Soreang (KEMENAG)
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung menggelar Rapat Dinas
Tetap (Radintap) IPARI sekaligus Penganugerahan Purna Bakti bagi penyuluh agama
di Hotel Sutan Raja, Rabu (8/4/2026). Kegiatan yang dirangkaikan dengan
Halalbihalal ini menjadi ajang konsolidasi strategis untuk memperkuat peran
penyuluh di tengah masyarakat. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bandung, Ramlan
Rustandi, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para penyuluh dan
menegaskan bahwa momentum ini harus menjadi titik tolak peningkatan
profesionalitas ASN di lingkungan Kemenag.
Dalam
arahannya, Ramlan menekankan pentingnya kedisiplinan dalam pengelolaan
instrumen administrasi digital sebagai cermin integritas lembaga. Beliau
menjelaskan bahwa ketepatan waktu pelaporan dan kesesuaian realisasi kerja
adalah hal mutlak yang tidak boleh diabaikan oleh setiap penyuluh. "Sistem
ini bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan instrumen
akuntabilitas dan cerminan profesionalitas ASN Kementerian Agama," tegas
Ramlan. Ia juga memotivasi para peserta agar lebih adaptif terhadap sistem
e-Kinerja yang terukur.
Selain
aspek administratif, Ramlan juga mendorong para penyuluh untuk lebih masif
dalam menguasai ruang digital melalui konten-konten keagamaan yang moderat.
Menurutnya, media sosial merupakan ruang strategis untuk membentengi masyarakat
dari pemahaman yang menyimpang melalui narasi yang menyejukkan. "Penyuluh
agama harus mampu menghadirkan konten yang edukatif serta memperkuat moderasi
beragama di ruang digital. Mari kita manfaatkan platform digital secara bijak
sebagai bagian dari tugas kepenyuluhan kita," tambahnya.
Kegiatan
ini merupakan bagian dari akselerasi Program Transformasi Digital dan Penguatan
Moderasi Beragama yang dicanangkan Kementerian Agama. Melalui soliditas
internal IPARI, Kemenag berkomitmen memastikan setiap penyuluh mampu menjadi
garda terdepan yang profesional dan responsif terhadap perkembangan zaman.
Sinergi antara ketertiban administrasi dan inovasi dakwah digital ini
diharapkan dapat membawa dampak positif bagi pembangunan mental spiritual
masyarakat di wilayah Kabupaten Bandung.
Kontributor:
Sinar Rahayu Putri (Humas)