Cikole (KEMENAG)
Kementerian Agama (Kemenag) Kota
Sukabumi bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Pemerintah Daerah
membagikan 400 paket sembako kepada masyarakat lintas iman. Kegiatan tersebut
berlangsung di Lapang Apel Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol)
Kota Sukabumi, Jalan Bhayangkara, Kecamatan Cikole, Sabtu (14/3).
Ketua FKUB Kota Sukabumi, H. Ade
Munhiar, mengatakan kegiatan bakti sosial tersebut merupakan agenda rutin
tahunan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan di Kota Sukabumi.
Program tersebut bertujuan memperkuat solidaritas sosial serta menjaga
keharmonisan antarumat beragama.
“Kegiatan ini merupakan agenda
rutin tahunan FKUB. Tahun 2026 ini adalah tahun ke-12 pelaksanaannya,” ujar Ade
Munhiar saat memberikan keterangan di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, jumlah bantuan
sembako yang disalurkan tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun
sebelumnya. Jika pada tahun 2025 sebanyak 814 paket berhasil dibagikan, tahun
ini jumlahnya menjadi 400 paket.
“Dari segi jumlah memang menurun.
Tahun kemarin kita bisa membagikan 814 paket, sekarang hanya 400 paket.
Kemungkinan hal ini dipengaruhi kondisi ekonomi masyarakat yang ikut
berkontribusi juga sedang menurun,” jelasnya.
Meski demikian, Ade tetap
bersyukur kegiatan sosial tersebut dapat terus terlaksana dengan baik. Ia juga
menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam
mendukung kegiatan tersebut.
“Secara keseluruhan alhamdulillah
kegiatan ini masih bisa kita laksanakan. Kami mengucapkan terima kasih kepada
seluruh stakeholder yang terlibat, terutama Kementerian Agama Kota Sukabumi
yang terus bersinergi dengan FKUB,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kemenag
Kota Sukabumi, H. Samsul Puad mengapresiasi pelaksanaan kegiatan berbagi
tersebut sebagai bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus penguatan kerukunan
umat beragama di daerah.
“Kementerian Agama tentu akan
terus mendukung kegiatan FKUB yang bertujuan meningkatkan kerukunan umat
beragama di Kota Sukabumi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa bantuan
sembako tersebut diberikan kepada masyarakat dari berbagai latar belakang
agama. Menurutnya, kegiatan itu menjadi bukti nyata bahwa nilai toleransi di
Kota Sukabumi tidak hanya menjadi slogan, tetapi dipraktikkan langsung dalam
kehidupan bermasyarakat.
“Bantuan ini diberikan kepada
masyarakat lintas iman, tidak hanya bagi umat Muslim yang akan segera merayakan
Idul fitri. Ini membuktikan bahwa toleransi di Kota Sukabumi tidak hanya
sekadar slogan, tetapi benar-benar kita praktikkan bersama masyarakat,”
pungkasnya.
Kontributor: Fitra Nurjaman