Soreang (KEMENAG)
Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Bandung
menggelar Rapat Dinas Tetap (Radintap) sekaligus penganugerahan bagi penyuluh
purna bakti di Convention Center Hotel Sutan Raja, Soreang, Rabu (8/4/2026).
Momentum yang bertepatan dengan suasana Halalbihalal ini menjadi ajang
penguatan ukhuwah bagi 222 penyuluh yang terdiri dari unsur PNS, CPNS, dan
PPPK. Ketua IPARI Kabupaten Bandung, Mashudi, menegaskan bahwa organisasi
profesi ini merupakan amanat regulasi yang harus menjadi wadah transformasi
bagi para penyuluh dalam meningkatkan dedikasi dan profesionalisme di tengah
masyarakat.
Dalam
laporannya, Mashudi memaparkan capaian strategis yang telah dilakukan, mulai
dari penguatan moderasi beragama hingga aksi nyata lingkungan melalui penanaman
1.000 pohon di Bandung Timur. Ia menekankan pentingnya adaptasi teknologi
dalam syiar agama melalui kolaborasi lintas sektoral, termasuk pelatihan dakwah
digital. "IPARI lahir dari rahim regulasi untuk memastikan penyuluh tampil
profesional. Melalui program inovasi literasi seperti buku digital Al-Qur'an
SKLA Imtiyaz, kami ingin memastikan pesan-pesan keagamaan tetap relevan bagi
seluruh lapisan usia," ujarnya.
Terkait agenda mendatang, IPARI Kabupaten Bandung telah menyiapkan peta jalan yang
berfokus pada digitalisasi kinerja dan kemandirian ekonomi melalui pengembangan
koperasi. Mashudi menargetkan setiap penyuluh mampu memproduksi minimal dua
konten dakwah per hari yang terintegrasi dengan program unggulan daerah.
"Kami berkomitmen untuk melakukan ekspansi dakwah digital melalui
pembentukan Majelis Taklim Manajemen Dakwah (MTMD) yang terstruktur, guna
mendukung penuh program Maghrib Mengaji Pemerintah Kabupaten Bandung,"
tambahnya.
Kegiatan
Radintap ini merupakan pengejawantahan dari program prioritas Kementerian Agama
dalam mengakselerasi transformasi digital dan penguatan moderasi beragama
hingga ke level akar rumput. Dengan standarisasi e-kinerja dan pengisian e-PA
yang lebih mantap, diharapkan kinerja penyuluh agama di lingkungan Kemenag
Kabupaten Bandung semakin berdampak dan terukur. Langkah strategis IPARI ini
membuktikan bahwa penyuluh agama kini menjadi garda terdepan dalam menjaga
harmoni sosial sekaligus menjadi motor penggerak inovasi pelayanan keagamaan di
era modern.
Kontributor:
Sinar Rahayu Putri (Humas)