Selasa, 14-05-2019 | 11:02:22

Hikmah Berpuasa Ramadhan Dari Segi Ilmu Kesehatan

Oleh : H. Mamun Zahrudin (Guru Bahasa Arab MTs El Ghazy Tambun Selatan)

 

Dalam hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:

“bagi tiap-tiap sesuatu itu ada pembersihnya dan pembersih badan kasar (jasad) ialah puasa” (HR Ibnu Majah)

1. Memberikan kesempatan bagi alat pencernaan untuk beristirahat.

dalam ilmu biologi bahwa pencernaan manusia itu membutuhkan waktu 7-8 jam untuk memproses makananan yang di cernanya, jadi dalam kondisi tidak puasa pencernaan seseorang akan bekerja terus menerus tanpa henti, jika kita dalam kondisi tidak puasa maka bisa kita contohkan bahwa kita sarapan pada jam 7 pagi, dari hasil sarapan tersebut sistem pencernaan kita akan selesai menyerap zat makanan tersebut selama 8 jam kedepan, jadi selama delapan jam tersebut sistem pencernaan kita akan bekerja terus menerus. Jika kita hitung, hasil dari sarapan yang jam 7 pagi itu akan selesai dicerna pada jam 3, padahal jam 1 siang kita sudah mengisi perut kita dengan makan siang, padahal sistem pencernaan kita belum selesai mencerna hasil makan sarapan tadi pagi, hal ini menyebabkankan sitem pencernaan kita bekerja keras kembali, belum lagi waktu makan siang hingga makan malam pada jam 7/8 malam. Maka beruntung bagi kita kaum muslimin yang Allah berikan kepada kita 1 bulan khusus untuk memberikan waktu istirahat kepada sistem pencernaan (lambung usus besar, usus halus, dll) setelah 11 bulan bekerja terus menerus. Karena lambung adalah gudang penyakit, banyak penyakit yang bermula dari lambung atau pencernaan (obesitas, kolestrol, diabetes,dll).

2. Membebaskan tubuh dari racun, kotoran, dan ampas yang merusak kesehatan.

Dalam ilmu biologi hal ini dikenal sebagai AUTOLISIS. Apa itu autolisis? Autolisis adalah sistem otomatis pada tubuh yang memformat ulang kondisi tubuh ke kondisi ideal, atau sederhananya autolisis adalah proses pengembalian kondisi tubuh ke kondisi ideal. Dimana kondisi tubuh dibersihkan kembali dari kotoran-kotoran, virus atau bakteri yang berada di dalam tubuh manusia. Proses autolisis ini membuang sel-sel yang mati dan menggantikannya dengan sel-sel baru yang lebih bersih, disebutkan bahwa Jumlah sel yang mati dalam tubuh mencapai 125 juta perdetik, namun yang lahir dan meremaja lebih banyak daripada itu. Sehingga sel-sel pada organ-organ tubuh menjadi bersih kembali dan berfungsi seperti awal. Dan ternyata tidak hanya manusia yang membutuhkan proses autolisis, melainkan makhluk-makhluk lain pun selalu ber-autolisis dalam siklus kehidupannya. Seperti:

o Pohon berautolisis dengan menggugurkan daun

o Beruang berpuasa selama musim dingin

o Buaya berpuasa (aestivasi) selama musim panas

o Ikan paus dan burung berpuasa ketika bermigrasi

o Kuda, kucing, berpuasa ketika terserang penyakit hingga sembuh

Dengan puasa ini organ-organ di tubuh manusia ibarat mesin, organ-organ pencernaan tersebut diservis dan dibersihkan, sehingga setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan Insya Allah kita menjadi sehat baik secara jasmani maupun secara rohani. Hal ini memang sudah disabdakan oleh Rasulullah SAW dari hadits yang sudah disebutkan tadi dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda :

"Bagi tiap-tiap sesuatu itu ada pembersihnya dan pembersih badan kasar (jasad) ialah puasa" (HR. Ibnu Majah)

3.Menambahdaya tahan pada tubuh

Karena dalam keadaan puasa tubuh kita mampu menambah jumlah sel darah putih (Darah putih merupakan unsur utama dalam sistem pertahanan tubuh.) dan meningkatkan daya tahan tubuh lebih banyak dibandingkan dengan kondisi saat tidak puasa. Pada minggu pertama puasa belum ditemukan pertumbuhan sel darah putih. Namun, mulai hari ketujuh (minggu kedua), penambahan sel darah putih pesat sekali, bahkan dalam kondisi puasa daya tahan pada tubuh manusia mampu meningkat 10 kali lipat dari kondisi tidak puasa.

4. Puasa akan mempersempit jalan peredaran darah dalam tubuh karena lapar dan dahaga.

Dengan demikian, hal itu akan dapat mempersempit jalan pula jalan setan di dalam tubuh, karena setan berjalan di dalam tubuh menurut peredaran darah.

5. Puasa bisa menurunkan kadar gula darah, kolesterol dan mengendalikan tekanan darah.

Itulah sebabnya, puasa sangat dianjurkan bagi perawatan mereka yang menderita penyakit diabetes, kolesterol tinggi, obesitas dan darah tinggi. Dalam kondisi tertentu, seorang pasien bahkan dibolehkan berpuasa, kecuali mereka yang menderita sakit diabetes yang sudah parah, jantung koroner dan batu ginjal.

6. Ilmuwan di bidang neurologi National Institute di Aging.

Dalam hasil penelitiannya menunjukkan bahwa berpuasa, secara signifikan bisa melindungi otak dari penyakit de-generatif seperti lupa ingatan atau Parkinson (kekakuan otot). Hasil penelitiannya menunjukkan, bahwa berpuasa dengan membatasi masukan kalori 30% sampai 50% dari tingkat normal, berdampak pada menurunnya denyut jantung dan tekanan darah, dan sekaligus peremajaan sel-sel otak.

7. Puasa bermanfaat membuat kulit lebih segar, lebih kuat, lebih berseri, dan warna menjadi lebih indah.

Dr. Muhammad Al-Dzawahiri, seorang guru besar bidang penyakit kulit di Fakultas Kedokteran Universitas Kairo, menyatakan, "Korelasi antara makanan dengan penyakit-penyakit kulit itu sangat kuat. Sebab, menjaga diri dari makanan dan minuman dalam kurun waktu tertentu dapat mengurangi kadar air dalam tubuh dan darah. Hal ini dengan sendirinya menyebabkan pengurangan air dalam kulit. Ketika kadar air dalam kulit menurun itulah terjadi pula peningkatan keke¬balan kulit terhadap segala jenis penyakit kulit yang menyiksa dan gangguan kulit akibat bakteri.

8. Menurunkan adrenalin

Keadaan psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa ternyata dapat menurunkan adrenalin.

9. Hikmah berpuasa pada kesehatan jantung

Ketika kita dalam kondisi berpuasa otomatis terjadi penurunan jumlah detak jantung. Hal ini berarti jantung dapat beristirahat dan menghemat separuh waktu kerja yang dilakukannya pada hari-hari biasa di luar puasa.

Setidaknya ada tiga manfaat penting puasa,

· Puasa melawan tekanan-tekanan yang selalu mendera jantung.

· Puasa memberikan kesempatan bagi jantung untuk beristirahat.

· Puasa dapat mensterilkan darah.

Dengan demikian, puasa memberikan kesempatan pada jantung untuk mengkonsumsi darah bersih.

Mengapa Puasa Dibatasi Subuh sampai Maghrib?

Produksi Enzim oksidasi asam lemak dalam tubuh terbatas dan akan habis bila kita berpuasa 16 jam. Bila kita memaksakan diri berpuasa maka kadar asam lemak dalam darah meningkat sehingga menyebabkan otak kita membengkak, pusing bahkan bisa menyebabkan koma. Oleh karena itu makan sahurlah mendekati imsyak dan segeralah berbuka waktu masuk waktu maghrib. Jadi kurang lebih kita berpuasa 13 - 14 jam.

1400 tahun lalu Rosulullah pernah mengajarkannya pada kita..

“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka dan melambatkan sahur.” (HR. Ahmad)

Sungguh..... Allah tidak butuh apa-apa dari makhluk, tetapi Allah memberi petunjuk pada Makhluk agar kehidupan makhluk penuh dengan rahmat dan nikmat.

Sejak zaman dulu puasa dipakai sebagai pengobatan yang terbaik seperti kata Plato bahwa puasa adalah untuk mengobati sakit fisik dan mental.

Puasa sudah diakui menjadi penyembuh terhebat dalam menanggulagi penyakit, bahkan di amerika ada pusat puasa yang diberi nama "Fasting Center International, " yang sudah berdiri sejak 35 tahun yang lalu, dengan pasien dari 220 negara. Yang merekomendasikan Puasa dalam: (1). mengeluarkan toxin tubuh, (2). puasa dapat memperbaiki energi, kesehatan mental, kesehatan fisik dan yang paling terpenting meningkatkan kualitas hidup.

Dari Sahl r.a Dari Nabi SAW beliau bersabda:

“Sesungguhnya di dalam surga ada sebuah pintu yang disebut dengan rayyan. Pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa akan masuk surga dari pintu itu. Tidak seorang pun masuk dari pintu itu selain mereka. (Mereka) dipanggil: mana orang yang berpuasa? Lalu mereka berdiri. Setelah mereka itu masuk, pintu segera dikunci kembali, maka tidak seorangpun lagi yang dapat masuk”

Dengan demikian maka dapatlah disimpulkan bahwa berpuasa di bulan Ramadhan membawa manfaat yang sangat besar bagi manusia baik sebagai makhluk pribadi maupun makhluk sosial. Sehingga setelah seseorang selesai menjalankan ibadah di bulan suci ramadhan diharapkan ia menjadi bersih dan sehat baik jasmani maupun rohani.

disarikan dari buku

"Mengapa kita puasa"

 

Alfaqir

MZ