Senin, 13 Maret 2017, 12:49

Aksi Marching band MAN 2 dan MAN 1 Kota Bekasi Meriahkan Pawai Budaya HUT Kota Bekasi

Aksi Marching Band MAN 2 Kota Bekasi dalam Pawai Budaya, Minggu 12/3 di sepanjang Jalan A. Yani - Bundaran Summarecon. Ea/INMAS Kota Bekasi.

Bekasi Selatan, (INMAS Kota Bekasi)

Alunan Pianika, drum, aksi mayoret serta field komando dari Marching band MAN 2 Kota Bekasi memainkan lagu bungong Jeumpa mulai membahana. Seluruh anggota Marching band yang berjumlah 22 siswa dan siswi MAN 2 terlihat asik memainkan alat music yang dipegangnya. Tak Kalah dengan kelincahan jemari pemain pianika, pemain Drum nya pun terlihat bersemangat memukul mukul alat didepan perutnya, menjadikan irama musik terdengar bersemangat.

Iringan Marching band MAN 2 membelah jalan A. Yani menuju Bundaran Summarecon untuk mengikuti Pawai Budaya dalam rangka Hari Ulang tahun Kota Bekasi ke 20, Minggu 12/3. Di belakang iring iringan Marching band MAN 2 Kota Bekasi terdapat dua orang anggota Pramuka Asal MAN 1 Kota Bekasi membawa Spanduk bertuliskan selamat Hari ulang Tahun Ke 20 Kota Bekasi. Di belakang bentangan spanduk berdiri seorang penyuluh Agama Islam, Ustad Abdullah membawa papan nama bertuliskan Kantor Kementerian Agama kota Bekasi yang diikuti oleh para aparatur Sipil Negara Kankemenag Kota Bekasi.

Cuaca Panas yang menyengat kulit, tak diindahkan seluruh peserta Pawai Budaya. Terlihat kegembiraan dan semangat peserta. Tak hanya hiburan Marching Band hadir dalam pawai budaya tersebut. Hiburan Burok Jawa Barat, Barongsai, hingga alunan music angklung membahana. Selain music, peserta pawai juga menampilkan tari tarian tradisional seperti tari papua dan Bugis.

Tak kalah dengan Aksi Marching band MAN 2 Kota Bekasi, MAN 1 Kota Bekasi pun memberikan penampilan terbaiknya dalam mengisi Pawai Budaya. Kali ini Marching Band MAN 1 Kota Bekasi khusus mengantarkan Iring Iringan Kecamatan Bekasi Utara.

Dalam pidatonya, Walikota Bekasi , Rahmat Effendi mengajak seluruh umat beragama di Kota Bekasi membangun kesadaran tentang pentingnya toleransi. Di tengah heterogenitas 2,6 juta warga Kota Bekasi, perlu kematangan agar masyarakat dapat menghargai perbedaan dan menjadikannya sebagai kekuatan, bukan alat perpecahan.

Sebagai penyangga ibu kota, Kota Bekasi juga menghadapi beragam permasalahan urban. "Ada tiga hal yang sedang menjadi prioritas pemerintah Kota Bekasi di usia ke-20, yakni sarana transportasi, penanggulangan banjir, dan public safety," kata Rahmat Effendi.

Evi Agustin

Berita Lainnya
Rabu, 22 Maret 2017, 14:26

Kakankemenag Kota Bekasi Lantik 7 Pejabat

Senin, 20 Maret 2017, 09:22

Pondok Gede Raih Juara Umum KSM dan AkSIOMA Kota Bekasi

Sabtu, 18 Maret 2017, 11:36

Sekitar 100 Siswa MI Ikuti KSM dan Aksioma

Sabtu, 18 Maret 2017, 11:03

Abdul Rosyid: Selalu Bangun dan Tingkatkan Hubungan dan Kerjasama

Sabtu, 18 Maret 2017, 10:34

Kakankemenag Kota Bekasi Buka KSM dan Aksioma Kota Bekasi