Kamis, 29-08-2019 | 11:17:34

Perlunya Lingkaran Positif Untuk Kita

Utik Kaspani

Oleh :

Utik Kaspani

(Guru MTs. Nurul Huda Palabuhanratu)

 

Dalam mengarungi perjalanan hidup, guru sebagai mahluk sosial pada umumnya pasti juga selalu berhadapan dengan berbagai permasahan hidup. Tekanan dan seabreg persoalan tentu akan sering kita jumpai sebagai bentuk sisi lain dari interaksi yang kita lakukan. Dengan perbagai persoalan dan tantangan yang kita temui, tentu kita dituntut untuk dapat melihat sebuah kesulitan dari sisi positif nya.

Permasalahan yang dihadapi sebagai seorang guru dapat berasal dari murid, wali siswa, rekan sekerja, atasan, ataupun persoalan pribadi yang dimiliki oleh seorang guru. Permasalahan yang tengah ditemui oleh seoarang guru, hendaknya bukan menjadi sebuah pelarian melainkan sebuah tantangan yang harus segera dicari jalan keluarnya.

Dalam upaya pemecahan permasalahan yang tengah dihadapi oleh seorang guru selaku insan biasa maupun saat melakukan sebuah pencaipain suatu maksud, bisa dengan mengabaikan asumsi-asumsi negatif yang acapkali menyertai pemikiran kita. Melakukan pendekatan positif atas segala permasalahan dan tantangan yang kita hadapi memang bukanlah perkara semudah membalikkan telapak tangan.

Cara pandang terhadap pemecahan sebuah permasalahan ataupun dalam upaya meraih sebuah cita-cita tentu selalu diusahakan melihat dari dua sudut pandang. Meninbang-nimbang sisi negatif dan sisi positif sebagai bagian kelebihan dan kekurangan yang harus dipikirkan dengan matang.

Salah satu upaya untuk dapat menyelesaikan sebuah permasalahan adalah dengan pendekatan appreciative inquiry. Appreciative inquiry adalah sebuah pendekatan yang memberikan kaca mata yang positif untuk melihat hal-hal yang baik. Dalam appreciative inquiry kita dituntun untuk melihat segala sesuatu dari sisi positifnya terlebh dahulu. Mengedepankan segala hal baiknya agar memberikan pengaruh yang baik pula.

Tanpa bermaksud mengabaikan sisi–sisi negatifnya, agar kita selalu senantiasa berhati-hati dan waspada. Kegagalan yang pernah kita alami di masa yang lalu hendaknya dapat kita jadikan pelajaran berharga, tanpa harus selalu terus merasa dihantui akan kegagalan tersebut. Jadikan kegagalan yang ada di masa lalu justru menjadi cambuk untuk kita dapat melesat lebih jauh.

Beberpa hal terkait appreciative inquiry yang dapat kita jadikan acuan dalam rangka mencapai sebuah tujuan terdiri dari empat hal, antara lain discovery (mencari), dream (mimipi), design (pola), dan destiny (tujuan). Penulis sengaja menjabarkan hal ini, karena sangat terinspirasi oleh Cooperrinder & Whitney, (2001) penulis tentang gagasan appreciative inquiry.

Dalam meraih suatu hal, pasti akan ada saja hal yang akan kita temui dari mungkin orang-orang yang tidak senang dengan capaian prestasi yang akan kita peroleh. Dalam appreciative inquiry ini, kita belajar fokus  pada hal-hal positif yang akan memberikan nilai baik terhadap upaya yang akan kita kerjakan.

Misalnya dreams, adalah bagian awal dari segala hal yang kita inginkan. Melalui mimpi yang kita punya adalah awal dari harapan yang akan kita capai. Sebagai seorang guru misalnya, tentu kita juga punya mimpi yang akan kita raih. Contoh mimpi yang selalu penulis punya adalah, misalnya bagaimana cara dapat menulis dengan baik.

“Appreciative Inquiry is the cooperative search for the best in people, their organizations, and the world around them. It involves systematic discovery of what gives a system ‘life’ when it is most effective and capable in economic, ecological, and human terms. AI involves the art and practice of asking questions that strengthen a system’s capacity to heighten positive potential.” —

Appreciative Inquiry dalam bahasa sederhana dapat diartikan dengan proses penggalian potensi yang sudah ada dengan menghargainya (memberi respon positif) serta meningkatkan potensi tersebut. Dengan kata lain, kita digiring untuk lebih melihat sisi positif untuk dapat lebioh diapresiasi dan ditingkatkan.

Hal ini dapat juga kita komparasikan dengan  pendekatan Reward and Punishment,dimana pada pendekatan ini kita lebih terfokus pada positive reinforcement atas perilaku yang diharapkan dan negative reinforcement atas perilaku yang tidak diharapkan. Dalam hal ini akan lebih mudah membentuk manusia lebih terbiasa merepon kepada hal yang negatif ketimbang hal positf. Sederhananya, lebih mudah mencibir dan mengkritik dibandingkan memuji dan memberi masukan.

Dalam makna yang sederhana, appreciative inquiry bermakna menyadari kehebatan atau menyatakan kekuatan atau kesuksesan atau potensi, menghargai sesuatu, memberikan nilai tambah dan bahkan mengambil pelajaran akan melihat potensi, tindakan untuk mengeksplorasi sesuatu, tindakan untuk menemukan sesuatu.

Dengan pendekatan ini, secara tidak kita sadari dapat menggiring kita  untuk menggunakan penciptaan yang indah atas citra positif secara kolektif untuk mengubah lagi realitas antisipatifnya di kemudian hari. Dengan semangat gambaran masa depan mampu menginspirasi aksi. Dengan selalu mengedepankan sisi positif yang kita miliki akan menumbuhkan harapan, kegembiraan, inspirasi, persahabatan dan kegembiraan meningkatkan kreativitas, keterbukaan terhadap gagasan dan orang baru, dan fleksibilitas kognitif.

Metode pendekatan appreciative Inquiry merupakan sebuah  pendekatan yang mendorong hubungan positif dan membangun potensi. Merefleksikan pengalaman-pengalaman positif sebagai motivasi untuk dapat meraih capaian yang lebih baik ke depan.

Membangun harapan dan menciptakan proses belajar, penyesuaian – penyesuaian target serta berimprovisasi adlaah tahapan selanjutnya yang dapay kita tapaki dalam implementasi appreciative inquiry ini.  

The Power Of Appreciative Inquiry  If You Can Dream It, You Can Do It. –Walt Disney

Appreciative inquiry membawa inspirasi  kekuatan kata-kata, menyentuh hati, menggugah kesadaran, dan memberi pencerahan kepada mereka mewujudkan apa yang tidak mungkin menjadi suatu kenyataan. Pola pendekatan dengan kekuatan pengubah. Seakan menumbuhkan semangat dengan mantra-mantra yang mempunyai kekuatan daya magis.

Kata bukanlah sekedar penjelasan terhadap suatu realitas, tetapi pembentuk realitas itu sendiri. Percakapan yang positif dan antusias akan menciptakan budaya yang penuh dengan vitalitas. Percakapan yang pesimis dan sinis akan membentuk suatu budaya yang dekaden dan menuju ambang kematiannya. manusia pada dasarnya merupakan sumber inspirasi dan pembelajaran yang tidak pernah ada habisnya.

Jika kita hanya terkungkung dalam kenangan masa lalu yang penuh dengan kegagalan dan kepahitan, maka hanya akan menimbulkan hal-hal berikut :

  1. Menimbulkan rasa sakit karena orang dipaksa untuk mengingat kembali kesalahan di masa lalu
  2. Melahirkan sikap defensif seperti saling tuding, lempar tanggung jawab dan mencari kambing hitam
  3. Membuat orang tidak percaya diri untuk melakukan tindakan positif, karena apapun tindakannya akan dilihat sisi kelemahan dan kekurangannya
  4. Jarang melahirkan visi baru karena hanya terfokus pada kenyataan, jarang merefleksikan tujuannya
  5. Seringkali upaya menyelesaikan persoalan tidak pernah benar-benar menyelesaikan, hanya memindahkan persoalan atau justru menimbulkan persoalan baru

Bukan membutakan diri terhadap kelemahan. Bukan tidak mengakui kekurangan. Setiap orang pasti pernah salah. Namun lebioh baik terfokus pada apa yang terbaik. Appreciative Inquiry juga dapat diartikan sebagai sebuah seni  yang memperkuat kapasitas manusia dan sistem manusia untuk menciptakan masa depan yang penuh dengan harapan. Appreciative Inquiry adalah sebuah metode yang mentransformasikan kapasitas sistem manusia untuk perubahan yang positif dengan memfokuskan pada pengalaman positif dan masa depan yang penuh dengan harapan.

Bukan praktik yang mudah memang, namun bukan berarti sesuatu yang sulit yang tak dapat kita coba. Semoga sekelumit tulisan yang terinpirasi dari tokoh-tokoh perubah dunia tersebut dapat benar-benar membantu kita untuk meraih capaian yang luar biasa.

Penulis sangat menyadari, begitu banyak kekurangan baik dalam konten penulisan, untuk itu penulis sangat terbuka atas kritik dan saran membangun untuk perbaikan tulisan-tulisan lain kedepan. Dan penulis juga sangat terbuka atas diskusi lanjut.