Dilema Media Dan Corona

Dilema Media Dan Corona

Oleh :

Utik Kaspani,S.P.

(Guru MTs. Nurul Huda Palabuhanratu)

 

Bukan bermaksud mengabaikan, namun kita juga hendaknya dapat sama-sama belajar menyikapi dengan bijak dan dewasa. Kewaspadaan tentu mutlak adanya. Dan inilah salah satu manfaat fungsi hadirnya media. Tapi, apa sajakah kira-kira hal lainnya yang ditimbulkan?

Dunia tengah di hebohkan dengan hadirnya virus Corona. Virus yang sudah menelan banyak korban jiwa di seluruh dunia. Kegemparan dan kehebohan pun seakan-akan mewabah di mana-mana. Seakan-akan semua ketakutan akan virus bernama Corona. Ketakutan akan ajal yang akan menjemput.

Kematian adalah hal keniscayaan. Tanpa Corona pun, kita pasti akan mati. Dan jika kita amati dengan seksama, siapa pemegang salah satu peranan pembuat kegemparan dan kepanikan ini? Menurut penulis yaitu salah satunya media. Baik media cetak maupun elektronik adalah salah satunya. Memang tidak kita pungkiri pula, ada banyak hal positif lain juga yang bisa kita rasakan. Salah saunya up date inforamsi terbaru yang tentunya juga kita butuhkan.

Tak bisa kita tampik memang, peran media saat ini sungguh maha dahsyat. Alih-alih ingin menyampaikan informasai seakurat mungkin, terkadang yang ada justru kegemparan dan kehebohan yang beredar di masyarakat. Kembali pada fitrah media itu sendiri, seingat penulis ada tiga fungsi media.

Pertama sebagai sarana informasi. Dalam hal ini, tentu media telah menyampaikan informasi secara benar. Namun barangkali ada pertimbangan yang harus pula kita pelajari. Seperti tampilan beberapa reporter TV yang akhirnya menimbulkan kegusaran di masyarakat.  Dan menurut hemat penulis, baiknya fungsi informasi ini juga syarat akan informasi yang bersifat edukasi. Pemilihan kata, kalimat dan performa dari kru media juga harus diperhatikan.

Jangan sampai niat baik yang ingin diberikan, justru berakibat sebaliknya. Masyarakat tidak semua bisa mencerna hal yang ingin kita sampaikan. Tidak semua masyarakat berada dalam level pemahaman yang sama. Dan bahkan mungkin, jumlah masyarakat pemirsa dari kalangan yang tidak terlalu baik pendidikannya akan memiliki asumsi yang lain. Yang jauh dari hal yang ingin kita sampaikan.

Kedua fungsi kontrol sosial. Terkait dari fungsi pertama, hal ini pun media telah melakukannya dengan baik. Dengan adanya informasi seputar Corona yang telah menjadi trending topik belakangan ini, tentu peran tersebut telah tersampaikan. Istilah awannya, medai telah memberikan kontrol sosial tebaiknya dari virus yang tengah melanda dunia tersebut.

Ketiga fungsi entertainment. Ntah karena hal yang tengah menjadi trending topik belakangan ini bukan berita yang menyenangkan, akhirnya penulis merasa fungsi entertainment belakangan menjadi kabur dan suram. Berita-berita yang tersebar luas acapkali menjadi teror menakutkan. Dan tak dipungkiri akhirnya menimbulkan keresahan di masyarakat.

Sering kali kita tergesa-gesa, dan mendadak ikutan panik terhadap satu hal yang tengah terjadi. Padahal kepanikan dan kehebohan yang kita lakukan sama sekali tidak mengubah apa-apa. Mungkin yang ada hanya menambah suasana yang makin runyam.

Belum lagi dengan kemudahan dalam mengakses berita-berita dunia maya yang seakan-akan betul-betul dunia dalam genggaman. Sebagai insan yang juga sama-sama menaruh empati dalam berarya melalui media, mungkin ada baiknya juga untuk mempertimbangkan beberapa hal.

Pertimbangan-pertimbangan yang perlu kita pikirkan tentu juga mengingat segmen penonon dan pembaca kita tentu sangat beragam. Yang tentu saja akan berimbas pada semakin beragamnya penafsiran dan penerjemahan yang sangat mungkin terjadi.

Kedewasaan dalam berliterasi dikalangan kita masih juga menjadi salah satu bahan pertimbangan. Terkadang, daya saring yang mereka miliki sangat jauh dari harapan. Hingga dengan mudahnya mereka men-sharing segala halnya tanpa adanya pencernaan yang baik terlebih dahulu.

Penulis sempat melakukan perbincangan dengan salah seorang dokter tentang wabah yang tengah mengemparkan dunia tersebut. Dari penuturan beliau, beliau agak menyayangkan dengan maraknya berita yang beredar.

Inti dari semua kejadian ini, jika kita dapat mengambil kesimpulannya adalah mari sama-sama kembali pada upaya penerapan hidup sehat. Mungkin kejadian datangnya Corona ini juga sebagai pengingat bagi kita yang barangkali sudah sangat abai dengan masalah kebersihan. Pun kebersihan dalam diri kita sendiri.

Sama-sama belajar bijak dalam menyikapi suatu hal. Tidak terburu-buru dalam menyebarkan satu hal yang bisa jadi kebenarannya masih dalam penyelidikan. Menenangkan akan jauh lebih bijak rasanya dalam hal ini saat sekarang.

Penulis menyadari, apa yang telah penulis paparkan diatas tentu masih banyak kekurangan. Kekurangan baik dari sisi konten maupun penulisannya. Untuk itu penulis sangat terbuka dengan masukan dan saran yang membangun demi perbaikan tulisan ini kedepan.

Dan tentunya, tak ada maksud untuk mendeskriditkan seseorang atau instansi manapun dengan apa yang telah penulis paparkan. Sejatinya penulispun masih dalam proses belajar menulis yang tentunya diharapkan dapat memberikan manfaat yang baik. Tidak hanya sekedar menulis yang tanpa faedah. 

Semoga sehat, damai dan berkah menemai hari kita. Bersama menebar kebaikan untuk mendapatkan berkah dan limpahan kasih dan sayang-Nya. Gusti Mberkahi...


Dibaca: 53 Kali

Sekretariat

Jl. Jenderal Sudirman No. 644

Bandung 40183 Jawa Barat Indonesia

Visitors Counter