Rabu, 31-01-2018 | 15:03:42

MEKANISME PEMBATALAN PENDAFTARAN HAJI DAN PENGEMBALIAN BPIH

Ketentuan

  1. Pendaftaran haji dinyatakan batal apabila Jemaah haji:
  • Meninggal dunia;
  • Mengundurkan diri karena alasan kesehatan atau alasan lain;
  • Tidak dapat berangkat dalam masa 2 (dua) kali musim haji;
  • Dilarang keluar negeri berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang-undangan
  1. Pelayanan Pembatalan Pendaftaran haji dilakukan setiap hari kerja sepanjang tahun;
  2. Pelayanan pembatalan terbagi 3 (tiga) :
  • Pembatalan pendaftaran haji setoran awal;
  • Pembatalan pendaftaran haji setoran lunas;
  • Pembatalan pendaftasran haji nomor validasi.
  1. Pengembalian BPIH dikembalikan ke rekening jemaah haji/ ahli waris tanpa potongan biaya administrasi.

 

Persyaratan

  1. Surat permohonan pembatalan bermaterai Rp. 6000,00 dengan menyebutkan alasan pembatalan, yang ditujukan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/ Kota;
  2. Bukti asli setoran awal BPIH yang dikeluarkan oleh BPS BPIH;
  3. Aplikasi transfer setoran awal BPIH yang asli;
  4. Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH);
  5. Jemaah/ ahli waris wajib mencantumkan nomor handphone yang bisa dihubungi;
  6. Fotocopy buku tabungan yang masih aktif atas nama Jemaah haji yang bersangkutan dan memperlihatkan aslinya;
  7. Fotocopy KTP dan memperlihatkan aslinya;
  8. Bagi pembatalan pendaftaran haji jemaah haji sebab wafat dengan ketentuan :
  • Surat permohonan dari ahli waris yang bermaterai Rp. 6000,00;
  • Surat keterangan kematian yang dikeluarkan oleh Lurah/ Kepala Desa/ Rumah Sakit setempat;
  • Surat keterangan ahli waris bermaterai bermaterai Rp. 6000,00 yang dikeluarkan oleh Lurah/ Kepala Desa dan diketahui oleh Camat;
  • Surat keterangan kuasa ahli waris yang ditunjuk ahli waris untuk melakukan pembatalan pendaftaran Jemaah haji bermaterai Rp. 6000,00;
  • Surat pernyataan tanggungjawab mutlak ahli waris/ kuasa waris Jemaah haji bermaterai Rp. 6000,00;
  • Fotocopy KTP ahli waris/ kuasa waris Jemaah haji yang mengajukan pembatalan pendaftaran Jemaah haji dan memperlihatkan aslinya;
  • Fotocopy buku tabungan ahli waris/ kuasa waris yang masih aktif pada BPS BPIH yang sama dengan rekening Jemaah wafat serta memperlihatkan aslinya.

 Prosedur

  1. Jemaah haji/ ahli waris membawa persyaratan pembatalan pendaftaran haji ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten/ Kota sesuai dengan domisili Jemaah haji;
  2. Kantor Kementerian Agama Kabupaten/ Kota wajib melakukan verifikasi dan validasi terhadap persyaratan pembatalan pendaftaran Jemaah haji;
  3. Petugas Kantor Kementerian Agama Kabupaten/ Kota melakukan input data pada aplikasi SISKOHAT;
  4. Kantor Kementerian Agama Kabupaten/ Kota mengajukan permohonan pembatalan pendaftaran Jemaah haji kepada Direktur Pelayanan Dalam Negeri c.q. Kepala Subdit Pendaftaran Haji.