Kamis, 07-02-2019 | 15:24:07

Minta Warisanmu Sekarang Nak!

Minta Warisanmu Sekarang Nak!

Oleh : Utik Kaspani

(Guru MTs. Nurul Huda Palabuhanratu)

Sekilas kalimat judul diatas terkesan sadis dan mengajarkan hal yang tidak benar. Sebagai seorang guru yang juga memegang kelas 9 di sebuah madrasah, sering saya menjumpai para peserta didik yang masih bingung untuk menentukan sekolah lanjutan setelah mereka lulus bangku tingkat menengah pertama ini.

Keberadaan madrasah kami yang juga ada di pinggiran kota kabupaten, mau tidak mau sedikit banyak turut mewarnai pola pikir anak-anak. Dan, kalimat judul diaatas adalah hal yang sering saya lontarkan pada peserta didik saya. Belalakan mata dan pandangan bingung  adalah ekspresi yang tak lagi asing saya dapatkan tatkala kalimat tadi saya lontarkan. Begini penjelasannya...

Melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi setelah tingkat tsanawiyah, adalah hal biasa yang mungkin kita temui. Dan seakan-akan telah menjadi sebuah keharusan. Mengingat masa wajib belajar hingga 12 tahun.

Namun kenyataan di lapang yang sering saya temui, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Dari bincang-bincang yang saya lakukan dengan peserta didik, kebanyakan diantara mereka masih bingung dalam menentukan kemana harus melanjutkan sekolah setelah ini.

Beberapa menjawab akan sekolah seperti yang teman-teman lain mereka akan lakukan, sebagian lagi menyatakan akan nurut sesuai  dengan keputusan orang tua, dan sebagian kecil lainnya menyatakan mungkin tidak akan melanjutkan sekolah karena faktor biaya.

Sebenarnya jika ditelaah dari faktor biaya, sesunggguhnya sekolah di jaman sekarang penuh dengan kemudahan. Semua sekolah berlomba-lomba menawarakan fasilatas dan kemudahan bagi peserta didiknya. Tinggal kemauanan peserta didiknya untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Banyaknya tawaran-tawaran dana bantuan pendidikan yang digulirkan pemerintah, tentu menjadi semangat untuk lebih giat dalam meraih cita-cita.

Peran orang tua dan pihak madrasah yang dalam hal ini adalah guru, terutama guru BK tentu sangat berpengaruh terhadap proses yang dijalani para siswa dalam menentukan pilihan selanjutnya.

Memberikan gambaran-gambaran tentang sekolah dan jurusan yang akan dipilih adalah upaya nyata yang dapat diberikan pihak sekolah untuk membantu menyelesaikan masalah tentang kebingungan yang dihadapi para peserta didik.

Kembali pada kalimat yang saya selalu lontarkan pada anak didik saya. Mintalah warisanmu sekarang Nak. Maksud dari kalimat itu adalah, saya hanya memotivasi anak-anak untuk bisa melanjutkan sekolah setinggi-tingginya. Makna warisan adalah, meminta biaya pendidikan yang memang telah menajdi tanggung jawab orang tua dalam proses mendidik anak-anaknya.

Keluhan faktor biaya yang acap kali dilontarkan sebenarnya dari pengamatan yang saya lakukan bukanlah kendala utama yang ada. Kalaupun ada yang benar-benar terkendaal mengenai biaya, rasanya hanya hitungan jari saja.

Banyak sekolah yang saat ini benar-benar mengahargai siswa yang mampu secara prestasi namun terkendala biaya. Bahkan sekarang sudah banyak sekolah yang sekaligus menawarkan pemondokan di asrama-asrama sekolah yang biasanya terintegrasi dengan pendidikan pondok pesantrennya.

Kembali pada permasalahan biaya yang acap kali dilontarkan. Memberikan pendidikan pada anak, tentu dapat diibaratkan memberikan warisan abadi yang tak akan lekang oleh ruang dan waktu.

Memberikan pemahaman dan kesadaran akan makna dan pentingnya arti sebuah pendidikan pada orang tua atau melalui siswa dapat diberikan jauh-jauh hari sebelum mendekati proses pelulusan itu terjadi.

Membangun kesadaran orang tua khususnya memang bukanlah perkara mudah yang dapat dilakukan dalam sekejab. Membangun pola pemikiran yang haus akan pentingnya arti sebuah pendidikan bagi anak-anak butuh waktu yang terbilang tak sebentar.

Komunikasi yang harmonis pihak madrasah dan pihak orang tua semaximal mungkin untuk dilakukan. Tak jarang masih saya temui, secara ekonomi sebenarnya sangat mampu untuk menyekolahkan putra-putrinya, namun kondisi lingkungan yang pada akhirnya menghambat. Pola pikir serta pengaruh lingkungan sungguh memberikan kontribusi besar dalam pola pikir tentang pentingnnya pendidikan.

Upaya yang dilakukan pihak madrasah rasanya tak perlu diragukan lagi. Sebagai bukti nyata keseriusan pihak madrasah untuk mendorong para peserta didik dalam melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, banyak cara dan upaya yang ditempuh. Salah satunya dengan cara melakukan pertemuan secara periodik dengan para peserta didik serta bincang-bincang santai dengan anak-anak di sekolah/madrasah di luar jam belajar adalah salah upaya nyata yang dapat ditempuh pihak sekolah/madrasah untuk membangun kesadaran para peserta didik akan perlunya pendiddikan.

Hal yang sering pula saya temukan dilapang adalah terkait ketidak tahuan orang tua juga menjadi faktor yang menyebabkan kuragnya minat dalam menempuh pendidikan yang lebih tinggi lagi. Belum lagi anggapan terutama untuk anak-anak perempuan. Masih adanya anggaapan untuk apa sekolah tinggi-tinggi bagi anak perempuan, toh nantinya tetap saja akan menjadi ibu rumah tangga.

Justru pemikiran yang menurut saya salah kaprah. Anggapan yang harus diluruskan. Pendiidikan tak melulu menjadi dominasi kaum adam. Justru anak-anak perempuan juga perlu dan wajib dibekali ilmu yang cukup dan handal. Mengapa?..Karena anak-anak perempuan inilah yang kelak akan menajdi ibu-ibu bangsa dimasa yang akan datang.

Bagaimana mungkin anak-anak perempuan ini tak dibekali ilmu yang cukup dan handal, sedangkan mereka akan menjadi ibu dari anak bangsa kelak. Bukankah seorang perempuan dalam rumah tangga adalah sekolah/madrasah pertama bagi anak-anaknya kelak?

Anggapan dan pandangan yang kurang benar dengan porsi pendiidkan yang sudah selayaknya juga diberikan pada anak perempuan harus segera diluruskan. Dengan adanya pendidikan yang cukup dan handal, anak-anak kelak akan dapat meningkatkan mutu kualitas hidupnya kelak. Dengan bekal ilmu yang diberikan oleh orang tua, kelak anak-anak akan dapat melanjutkan hidupnya dengan kualitas hidup yang Insya Allah lebih baik dari orang tuanya.

Selain pendidikan yang memadai kelak akan dapat memberikan kualitas hidup yang lebih baik pada anak-anak, juga satu hal yang perlu digaris bawahi dari semua hal adalah adanya pemikiran yang pasti akan jauh lebih baik dan bijak.

Semoga dengan adanya upaya-upaya pendekatan yang dilakukan oleh pihak sekolah/madrasah untuk membangun kesadaran pihak orang tua dan anak-anak pada khususnya untuk mau terus melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi dapat meningkat dari tahun ke tahun. Serta harapan yang selalu kami inginkan sebagai insan pendidik adalah  anak-anak dan para orang tua tak cukup berpuas diri atas perolehan dan pencapaian yang telah didapat hingga detik ini.

Terbukanya hati orang tua dan anak-anak untuk terus mengejar cita-cta dan meraih pendidikan setinggi-tingginya tentu menjadi harapan dan cita-cita para insan pendidik, disamping ketaqwaan dan kesalihan anak-anak pada khususnya.