Jumat, 04-01-2019 | 07:59:56

REVITALISASI MGMP MELALUI ANNUAL CONVERENCE DALAM UPAYA MENINGKATKAN MUTU DAN PROFESIONALIME GURU

WIDAD ARIFIN (Pengawas Bina Kemenag Kab. Sukabumi)

Oleh :
WIDAD ARIFIN
Pengawas Bina Kemenag Kab. Sukabumi


Guru merupakan garda terdepan dari sebuah sistem pendidikan. Untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu maka harus dipastikan juga guru-guru dapat melaksanakan pembelajaran yang aktif, kreatif serta menyenangkan bagi peserta didik di kelas.

Salah satu forum guru yang dapat terus digunakan untuk meng-up grade keilmuan dari para guru adalah adanya MGMP (Musyawarah guru mata pelajaran). MGMP memiliki peran diantaranya sebagai reformator, mediator, supporting agency, elaborator, evaluator and developer, clinical and academic supervisor. Program MGMP dapat dilakukan untuk menyamakan persepsi dan komitmen untuk peningkatan mutu pembelajaran, koordinasi dan kolaborasi peningkatan mutu persiapan pembelajaran, pemecahan masalah pembelajaran, pengembangan kurikulum/silabus implementatif, pengembangan bahan ajar berbasis kompetensi, pengembangan metode dan media pembelajaran, profesionalisme dan karir, penelitian dan pengembangan, khususnya classroom action research, dan penulisan karya tulis ilmiah.

Ani Widayani (2013: 15), keberadaan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) selama ini terkesan “mandul” dan belum memiliki peran yang bermakna dalam melakukan perubahan substansial dan mendasar dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Jika dilihat dari beberapa daerah menunjukkan peningkatan kinerja akibat adanya MGMP, namun sebagian besar lainnya masih memprihatinkan (Sudrajat, 2010).

Penulis melakukan beberapa observasi langsung dengan metode wawancara dengan sejumlah guru yang sudah lama tergabung dalam MGMP di beberapa madrasah binaan penulis, sebagai upaya untuk mencari akar permasalahan yang dihadapi para guru. Hasil temuan penulis antara lain, masih belum efektiv nya MGMP yang ada dan kendala transportasi dan perijinan dari pihak madrasah.

Forum guru yang sejatinya menjadi wadah untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru, karena beberapa hal,  kini seolah hidup enggan, mati pun tak mau. Eksistensi beberapa MGMP yang masih ada pun kadang hanya sebatas berjalan karena adanya suntikan dana dari pemerintah berupa Blockgrant, bahkan beberapa MGMP di wilayah kecamatan kini tinggal nama.

Untuk menjawab beberapa tantangan di atas penulis mencoba untuk menawarkan sebuah pendekatan yang dapat dilakukan dengan berbagai kondisi serta kekurangan tersebut di atas. Dalam tulisan ini akan dipaparkan  dengan Revitalisasi MGMP melalui Annual Conference dapat menambah pemicu baru dalam upaya meningkatkan mutu dan profesionalime guru.

Revitalisasi adalah suatu proses atau cara dan perbuatan yang dilakukan untuk menghidupkan kembali. Sedangkan Annual Conference diterjemahkan dengan istilah konferensi atau konperensi dalam Bahasa Indonesia yang mengandung pengertian sama.  Secara menyeluruh revitalisasi MGMP dengan Annual Conference artinya adalah menghidupkan kembali sekelompok perkumpulan musyawarah guru yang dilakukan satu tahun satu kali dengan prosedur tertentu yang dilakukan.

Pelaksanaan kegiatan ini tentu saja harus berpola pada kepengurusan yang handal dengan kolaborasi kebersamaan yang maksimal, hal ini penulis tegaskan karena pertemuan tahunan ini akan melibatkan seluruh guru pada rumpun mata pelajaran tertentu.

Sehubungan dengan tugas kedinasan penulis sebagai  pengawas madrasah dan sekaligus sebagai koordinator MGMP IPA Madrasah Tsanawiyah di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, maka penulis akan menjelaskan dengan percontohan pada perkumpulan guru IPA yang terbentuk dari tahun 2015 dengan nama “Science Teacher Association of Sukabumi (STAS).

Secara keseluruhan, kegiatan annual conference ini sangat sederhana bentuknya namun menghasilkan manfaat yang paripurna. Dengan wawasan baru yang diperoleh dapat menjawab keinginan dan harapan para guru selama ini.

Adapun tahapan Annual Conference STAS antara lain Persiapan (ToR, PAB, Rapat Internal dan tempat), Persiapan perangkat pendukung (undangan, spanduk, pemanggilan trainer), Persiapan trainer (TOT), Penyebaran undangan, Rapat evaluasi persiapan, Persiapan pelaksanaan STASCON.

Dari pelaksanaan STASCON ini dapat kita peroleh manfaat sebagai berikut :

  1. Menambah variasi dalam peningkatan pembelajaran di kelas terutama dalam kemampuan substansi materi.
  2. Mampu berinovasi dalam melaksanakan proses belajar mengajar di kelas.
  3. Terbentuk tali silaturahim antar guru.
  4. Improvisasi dalam berbagi ilmu pengetahuan.
  5. Melahirkan bentuk MGMP yang inovatif.
  6. Mempermudah guru melakukan publikasi ilmiah secara terbimbing.
  7. Memberikan kesempatan kepada para guru untuk menjadi pembicara atau nara sumber dengan terlebih dahulu melalui seleksi yang ditentukan oleh panitia.

Sebagai penutup dari semua ulasan yang telah penulis paparkan,  dapat di simpulkan  bahwa kegiatan annual conference adalah :

  1. Sebagai alternatif kegiatan yang bisa dilakukan oleh sebuah forum guru yang terhimpun dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran.
  2. Kegiatan ini dilakukan dari guru oleh guru dan untuk guru, artinya dibutuhkan peran aktiv dari para guru yang mampu memberikan layanan dan pengalamannya dalam kegiatan ini.
  3. Kegiatan annual conference membantu dan memfasilitasi guru yang akan melakukan publikasi ilmiahnya.
    Keterlibatan pihak lain dapat dipertimbangkan untuk menyemarakkan terselenggraranya kegiatan ini.