Selasa, 13-08-2019 | 04:07:48

Salam Jumat Santun Dari MTs Negeri 3 Sukabumi

Oleh :

 Wawan Setiawan

(Kepala MTs Negeri 3 Sukabumi)

 

Mengabdi di sebuah madrasah yang notabene berada di tengah-tengah kota yang lumayan padat bukanlah semudah membalikkan telapak tangan. Arus urbanisasi dan modernitas yang mulai merambah warga masyarakatnya adalah satu tantangan lain yang cukup menantang.

Banyak hal dan cara yang harus terus dipikirkan untuk selalu dapat menggeliatkan laju pertumbuhan dan perkembangan madrasah yang juga diapit oleh sekolah-sekolah umum lain disekitarnya. Tanggung jawab, disiplin, inovasi, dan kreasi yang tiada henti adalah ikhtiar kami untuk terus menebarkan semangat baik dan positif dari keberadaan madrasah pada khalayak umum.

Salah satu cara yang dapat kami tempuh sebagai bagian ikhtiar kami antara lain adalah,

  1. Keberadaan madrasah kami yang juga merupakan salah satu kawasan yang cukup macet saat pagi dan sore hari adalah pekerjaan rumah tersendiri yang terus kami pikirkan. Keterlambatan masuk dengan alasan macet, kami upayakan dengan memotivasi peserta didik untuk dapat bangun pagi lebih awal sebelum melaksanakan ibadah sholat subuh. Setelah itu baru menyiapkan  pergi ke madrasah sepagi mungkin. Hingga diharapkan saat tepat pukul 07.00 WIB sudah berada di kompleks MTs Negeri 3 Sukabumi.
  2. Salah satu kebiasaan baik yang coba kami terapkan di madrasah adalah gerakan sholat dhuha bersama. Mengingat kondisi air yang berkurang karena musim kemarau, kami menghimbau para peserta didik berikut jajaran guru dan tenaga kependidikan untuk dapat menjaga wudlu dari rumah. Gerakan wudlu dari rumah semoga dapat terus dikampanyekan sehingga dapat mengefisien kan waktu yang ada.
  3. Guru dan tenaga kependidikan yang ada tanpa terkecuali yang ada di lingkup MTs. Negeri 3 Sukabumi adalah role model bagi seluruh peserta didik yang ada. Untuk itu, kami menghimbau kepada semua guru dan tenaga kependidikan wajib mengikuti sholat dhuha sebagai contoh keteladanan bagi anak didik kita. Semoga dengan ibadah sholat dhuha yang bersama-sama kita kerjakan dapat menjadi pahala, kemudahan rizki, ketenangan hati dan keberkahan bukan untuk orang lain tapi untuk kita yang melakukannya. Demikian halnya dengan pelaksanaan ibadah sholat dhuhur berjama'ah yang telah rutin kami laksanakan.
  4. Aktivitas keseharian yang kita laksanakan, acapkali menyisakan limbah sampah. Baik limbah sampah organik maupun limbah sampah anorganik. Kembali pada hakikat guru dan tenaga kependidikan sebgaai role model bagi peserta didik, dan upaya untuk selali menjaga kebersihan dan keindahan madrasah sebagai rumah kedua bagi para peserta didik, diharapkan dapat memberikan contoh membuang sampah pada tempatnya.
  5. Sebagai upaya menjadikan madrasah yang bersih, hendaknya setiap guru dan tenaga kependidikan tak jemu-jemu dalam mengingatkan sebagai bagian pembentuk karakter orang yang beriman. Sebagai bentuk konkrit nyata yang dapat diterapkan adalah dengan membiasakan menjaga lingkungan tetap bersih sebelum dan sesudah proses pembelajaran dimulai.
  6. Kami senantiasa mengedepankan pendidikan karakter sebagai bagian terdepan dalam tujuan utama kami yang ingin kami raih. Mengingat pendidikan karakter/akhlak sebagai puncak kesempurnaan iman. Sopan bertutur kata, sopan dalam prilaku, jujur, menghormati guru, menghormati orang lain, menghargai orang lain/teman, tidak menghina, tidak mengejek, penyayang, penyantun, tidak pemarah,  kerja keras, disiplin dan masih banyak hal lainnya adalah karakter yang wajib kami tanamkan kepada peserta didik. Pintar ilmu apapun dan trampil dalam segala hal pun tidaklah bernilai jika akhlaknya buruk/karakternya buruk.
  7. Dengan penuh kesadaran dan keikhlasan diri untuk bekerja dengan sepenuh hati. Berangkat kerja dengan hati, mengajar dengan hati, cintai dan sayangi anak didik kita dengan sepenuh hati.
  8. Apa yang tengah kita ikhltiarkan saat ini, tidak akan bisa mengubah anak didik kita, tidak akan bisa mengubah orang lain jika kita sebagai lakon utama dalam dunia pendidikan tidak mau berubah. Hal tersulit dalam hidup ini pada dasarnya adalah mengubah diri sendiri. Semoga dengan memulai hal-hal kecil dari kita, mulai saat ini, dapat mengubahnya menjadi berkah.

Dari seluruh rangkaian dan uraian yang telah kami paparkan diatas adalah murni dari buah pikir kami selaku penulis. Berasal dari pengalaman kami selama mengabdi hingga saat ini semoga bisa menjadi bahan wacana bagi rekan-rekan guru dan tenaga pendidik lainnya dimanapun berada.

Kami tentu menyadari akan kelemahan dan kekurangan kami yang tentunya masih sangat banyak, baik secara konten maupun dalam teknis penulisan. Sekedar saling mengingatkan dan berbagi pengalaman serta cerita, tak ada maksud sedikitpun dari kami untuk menggurui, ataupun bersifat sombong.

Kami sanagt terbuka dengan segala masukan dan saran yang membangun. Pun kami sangat terbuka dengan diskusi lanjut yang dapat kita bangun bersama. Semoga dengan semangat madrasah hebat bermartabat akan selalu menjadi pemicu kita dalm berkarya bersama mencerdaskan anak bangsa. Salam Jumat berkah.