Jumat, 04-01-2019 | 07:59:06

Kementerian Agama, Dulu Ibarat Pohon Rindang: Sebuah Catatan Hari Amal Bakti 2019-1946

Kementerian Agama, Dulu Ibarat Pohon Rindang: Sebuah Catatan Hari Amal Bakti 2019-1946

Oleh :

Henda Pribadi

(Penyuluh Agama Islam Kab. Sukabumi)

Yang dimaksud para Founding Father adalah Kementerian Agama Islam, dulu dikenal dengan Departemen Agama, kehadirannya merupakan perjuangan dari tawar menawar politik pada waktu itu. Kementerian Agama lahir sebagai ikhtiar mulia untuk menjaga bangsa ini tidak lepas dari agama, melawan sekularisme yang semakin kuat dan faham lainnya. Agama tidak bisa dipisahkan dari negara.

Bagaimana tidak, kalau masyarakat bertanya apa aja layanan keagamaan yang ada di kementerian Agama: layanan zakat, wakaf, haji, bimbingan syariah, pendidikan keislaman ponpes, produk halal dan seterusnya. Tentulah urusan agama bukan semata urusan pribadi namun juga tersimpul secara kejamaahan (mahdoh dan ghoir mahdhoh). Negara hadir melakukan layanan dan pembinaan kepada masyarakat, kehadirannya tentulah lebih konstitusional karena ingin umat Islam lebih terpelihara dan terjaga.

Namun seiring perjalanan waktu, hembusan angin yang selalu datang perlahan mengeringkan sebagian daun lebat dan ranting sehingga dahan-dahanpun mulai mengering dan satu persatu tumbang. Penyakit selalu ada dan hadir pada waktu yang tepat.

Saudara mari kita lihat kini, pohon kuat ini: kritik dan upaya pemisahan ini selalu hadir entah itu usulan kebaikan atau sebaliknya. Dulu di kementerian Agama ada layanan zakat wakaf kini lembaga wakaf tidak lagi di kelola negara, ia berubah tunas bernama Badan Wakaf, Zakat berubah dengan cara Badan Zakat. Tawar menawar dan hembusan itu terus menggoda. Kita sebut upaya penyatuan lembaga madrasah ke dinas pendidikan, layanan pernikahan yang diusulkan diurus catatan sipil, cerai dan rujuk oleh pengadilan dan haji diusulkan oleh badan penyelenggara haji dan seterusnya.

Kita memahami perjuangan pendirian Kementerian Agama dalam sejarah adalah perjuangan diplomatik umat Islam agar negara hadir dan Konstitusional untuk mengurus mereka yang beragama Islam di negeri ini.

Kami atas nama warga kementerian Agama, masyarakat muslim merasa ini sangat penting untuk menyadari betapa pohon rindang ini harus dirawat dan dijaga. Kita menyadari betapa mengurus umat ini dalam konteks negara kita perlu regulasi dan konstitusi. Dan kementerian Agama adalah wujud semua itu.

Bagi umat islam yang hadir pasca kemerdekaan marilah kita sedikit luangkan waktu untuk baca dan telaah sejarah ini. Dalam hal kekurangan pengelolaan jika terdapat penanganan personal tentulah jangan diteriakin yang memicu tumbangnya pohon ini, rawat dan bersihkan dari hama adalah langkah bijak yg perlu dilakukan.

Dirgahayu kementerian Agama 2019