Cijengjing (KEMENAG)
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan MTsN 15 Ciamis. Tim
Naturalistik madrasah tersebut berhasil meraih Juara IV dalam Lomba Video Kreatif
Pekarangan Organik Tingkat Kabupaten Ciamis Tahun 2025, yang
digelar dalam rangka memperingati Hari Ibu, Bela Negara, dan Kesetiakawanan,
bertempat di halaman Pendopo Kabupaten Ciamis, Senin (22/12/2025).
Kejuaraan
ini menjadi wujud nyata kepedulian dan kreativitas peserta dalam memanfaatkan
lahan pekarangan secara produktif dan ramah lingkungan. Melalui video yang
disajikan, Tim Naturalistik MTsN 15 Ciamis menampilkan inovasi pengelolaan pekarangan organik
berbasis tanaman lidah buaya yang diolah menjadi minuman segar
bernilai guna., proses yang ditampilkan meliputi pemilihan
tanaman, teknik penanaman, perawatan, hingga pemanfaatan hasil panen yang
bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan madrasah.
Ketua
Tim Naturalistik MTsN 15 Ciamis, Albiesya Epyla Romaidha,
bersama anggota tim, berhasil menghadirkan karya video unggulan dengan
penyampaian pesan yang edukatif, visual yang menarik, serta alur cerita yang
inspiratif. Karya tersebut dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan
pentingnya pertanian organik skala rumah tangga sebagai bagian dari gaya hidup
berkelanjutan.
“Selain
sebagai media edukasi, video ini juga menjadi sarana kampanye positif dalam
mendukung ketahanan pangan,
pelestarian
lingkungan, serta penerapan pola hidup sehat
berbasis pemanfaatan sumber daya local”.
Kepala
MTsN 15 Ciamis, Dra. Y. Sopiah Susilawati, M.Pd., menyampaikan bahwa
keikutsertaan dalam lomba ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran akan
pentingnya pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan sehat dan ramah
lingkungan, sekaligus mendorong kreativitas siswa dalam menyampaikan ide
melalui media video.
“Melalui
kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar berinovasi, tetapi juga menjadi agen
perubahan yang mampu menginspirasi lingkungan madrasah dan masyarakat untuk
mengembangkan pekarangan organik secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia
berharap ke depan MTsN 15 Ciamis terus berpartisipasi dalam kegiatan serupa,
sehingga karya-karya siswa dapat dipublikasikan sebagai media edukasi dan inspirasi.
“Pengelolaan pekarangan organik perlu terus dikembangkan dalam kehidupan
sehari-hari untuk melahirkan ide-ide kreatif yang bermanfaat,” tambahnya.