Rabu, 03-07-2019 | 14:42:58

Bijak Dalam Berlibur Dengan Anak

Utik Kaspani

Oleh

Utik Kaspani

(Guru MTs. Nurul  Huda Palabuhanratu)

 Waktu libur telah tiba. Usai sudah seluruh kegiatan belajar mengajar disekolah selama satu tahun ini, utamanya libur panjang kenaikan kelas. Sebagai bentuk apresiasi terhadap apa yang telah dilakukan anak-anak selama mengerjakan tugas-tugas sekolahnya, tentu sebagai orang tua kita ingin memberikan reward atas segala pencapaian prestasinya selama ini.

Salah satu bentuk reward yang bisa kita berikan kepada anak-anak adalah dengan melakukakan kegiatan liburan. Ada beberapa jenis kegiatan liburan yang bisa kita jadikan alternatif kegiatan. Misalanya kegiatan jalan-jalan keluar kota, melakukan kegiatan out bond bersama, berkemah, atau mungkin melakukan kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan religi dengan mengirim anak mengikuti kegiatan pesantren kilat yang dapat memberikan pengalaman baru (baca : bagi anak yang tidak mengikuti kegiatan pesantren dalam kesehariannya).

Merencanakan lburan sekolah idelanya kita lakukan sejak jauh hari sebelumnya. Banyak pertimbangan yang harus kita lakukan dalam memutuskan untuk melakukan sebuah perjalanan terutama perjalanan jauh. Beberapa hal yang perlu kita siapkan/ menjadi pertimbangan dalam merenacanakan liburan antara lain misalnya :

  • Finansial (aspek utama yang harus disiapkan dengan matang. Karena hal ini berkaitan dengan pembiayaan yang pastinya tidak sedikit.
  • Waktu (terutama berkaitan dengan kesibukan orang tua, acapkali waktu libur orang tua berbeda dengan waktu libur anak-anak. Bersyukur penulis sebagai seorang guru yang selalu mempunyai waktu libur yang sama dengan anak-anak)
  • Kondisi kesehatan anak (benar-benar harus dipastikan anak dalam kondisi kesehatan yang prima. Karena pasti akan sedikit banayak menguuras energi mereka. Perlu dipersiapkan obat-obatan atau vitamin dalam perjalanan yang kita lakukan sebagai antisipasi jika mendadak kondisi kesehatan anak menurun).
  • Tujuan destinasi tidak saja hanya sekedar hiburan pelepas lelah saja, namun diharapkan juga dapat memberikan pengalaman dan pembelajaran kepada anak.
  • Menentukan destinasi wisata ada baiknya melibatkan langsung peran anak, apalagi jika memang anak telah dapat diajak untuk berdiskusi dengan baik. Melibatkan anak secara langsung dalam pemilihan tujuan destinasi wisata tentu akan membuat sebuah perjalanan semakin menyenangkan dan bermakna. Anak akan semakin merasa memiiki liburan yang mereka rancang sendiri.

Mengapa liburan dengan anak begitu penting menurut penulis. Ada beberapa hal yang dapat kita petik dari kegiatan ini, antara lain memperkuat ikatan antara orang tua dan anak. Mungkin selama satu tahun kebelakang orang tua sibuk dengan berbagai aktiviatas pekerjaannya, demikian pula anak-anak. Anak-anak di zaman sekarang begitu banyak kegiatan yang diikuti, hingga tak jarang waktu yang dapat digunakan untuk bersama orang tuanya pun tidaklah banyak.

Selain itu, dengan mengajak anak untuk berlibur akan memberikan pengalaman belajar mengenal tempat, budaya, ragam suku atau hal-hal lain terkait tempat wisata yang kita kunjungi. Cukup meluangkan waktu bersama dengan anak-anak tentu akan memberikan pengalaman dan kenangan yang kelak dapat merekan jadikan cerita yang menyenangakan.

Waktu yang tak akan terulang lagi, memberikan kenangan, pembelajaran yang bermakna tidak saja unsur hiburan namun juga ada unsur edukasinya (Mengajarkan anak untuk mempersiapkan segala hal misalnya pakcing, merencanakan destinasi, mengatur keungan dan sebagainya).

Idealnya tentu kita mengidamkan bisa mengajak buah hati pergi berpelesir mengunjungi tempat-tempat wisata yang belum pernah kita kunjungi. Atau mungkin kembali mengunjungi tempat-tempat yang telah pernah kita singgahi. Namun, tak perlu berkecil hati, karena satu dan lain hal adakalanya keinginan tersebut harus kita tunda terlebih dahulu. Liburan bersama anak-anak tidak selalu identik dengan keluar kota.

Penulis hanya ingin menyampaikan bahwa konten dari tulisan ini murni dari pemikiran penulis semata. Tentu banyak sekali kekurangan dan kekhilafan, untuk itu penulis sangat terbuka atas masukan yang membangaun untuk perbaikan tulisan ini. Well..kembali pada inti permasalah, kalau ternyata apa yang kita idamkan saat ini belum dapat terlaksana, tidak perlu berkecil hati. Dengan penjelasan yang gambang dan sederhana sesuai dengan usia anak, Insya Allah anak akan dapat mengerti dengan kondidsi yang tengah dialami oleh orang tua.

Tidak perlu murung, liburan menyenangkan dan berkesan masih dapat kita lakukan bersama. Hanya butuh kreatifitas dan kemauan dari orang tua sebagai inisiator handal untuk selalu membawa suasana yang menyenangkan dan menggembirakan bagi anak-anak. Berkemah depan rumah, belajar memasak, membuat kue, atau sekedar jalan-jalan sambil makan bersama dengan seluruh keluarga di dalam kota saja bisa menjadi alternatif yang dapat kita lakukan dengan seluruh anggota keluarga.

Kenangan yang coba kita berikan kepada anak, utamanya saat mereka masih kecil tentu dengan harapan dapat menciptakan memori yang baik, yang kelak dapat menjadi bagian dari cerita hidupnya kelak. Namun, sekali lagi  liburan tidak selalu identik dengan kegiatan yang biasa kita habiskan dengan keluar kota. Asal semua keluarga merasa bahagia, senang tentu juga akan menjadikan momen ini menjadi momen yang indah dan pasti akan dikenang oleh anak (selamat belibur anak-anak, Jogjakarta 03 Juli 2019).