Selasa, 13-08-2019 | 04:07:22

Perlunya Tim Hebat Dalam Sebuah Pekerjaan

Oleh :

Utik Kaspani

(Guru MTS. Nurul Huda Palabuhanratu)

 

Dalam upaya meraih sebuah capaian tertentu, acapkali (bahkan harus selalu) kita membutuhkan kekompakan dalam sebuah team work. Ada beberapa hal yang mungkin tak dapat kita lakukan sendiri, tanpa adanya bantuan dan kerjasama dari pihak lain. Dan kembali fitrah diri kita sebagai mahluk sosial, kerja dalam sebuah team work merupakan salah satu cara yang dapat kita tempuh.

Terkadang, tak dapat kita pungkiri kita harus bersama dalam team work yang tak bisa kita bentuk sendiri. Namun bukan berarti menjadi sebuah alasan pula untuk kita tak dapat berkarya dalam team work yang sudah terlanjur dibentuk.

Dalam beberapa kasus, tentunya kita juga punya kesempatan menciptakan team work sendiri yang sesuai dengan standart dan keinginan kita masing-masing. Terlepas dari team work yang kita miliki saat ini sudah sesuai atau tidaknya dengan standart masing-masing pribadi kembali pada tujuan bersama yang akan kita capai. Kembali pada niat semula tentang cita-cita bersama yang akan kita raih, utamanya dalam sebuah keorganisasian.

Bekerja dalam sebuah team work tentu tak terlepas dari gesekan dan sesekali terdapat adu pendapat dan selisih paham merupakan sebuah hal yang wajar dan lumrah. Namun hal penting dari semua ini adalah, bagaimana gesekan, beda pendapat, dan kesalahpahaman yang ada dalam team work akhirnya dapat menjadi sebuah kekuatan lain untuk mencapai tujuan yang sama. Adanya gesekan dan ketidaksepahaman adalah sebuah dinamika dalam team work. Tidak perlu diperpanjang dan terlalu berlarut-larut dalam menyikapi hal ini.

Butuh kedewasaan dan sikap bijak dari setiap personal dalam sebauh team work untuk sama-sama kembali pada tujuan bersama yang ingin dicapai. Tak perlu mempertahankan ego dan meneganggkan urat syaraf hanya karena ingin terlihat paling baik dan sempurna dari anggota yang lain.

Hal lain yang juga perlu dihindari dan penulis rasa tak perlu ada adalah sikap dan rasa saling menjadi rival dalam team work. Penulis sangat yakin dan percaya, bahwa Tuhan telah mengkaruniakan kita masing-masing mahluk ciptaan Nya dengan keunikan dan keistimewaan masing-masing.

Rasa ingin menjadi yang terdepan dan merasa lebih dari yang lain, adalah satu hal yang menurut pendapat penulis harus dibuang jauh-jauh. Tidak perlu merasa menjadi pesaing saat bekerja dalam sebuah team work. Justru saling bergandengan tangan, memperkuat satu sama lain agar tujuan bersama segera dapat dicapai.

Saling menguatkan ketika ada rekan yang sedang merasa jatuh dan terpuruk adalah bentuk lain dari kekuatan dalam sebuah team work. Kerendahan hati dan rasa selalu ingin berbagi tanpa harus merasa tersaingi adalah hal mendasar terjaminnya kelanggengan dalam sebuah team work.

Jika beberapa hal diatas yang telah penulis sebutkan dapat kita jaga dan pelihara, tidak mustahil dalam pencapaian tujuan bersama bukanlah suatu hal yang berat.

Dalam perjalanan tahun kedua aktif dalam penulisan, penulis merasa sangat bersyukur atas team work yang luar biasa yang penulis miliki. Suka duka dan seribu ungkapan kebahagian lain yang rasanya tak cukup mampu penulis sampaikan dalam deretan kalimat dalam tulisan ini. Penulis sangat merasa beruntung dan bersyukur dalam perjalanan belajar menulis ini, dapat bertemu dengan guru-guru hebat yang selalu memberikan ilmu dan pengetahuannya tanpa henti.

Tak pernah dihinggapi perasaan jenuh untuk berbagi dan saling menguatkan. Saling menghebatkan dalam sebuah team work, juga bagian dari rasa yang harus tetap dipelihara demi terus terjaga marwah kebersamaan.

Semoga kebersamaan dalam bersinergi untuk membangun asa yang sama-sama diinginkan akan terus berjalan dengan baik. Tak ada pencapaian hebat tanpa ulur tangan dan kerjasama dengan pihak lain. Bahu membahu dan saling menguatkan demi asa yang sama adalah hal mutlak yang patut untuk selalu dijaga dan dipelihara.

Penulis memahami, dan sangat menyadari masih terlampau banyak kekurangan baik secara konten maupun dalam teknis penulisan. Semua hal yang penulis goreskan semata dari pengalaman dan sedikit ungkapan rasa yang penulis alami. Penulis sangat terbuka atas kritik, saran dan masukan membangun serta diskusi lanjut. Semoga dengan apa yang dapat penulis sampaikan sedikit dapat memberikan wacana dan berbagi cerita bagi rekan-rekan penggiat lain dalam team work. Bukankah kiita akan jauh lebih hebat dengan kekuatan dan kebersamaan yang sama-sama kita bangun dengan hati yang satu? (Edisi untuk guru hebatku, terima kasih atas kerjasamanya selama ini).