Kamis, 01-08-2019 | 14:28:00

Impian Berkarir Sebagai Penulis

Upaya menjadi penulis, sebenarnya bisa dilakukan oleh siapapun tidak terkecuali guru, dan guru selalu ada tuntutan menulis. Bahkan prasyarat utama menyelesaikan studi adalah menulis, menjadi guru juga harus menulis. Tetapi, membaca buku yang merupakan karya dari seorang guru menjadi sesuatu yang berbeda dengan membaca buku dari penulis buku yang bukan dari kalangan guru.

Bagaimana menjadi guru yang profesional dengan rutunitasnya sebagai guru yang hampir tanpa jeda, namun dapat melahirkan karya yang dikenang banyak orang, apalagi menjadi referensi utama bagi penulis ilmiah.

Saat akan mengajukan kenaikan pangkat dan penilaian kinerja guru, salah satu tuntutan utamanya adalah karya ilmiah. Syarat utamanya adalah karya tulis, minimal kemampuan menulis dan menyusun proposal. Dari sini dapat disimpulkan bahwa karya terbesar bagi guru profesional adalah tulisan. Tulisan yang tidak hanya menunggu atau menanti waktu tertentu dan waktu yang ditentukan, melainkan menulis kapan saja, dimana saja, dan tentang apa saja. Kemerdekaan pikiran seseorang termanifestasi pada tulisannya.

Membaca, berdiskusi, berorganisasi, adalah suatu keharusan bagi guru. Bahkan tidak jarang melewatkan waktu berjam-jam untuk mendiskusikan hal-hal yang sederhana dianggap oleh orang lain, tetapi oleh guru tidak demikian.

Karir seorang penulis sukses berawal dari sebuah mimpi, khayalan, tujuan yang menjulang tinggi di cakrawala. Jangan pernah meremehkan mimpi karena semua orang sukses mengawali kesuksesannya dari mimpi.

Jika ingin menjadi penulis yang sukses, bermimpilah untuk menjadi penulis, biarkanlah orang lain mentertawakan. Jangan pernah ragu dengan kemampuan kita.

Setiap calon penulis harus menyadari bahwa setiap impian memiliki label harga. Karcis masuk ke dunia kepenulisan tidak pernah gratis. Ada penelitian yang harus dilakukan dan ada bacaan yang harus dilahap, harus belajar dan berlatih, berlatih dan berlatih.
Cara termurah dan bisa jadi tercepat untuk mencapai impian apapun dengan membayar harganya secara penuh, jalanilah prosesnya.

Ibarat bayi yang baru mulai berjalan cobalah setapak demi setapak. Ingatlah bahwa tidak ada satupun di dunia ini yang besar tiba-tiba. Semua yang besar berawal dari yang kecil, jadi mulailah belajar menulis setahap demi setahap namun rutin. Ingat ! Jalani prosesnya.

Biasanya di antara kita cuma punya keinginan namun tidak punya tekad dan kemauan yang kuat untuk menjadi penulis sehingga kita sering kali gagal untuk menjadi penulis.

Untuk membedakan kita punya tekad dan kemauan yang kuat, dengan  yang hanya punya keinginan saja bisa di lihat sikap.
Kalau kita membaca tulisan seorang penulis yang bisa menulis amat menarik, dia bisa mengemas sesuatu yang tadinya rumit menjadi sederhana sehingga bisa difahami atau bikin happy atau pokoknya tulisan itu bikin kita pingin banget nulis pingin banget seperti dia atau bisa nulis sebagus dia.

Selang, 02 Juli 2019

Alfaqir
MZ