Senin, 23-09-2019 | 14:54:02

Personal Branding Bagi Seorang Guru

Utik Kaspani

Oleh :

Utik Kaspani, S,Pd

(MTs. Nurul Huda Palabuhanratu)

 

Sebagai seorang pendidik yang fitrahnya mengajar dan mendidik, tentu image baik akan selalu “dipaksa” melekat pada diri seorang guru. Guru seakan tak boleh punya salah. Kebaikan-kebaikan yang dibuat oleh seoarng guru seakan adalah suatu yang lumrah dan wajar. Namun jangan sekali-kali berbuat salah, kesalahan dari seorang guru seakan telah menempatkan guru pada tempat terujung, terdalam dan paling gelap dari sisi kemanusiaan. Padahal hakikatnya seorang guru juga hanyalah manusia biasa yang tentu tempat salah dan kilaf.

Seorang guru yang selama ini telah dikenal sejak lama sebagai pasukan Oemar Bakri sebagai sosok yang digugu dan di tiru, sebagai sosok pahlawan tanpa tanda jasa sebagai salah satu agen perubah yang ada di masyarakat.

Terlepas dari semua hal yang penulis sampaikan diatas, tentu sebagai seorang guru, penulis hanya akan melihat dari sisi positifnya saja. Tidak mudah memang bagi penulis, namun bukan suatu hal mustahil yang dapat kita coba.

 

Personal branding bagi seorang guru, penulis maknai sebagai sesuatu yang dibangun oleh seorang guru secara pribadi tentunya untuk menciptakan brand atau image yang baik. Citra atau image yang dibangun tentu berguna untuk menciptakan ke khasan terkait kompetensi yang dimiliki oleh guru tersebut. Citra positif yang diupayakan untuk dibangun ini terkait juga dengan aktualisasi yang coba ditonjolkan oleh seseorang, tanpa terkecuali guru.

 

Personal branding bagi seorang guru dapat tercermin dari perilaku posistif kesehariannya. Salah satu contoh personal branding yang umum dimiliki oleh seorang guru antara lain cerdas, dapat memotivasi tinggi, bisa memberikan semangat untuk terus berprestasi, berbakat (multi tasking), memiliki interpersonal skill dan tulus dalam melayani peserta didik maupun masyarakat lain secara umum.

 

Personal branding bagi seorang guru adalah proses sepanjang masa yang terus diupayakan sebagai bagian dari upaya pembelajar sepanjang hayat untuk terus dapat menerjemahkan dan mengimplementasikan secara nyata kebermaknaan belajar.

Personal branding yang dapat dibangun oleh seorang guru dengan cara mengemban amanah, dan dibangun berdasarkan kualitas reputasi kehidupan guru, kemampuan melaksanakan tugas dengan dapat menaikan mutu pembelajaran siswa, memiliki kepribadian terpuji, pemahaman wawasan kependidikan dan partisipasi dalam kemasyarakatan .

Tujuan atau cita-cita seorang guru (siswa lebih berkembang, brand berkaitan dengan persepsi). Secara sederhana seorang guru dapat memasarkan diri melalui kecakapannya. Personal branding dengan melakukan reputasi kepribadian berkualitas dalam keseharian inilah yang perlu dibangun para guru di Indonesia agar lebih mempunyai “value”.

Tujuan personal branding terlihat menjadi lebih baik, citra yang baik, meraih prestasi (prestasi seorang guru adalah mencetak murid-murid yang dapat mengadopsi dan memahami pelajaran yang disamapaikan) akademik maupun non-akademik.

Berbagai cara yang dapat digunakan dalam mewujudkan personal branding bagi seorang guru antara lain ;

  1. Komunikasi

Berkomunikasi dengan peserta didik juga sangat penting. Memberikan motivasi, ilmu baru dan pengalaman-pengalaman. Dari komunikasi yang baik dapat dibangun kesan posistif yang coba kita sampaikan pada lawan bicara yang kita kehendaki. Personal branding juga akan sangat mudah dibangun dari adanya komunikasi yang efektif antara komunikator dan komunikan.

 

  1. Miliki Medianya

Perkembangan teknologi di era 4.0 ini merupakan suatu kesempatan yang sangat memudahkan untuk membangun komunikasi tanpa terhalang ruang dan waktu. Kecanggihan teknologi komunikasi dewasa ini seperti facebook, twitter, instagram, blog, vlog, dan lainnya dapat untuk membantu mempromosikan personal branding yang coba dibangun oleh seseorang, tidak terkecuali guru.

 

  1. Jaga dan pertahankan

Meraih itu lebih mudah dari mempertahankan. Personal branding yang telah melekat pada diri seseorang seyogyanya tetap dijaga. Karena hakikatnya manusia sebagai pembelajar sepanjang hayat dituntut untuk terus menghias dirinya dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat. Menjaga dan tetap mempertahankan personal branding yang telah dimiliki oleh seoarng guru tentu dengan maksud agar dapat menjadi inspirasi dan teladan yang baik bagi peserta didik.

Personal branding adalah bagaimanakita membangun dan mempromosikan apa yang  kita perjuangkan. Mungkin kita lebih sering mendengar penggunaan istilah brand pada merek-merek ternama. Namun brand activation/ aktivasi brand bisa Anda terapkan juga pada diri kita. Personal branding merupakan kombinasi unik dari keterampilan dan pengalaman

Personal branding merupakan sebuah konsep yang kita bangun dalam kondisi baik oleh diri sendiri untuk memberikan kesan dan citra pada orang lain tentang bagaimana persepsi yang ingin kita bangun. Sebagai seorang guru, tentu membangun personal branding adalah juga sebuah cara untuk meningkatkan   kualitas keprofesionalannya.

Pendidikan adalah salah satu fokus yang penting bagi diri kita untuk dieksekusi sepanjang rentan kehidupan. Sebagaimana Jim Rohn pernah mengatakan: “formal education will make you a living and self-education will give you a fortune”.

Personal branding juga berperan dalam memperjelas tujuan-tujuan yang ingin kita capai. Membantu kita lebih terlihat dan diakui, serta membangun keunikan pribadi. Personal branding yang telah terbangun membantu  kontrol diri dan kekuatan dan ketahanan. Dan yang pasti, personal branding akan menggambarkan citra diri yang  unik dan berbeda. Personal branding merupakan sebuah cara termudah untuk mendefinisikan diri kita yang berbeda dengan orang lain. Pemahaman akan personal branding yang penulis tulis, tentu semata dari pikiran dan sudut pandang penulis saja. Penulis sangat menyadari akan kekurangan baik secara konten maupun teknik penulisan. Untuk itu penulis sangat terbuka akan masukan dan kritik yang membangun. Tak lupa, penulis sangat terbuka akan diskusi lanjut yang akan kita bangun. Semoga sedikit pemikiran penulis tentang personal branding dapat menjadi salah satu alternatif bacaan yang bermanfaat bagi siapa saja yang membutuhkannya.