langsung berhadapan dengan masyarakat. Maka dari itu pendirian Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan prima kepada masyarakat sekaligus upgrading bentuk pelayanan sesuai dengan jamannya.”

Perkembangan jaman yang menggeser nilai-nilai sakral pernikahan, tentunya harus disikapi dengan tegas. Maka dari itu, lanjutnya, KUA harus memberikan pendidikan sekaligus membuka konsultasi keluarga dengan fasilitas dan tempat yang memadai selain itu juga SDM pun harus mendukung pelayanan prima tersebut.

“Dengan upgrading pelayanan KUA ini, maka fungsinya pun harus diperluas. Ada 2 fungsi utama dalam pendirian Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji yaitu fungsi sebagai tempat bimbingan manasik haji sehingga dibutuhkan tempat dan fasilitas yang mendukung. Kemudian sebagai tempat pendidikan pranikah dan proses rujuk, karena dalam pernikahan yang paling utama itu adalah mendidik pasangan menjadi orang tua yang baik dan berkualitas bagi anak-anak yang akan dilahirkannya,” papar Lukman Hamkim.

Ia pun berharap semoga dengan peningkatan pelayanan dan kinerja KUA dengan berdirinya Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji, Kementerian Agama dapat lebih dekat melayani masyarakat dan kepercayaan masyarakat pun akan semakin meningkat akan pelayanan prima Kementerian agama.

Kontributor : Novam Scorpriantien